Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Omzet Naik hingga Rp 30 Juta berkat Alat Pengiris Kerupuk

Sabtu, 3 Desember 2022 | 16:24 WIB
Oleh : Anselmus Bata / AB
Alat pengiris kerupuk yang dibuat tim peneliti dari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. 

Surabaya, Beritasatu.com - Omzet usaha mikro di Desa Jaddih, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, meningkat sekitar 66% setelah menggunakan alat pengiris kerupuk yang dibuat tim peneliti dari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Sebelum menggunakan teknologi tepat guna tersebut, omzet pengusaha mikro di desa tersebut Rp 18 juta per bulan dan sekarang meningkat menjadi Rp 30 juta per bulan.

Alat pengiris gelondongan kerupuk merupakan temuan tiga peneliti, yakni Hadi Santosa, Yuliati, dan Hartono Pranjoto. Mereka merancang alat pengiris kerupuk puli dan singkong itu pada 2019.

“Awalnya kami merasa prihatin melihat alat manual yang digunakan pembuat kerupuk di sana, karena dari segi waktu dan produktivitas kurang maksimal. Akhirnya melalui dana dari Kemendikbudristek, kami mulai merancang teknologi tepat guna untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi kerupuk,” kata Hadi Santosa melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi, Sabtu (3/12/2022)

Dengan alat tersebut, pengusaha mikro dapat memproduksi kerupuk dalam jumlah lebih banyak dalam waktu yang lebih cepat. Bahan baku utama pembuatan kerupuk adalah tepung tapioka/singkong, tepung sagu, tepung terigu, dan tepung beras.

“Dengan alat ini dalam sehari para perajin bisa menghasilkan 40 kg hingga 50 kg dalam waktu 2 jam. Sebelumnya dibutuhkan waktu 5 jam. Dengan efisiensi waktu, perajin bisa menggunakan waktunya untuk menjemur dan menimbang kerupuk," ujarnya.

Ke depan, pihaknya akan merancang alat pengering kerupuk agar produktivitas pengusaha mikro di sana semakin meningkat. Pasalnya, mereka masih menjemur kerupuk secara tradisional di bawah sinar matahari.

Perajin kerupuk, Muhammad Amin mengakui alat pengiris kerupuk tersebut mudah digunakan, sekaligus dapat meningkatkan taraf ekonomi mereka. "Pada masa pandemi pun, kami masih bisa berproduksi, walaupun hanya 50% dari biasanya. Alat ini mudah pemeliharaannya dan praktis digunakan," katanya.

Kerupuk sebagai makanan pendamping dan juga kudapan yang diproduksi di Desa Jaddih dipasarkan di Pulau Madura dan Surabaya.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI