Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Kripto November Hancur-hancuran, Intip Proyeksi Desember

Sabtu, 3 Desember 2022 | 12:44 WIB
Oleh : Indah Handayani / WBP
Ilustrasi aset kripto cryptocurrency Ethereum.

Jakarta, Beritasatu.com- Sepanjang November 2022, pasar aset kripto mengalami volatilitas tinggi yang cenderung alami penurunan tajam. Belum reda masalah Terra Luna dan Three Arrow Capital, pasar kripto di bulan ini harus menghadapi masalah lebih besar.

Bursa kripto FTX yang sempat memiliki valuasi US$ 32 miliar harus bangkrut karena krisis likuidasi. Kehancuran FTX ini menyebabkan pasar kripto menderita dan menyebabkan investor panik. Lalu, bagaimana dengan proyeksi bulan Desember?

Trader Tokocrypto Afid Sugiono menjelaskan, akhir tahun ini mungkin bisa menjadi awal dari masa pemulihan, tetapi harus disikapi dengan hati-hati. “Bulan Desember mungkin akan menjadi masa pemulihan dari keterpurukan pasar yang hancur pada November lalu berkaitan runtuhnya FTX. Selain itu, kita mesti optimistis dengan proyeksi kebijakan The Fed yang bakal melunak untuk tidak terlalu agresif menaikkan suku bunga acuan di bulan ini,” kata Afid, Jumat (2/12/2022).

Diketahui Ketua The Fed, Jerome Powell, telah mengisyaratkan potensi penurunan kenaikan suku bunga di bulan Desember. Pertemuan FOMC akan dilaksanakan pada 13-14 Desember. Melunaknya sikap The Fed bisa menggenjot pasar kripto dan memberikan harapan kepada investor.

“Bila suku bunga jangka pendek akan meningkat sebesar 50 basis poin ke kisaran target 4,25-4,50%, membuat nilai Bitcoin sedikit meningkat dan kemungkinan akan bertahan hingga akhir Desember. Perlu dicatat bahwa pertemuan FOMC sering memicu volatilitas di pasar krpto,” jelas Afid.

Dengan volatilitas yang merendah dari imbas FTX serta potensi pelambatan dalam kenaikan suku bunga The Fed, Bitcoin dan Ethereum kemungkinan akan mengalami bullish di bulan Desember.

Reli Sinterklas dan Rawan Profit Taking
Afid berharap akan ada fenomena ‘Reli Sinterklas’. Sebagai informasi Reli Sinterklas adalah fenomena di mana pasar saham reli pada hari-hari menjelang Natal. Oleh karena itu, investor percaya bahwa Desember adalah bulan keberuntungan bagi saham yang juga dapat membantu Bitcoin dan pasar kripto untuk menguat. “Investor percaya bahwa reli Sinterklas di pasar saham akan mengalir ke pasar kripto membuat harga Bitcoin melonjak pada bulan Desember,” jelas Afid.

Di sisi lain, efek reli Sinterklas diklaim sudah tidak relevan lagi. Pada tahun 2021, Bitcoin mencapai level tertinggi sepanjang masa sebesar US$ 69.044 pada bulan November, tetapi harganya turun pada bulan Desember. Artinya, pasar kripto bernasib baik hingga November 2021, tetapi turun pada bulan Desember tanpa efek reli Sinterklas.

Pasar kripto juga rawan dari aksi profit taking yang masif dilakukan investor di bulan Desember ini. Biasanya, investor akan lebih membutuhkan uang tunai, daripada berinvestasi di musim liburan akhir tahun.

“Harga kripto di bulan Desember bisa jadi sideways, karena investor sedang dalam mood untuk musim liburan dan biasanya profit taking, sehingga beristirahat pada aktivitas pasar,” pungkas Afid.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Investor Daily


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI