Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

IPO Jumbo, XXI Cineplex Bidik Dana hingga Rp 17 triliun

Sabtu, 3 Desember 2022 | 09:11 WIB
Oleh : Muhammad Ghafur Fadillah / WBP
Ilustrasi bioskop.

Jakarta, Beritasatu.com- Perusahaan pengelola bioskop PT Nusantara Sejahtera Raya atau bioskop XXI Cineplex berencana menjadi perusahaan terbuka dengan menggelar penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) dengan total dana US$ 500 juta (Rp 7,7 triliun)-US$ 1,1 miliar (Rp 17 triliun).

Dikutip dari Bloomberg, perusahaan yang dikenal dengan bioskop XXI Cineplex ini saat ini sedang berdiskusi dengan penasihat untuk porsi penawaran potensial. Disebutkan, pertimbangan ini masih dalam tahap awal. “Penawaran potensial paling cepat dilakukan pada tahun depan. Penjualan saham dapat menghasilkan antara US$ 500 juta dan US$ 1,1 miliar," seperti dikutip dari Bloomberg, Jumat (2/12/22).

Soal berapa jumlah saham yang akan ditawarkan atau tanggal pasti penawaran masih dalam tahap pembaahsan, sehingga masih tentatif.

Apabila rencana ini berhasil, maka IPO XXI Cineplex akan melampaui nilai PT GOTO Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) sebesar Rp 13,72 triliun. Selain itu, menjadi terbesar ketiga setelah IPO PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) dan PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL), masing-masing mendapatkan dana segar Rp 21,9 triliun dan juga Rp 18,78 triliun.

Sebagai informasi, Nusantara Sejahtera Raya memiliki 1.216 layar di 226 bioskop di seluruh Indonesia dengan merek Cinema XXI per Januari 2021. Perusahaan bertujuan untuk tumbuh menjadi 2.000 layar dalam lima tahun

Adapun sebelumnya, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman memperkirakan jumlah emiten baru yang sahamnya tercatat (listing) di bursa hingga akhir 2022 sebanyak 58-60 perusahaan. Jumlah tersebut melampaui target yang sebanyak 55 perusahaan.

Sepanjang tahun berjalan ini, terdapat 54 perusahaan yang sahamnya tercatat di BEI. “Untuk akhir tahun sudah ada 4 perusahaan yang masuk dalam pipeline BEI dan semuanya perusahaan swasta,” kata Direktur Utama BEI Iman Rachman dalam media gathering di Bandung, Jawa Barat, Jumat (25/11/2022).

Untuk tahun depan, menurut Iman, pihaknya menargetkan sebanyak 57 perusahaan. Mayoritas para calon emiten baru tersebut berasal dari sektor consumer cyclicals, teknologi, dan energi. Termasuk, anak usaha BUMN. “Ada perusahaan yang akan emisi lebih dari Rp 1 triliun,” ucapnya.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Investor Daily


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI