Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Pertamina Uji Coba Pembatasan Solar Subsidi di 11 Wilayah

Sabtu, 3 Desember 2022 | 07:48 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP
Sejumlah truk mengisi bahan bakar jenis solar di terminal SPBU ruas tol Cikampek.

Jakarta, Beritasatu.com - PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamian Patra Niaga (PPN) Subholding Trading and Commercial Pertamina melakukan uji coba secara penuh penjualan BBM bersubsidi jenis solar agar tetap sasaran di 11 wilayah Indonesia mulai 1 Desember 2022 dengan QR code. Langkah ini dinilai inisiatif tepat untuk memastikan keandalan sistem jika mekanisme penggunaan QR Code nanti diterapkan secara nasional.

"Mulai 1 Desember 2022 dilakukan uji coba terkait penggunaan kode QR untuk pembelian bahan bakar solar subsidi di beberapa wilayah," demikian ditulis Instagram @mypertamina seperti dipantau Sabtu (3/12/2022).

Adapun 11 kota/kabupaten tersebut yakni Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Jepara, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Wonogiri, Kota Mojokerto, Kota Kediri, Kota Lumajang, Kota Banjarmasin, dan Kota Payakumbuh.

Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Migas (BPH Migas) Saleh Abdurrahman mengungkapkan langkah Pertamina yang memperluas cakupan serta peningkatan kualitas uji coba demi memastikan sistem baru bisa diaplikasikan, baik oleh petugas di lapangan maupun masyarakat. "Kami optimistis uji coba bisa berjalan lancar," kata Saleh Jumat (2/12/2022).

Bagi masyarakat yang sudah mendapatkan QR Code/sudah terdaftar di website Subsidi Tepat, akan dilayani pembelian solar subsidi dengan volume sesuai dengan SK BPH Migas No. 04/P3JBT/BPH Migas/KOM/2020 yakni roda 4 pribadi maksimal 60 liter per hari; roda 4 angkutan barang & umum maks 80 liter per hari; roda enam angkutan barang & umum maks 200 liter per hari.

Sedangkan masyarakat yang belum memiliki QR Code/belum terdaftar akan tetap dilayani pembelian solar subsidi, tetapi dengan volume yang diatur yakni maksimal 40 liter per hari. QR Code juga tidak wajib menggunakan handphone atau gadget, QR Code dapat di print dan dibawa ke SPBU.

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan selain menguji keandalan sistem, juga memastikan keandalan pelayanan. “Jangan sampai ketika diterapkan nanti mengganggu pelayanan,
keandalan sistem harus betul-betul diuji untuk mendukung pelayanan pengisian BBM masyarakat,” kata dia.

Menurut Tulus, upaya pengendalian dan pendistribusian BBM bersubsidi hal rasional. “Ini agar terdeteksi siapa sesungguhnya pengguna BBM bersubsidi tersebut," ujarnya.

Chief Economist Bank Permata Josua Pardede menyambut positif inisiatif Pertamina yang mulai penggunaan QR Code dalam pendistribusian solar bersubsidi. Melalui penerapan ini diharapkan terlihat perubahan pola distribusi BBM bersubsidi menjadi lebih tepat sasaran. "Langkah ini sebagai lanjutan dari arah kebijakan subsidi yang akan lebih tepat sasaran ke depan dari pemerintah," katanya.

Dengan kebijakan ini, lanjut Josua, Pertamina jadi motor perubahan pemberian subsidi tidak lagi diberikan pada nilai barang, tetapi diarahkan kepada penerima yang terseleksi. "Dengan demikian, subsidi pemerintah lebih tepat sasaran kepada masyarakat menengah ke bawah," jelas dia.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: ANTARA


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI