Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Investor Sayangkan Banyak Startup yang Lakukan PHK

Senin, 5 Desember 2022 | 19:54 WIB
Oleh : Herman / YUD
Ilustrasi Startup atau perusahaan rintisan.

Jakarta, Beritasatu.com - Perusahaan venture capital (VC) East Ventures ikut menyayangkan maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK) di perusahaan rintisan atau startup. East Ventures berharap para perusahaan bisa segera menemukan kembali strategi bisnisnya agar tidak lagi terjadi gelombang PHK yang besar.

“Kalau yang kita lihat soal layoff, dari pandangan kita, kita melihatnya ini sebagai correction phase. Kalau kita lihat memang dua tahun belakangan ini ada activity yang lebih, kita lihat begitu banyak funding yang masuk, dan mungkin men-shift behaviour untuk ke arah mana. Pada saat ini mungkin ya sangat disayangkan juga keputusannya harus seperti itu,” kata Partner East Ventures Melisa Irene dalam acara Open Book East Ventures, di Jakarta, Senin (5/12/2022).

Irene melihat, saat ini sudah mulai banyak startup yang berfikir soal keberlangsungan usahanya. “Ini sudah terjadi dan mungkin berfase-fase. Dulu misalnya company dinilai hanya berdasarkan GMV-nya (Gross Merchandise Volume) saja, lama-lama company juga dilihat berdasarkan revenue, sampai akhirnya saat ini profitability menjadi poin plus,” kata Melisa.

Sementara itu, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Semuel Abrijani Pangerapan dalam kesempatan sebelumnya menyampaikan, banyak startup yang saat ini melakukan pemutusan hubungan kerja lantaran startup tersebut melakukan rasionalisasi.

Semuel mencontohkan PHK yang terjadi di GoTo. Langkah PHK diambil karena perusahaan tersebut belum lama ini melakukan merger antara GoJek dan Tokopedia. Kemudian PHK di Ruang Guru lantaran sistem belajar saat ini sudah mulai beralih sepenuhnya ke offline, tidak lagi online seperti di masa awal pandemi Covid-19.

Semuel menyampaikan, langkah PHK yang diambil perusahaan startup sebetulnya juga terjadi di industri lain, khususnya industri padat karya seperti tekstil dan sepatu. Dibandingkan industri tersebut, PHK yang terjadi di startup sebetulnya lebih kecil.

“Secara menyeluruh, kita lihat ini masih dalam tahapan yang bisa diterima perubahan-perubahannya, tidak seperti layoff yang besar-besaran,” katas Semuel.

Di sisi lain, Semuel melihatnya adanya talenta-talenta digital yang mengalami PHK diharapkan bisa diserap oleh industri lain yang ingin melakukan transformasi digital.

“Kebetulan juga kita sedang melakukan transformasi digital, harapannya mungkin ada jembatan yang kita bisa bangun. Dari diskusi di dalam (acara Forum Ekonomi Digital Kominfo), mungkin kita akan mendata talenta-talenta yang kemarin terkena layoff. Mungkin juga bisa digunakan untuk industri-industri yang lain, mungkin juga bisa dipakai oleh pemerintah, kita lihat. Kita akan mendata itu,” kata Semuel.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI