Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Jubir Muda PKB: Efisiensi Startup Bisa Tanpa Harus PHK Karyawan

Minggu, 4 Desember 2022 | 06:34 WIB
Oleh : Yustinus Paat / FMB
Kiri-kanan:Jubir Muda PKB Michael Sinaga, Nada Fuady dan Dira Martamin di acara konferensi pers terkait 'Masa Depan Startup Suram dan PHK Besar-besaran' di Kantor DPP PKB, Jl. Raden Saleh Raya, Kenari, Senen, Jakarta Pusat, Sabtu, 3 Desember 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - Juru Bicara Muda Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Michael Sinaga menilai efisiensi di perusahaan-perusahaan startup bisa dilakukan tanpa harus mem-PHK para karyawannya. Menurut Michael, PHK massal karyawan startup bisa memiliki dampak sosial yang besar.

"Efiensi sebenarnya bisa dilakukan dengan cara-cara lain, seperti menghilangkan promo-promo yang tidak masuk akal. Dengan begitu kita tidak mengorbankan karyawan startup yang umumnya anak-anak muda," ujar Michael saat konferensi pers terkait 'Masa Depan Startup Suram dan PHK Besar-besaran' di Kantor DPP PKB, Jl. Raden Saleh Raya, Kenari, Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (3/12/2022).

Michael mengatakan banyak karyawan yang menggantung hidupnya pada perusahaan startup tersebut. Jika mereka di-PHK, maka bisa berimbas pada masalah lain, seperti meningkatnya pengangguran.

"Karena itu, perusahaan startup harus jadikan PHK sebagai opsi paling akhir, jika sudah mentok. Kalau tidak, maka bisa memotong anggaran-anggaran tidak perlu seperti promo dan marketing sehingga bisa menyelamatkan karyawannya untuk tetap bekerja," ungkap dia.

Pada kesempatan itu, Jubir Muda DPP PKB lain, Dira Martamin menyebutkan sejumlah alasan perusahaan startup akhirnya mengambil langkah efisiensi dengan PHK karyawan. Pertama, kata dia, perusahaan startup ini awalnya menggelontorkan banyak dana untuk gaji karyawan.

"Itu dilakukan perusahaan startup untuk mendapatkan karyawan berkualitas yang sudah bekerja di corporate, mau tidak mau mereka harus mengelontorkan duit gede untuk menarik karyawan swasta untuk bekerja di perusahan swasta startup," kata dia.

Dira membandingkan, anggaran untuk gaji 25.000 lebih karyawan di salah satu bank swasta terbesar di Indonesia selama satu tahun sebesar Rp 7 triliun. Dengan anggaran yang sama, sebuah perusahaan startup hanya menggaji 9.000 lebih karyawan.

Kedua, lanjut Dira, banyak perusahaan startup yang menghabiskan dana tidak masuk akal untuk promo-promo. Dia mencontohkan, harga sepatu Rp 1,5 juta, lalu di promo e-commerce menjadi hanya Rp 150.000. Anggaran promo tersebut akhirnya berpengaruh pada kondisi keuangan perusahaan.

"Kemudian, ada juga yang kondisi keuangannya masih cukup baik, tetapi dia hanya ikutan kompetitor perusahaan startup lain yang melakukan PHK karyawan. Perusahaan startup ini ikut-ikutan PHK karyawan karena ada momentum, karena khawatir jika tahun depan melakukan PHK sendirian, bisa langsung menjadi sorotan," pungkas Dira.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI