Logo BeritaSatu

BI Bidik Inflasi 2023 Turun Jadi 3% Plus Minus 1%, Pemicunya

Selasa, 6 Desember 2022 | 06:32 WIB
Oleh : Arnoldus Kristianus / WBP

Jakarta, Beritasatu.com- Bank Indonesia (BI) menargetkan inflasi 2023 akan berada di kisaran 3% plus minus 1%. Target tersebut dapat bisa dicapai bila ada sinergi kebijakan antara BI dengan pemangku kepentingan terkait. Kebijakan BI menjaga inflasi dilakukan bersama pemerintah dengan menugaskan Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).

“Spiritnya multipolicy menjaga stabilitas dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat maupun daerah. Komunikasi kami lakukan berulang-ulang untuk menanamkan edukasi, literasi semua berperan mengawal inflasi dalam menjaga kesejahteraan masyarakat Dengan itu Insyaallah 3% plus minus 1% bisa terjadi dengan baik,” ucap Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Solikhin M Juhro dalam Seminar Proyeksi Ekonomi Indonesia 2023 "Mengelola Ketidakpastian Ekonomi di Tahun Politik" pada Senin (5/12/2022).

Advertisement

BI melakukan koordinasi dengan pemerintah dalam menjalankan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). Kehadiran TPIP dan TPID turut menjaga kestabilan harga pangan hingga ke level daerah. “Kita punya TPIP dan TPIP yang jumlahnya hampir 600. Kita bayangkan pada 2008 jumlahnya masih beberapa gelintir saja, tapi sekarang sudah lebih dari 500, ini menjadi keunikan dan berkah di Indonesia,” tandas Solikhin.

Solikhin menuturkan untuk menjaga stabilitas perekonomian nasional khususnya inflasi BI menaikan suku bunga acuan. Dia menuturkan kebijakan suku bunga acuan dijalankan secara front loaded, preemptive, dan forward looking.

Kebijakan suku bunga menjadi sinyal bahwa BI ini akan menekan inflasi untuk membawa inflasi inti ke level fundamental. Dengan meningkatkan suku bunga acuan BI, perkiraan inflasi menurun dari sebelumnya 6,9% menjadi kembali ke bawah 6% pada 2022, tetapi nilai ini masih lebih tinggi dari target pemerintah.

“Kita juga mengendalikan dan menstabilkan nilai tukar rupiah yang bisa menjadi sumber inflated inflation. Harga komoditas juga terus kita pantau,” pungkas Solikhin.

Di sisi lain Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani memperkirakan hingga akhir tahun 2022 inflasi diperkirakan akan ada di kisaran 4,8%-5,5% atau lebih tinggi. Angka ini bisa lebih tinggi jika nilai tukar semakin melemah di bulan Desember 2022 karena akan berimplikasi langsung terhadap inflasi bahan bakar dan harga pangan impor.

“Saya rasa yang paling penting hingga akhir tahun ini selain mempertahankan tren penurunan inflasi, juga harus ada effort yang lebih besar untuk memperkuat nilai tukar agar kita tidak semakin terjerumus dalam hiperinflasi,” kata Shinta.

Dia menilai belum ada implikasi inflasi terhadap suku bunga, khususnya karena suku bunga Bank Indonesia tidak hanya memperhitungkan inflasi domestik tapi juga nilai tukar yang belakangan ini semakin melemah terhadap dolar AS serta tren suku bunga The Fed dan negara maju yang belum melambat.

“Dua faktor tersebut dan ditambah inflasi yang sebetulnya juga masih di atas rata-rata normal saya rasa masih ada peluang yang cukup besar bagi Bank Indonesia untuk meningkatkan suku bunga acuan demi meningkatkan kendali atau menciptakan stabilitas makro yang lebih baik,” kata Shinta.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Lagi, Saratoga Siapkan US$ 150 Juta untuk Investasi

PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) kembali menganggarkan dana US$ 150 juta untuk kegiatan investasinya tahun ini.

EKONOMI | 27 Januari 2023

Boy Thohir: Saatnya GoTo Gojek Tokopedia Back to Basic

Komisaris Utama PT GoTo GOjek Tokopedia Tbk (GOTO) Garibaldi "Boy" Thohir mengatakan bahwa hal terpenting bagi sebuah bisnis adalah profit.

EKONOMI | 27 Januari 2023

Tukang Becak Bobol Rekening BCA, OJK Ingatkan Jaga Data Pribadi

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau masyarakat lebih berhati-hati dalam menjaga kerahasiaan data pribadi, apalagi yang menyangkut data keuangan.

EKONOMI | 27 Januari 2023

Penerima Bansos Bisa Ikut Program Kartu Prakerja Skema Normal

Menurut Denni, program Kartu Prakerja skema normal artinya program ini tak lagi bersifat semi-bansos seperti yang sudah dilaksanakan sebelumnya.

EKONOMI | 27 Januari 2023

Tiket Haji Mahal, Garuda Indonesia Siap Nego

Direktur Utama maskapai Garuda Indonesia Irfan Setiaputra bersedia melakukan negosiasi dengan DPR untuk menurunkan tiket haji.

EKONOMI | 27 Januari 2023

BI: KIS Jadi Kunci Hadapi Tantangan Ekonomi Global, Apa Itu?

Perry menegaskan pentingnya strategi KIS, yaitu konsistensi, inovasi, dan sinergi, dalam menyusun berbagai kebijakan.

EKONOMI | 27 Januari 2023

BUMN Buka Akses Pasar Berkelanjutan UMKM

Kementerian BUMN akan terus membuka akses pasar bekelanjutan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

EKONOMI | 27 Januari 2023

Bank Indonesia: Penguatan Rupiah Ditopang Fundamental Ekonomi yang Baik

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan, penguatan nilai tukar rupiah ditopang oleh prospek ekonomi Indonesia yang semakin membaik

EKONOMI | 27 Januari 2023

Airlangga: Pemerintah Kaji Insentif Dana Devisa Hasil Ekspor

"Insentif itu sedang kita bahas apakah dengan bunga, baik itu rupiah ataupun dolar terhadap devisa hasil ekspor yang ada di Indonesia,” kata Airlangga.

EKONOMI | 27 Januari 2023

IHSG Hari Ini Dibuka Menguat, Mampukah Bertahan di 6.900?

Indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat 0,71% ke level 6.913,2 pada pembukaan perdagangan hari ini, Jumat (27/1/2023).

EKONOMI | 27 Januari 2023


TAG POPULER

# Pleidoi Ferdy Sambo


# Serial Killer


# RUU Kesehatan


# Insiden Lion Air


# Biaya Haji 2023


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Vape Masuk Perda KTR Surabaya, Sanksi Denda Diterapkan

Vape Masuk Perda KTR Surabaya, Sanksi Denda Diterapkan

NEWS | 6 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE