Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Permintaan Ekspor Turun, 11 Sektor Manufaktur RI Alami Kontraksi

Selasa, 6 Desember 2022 | 13:27 WIB
Oleh : Triyan Pangastuti / FMB
Aktivitas produksi di industri tekstil dan produk tekstil (TPT).

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah mulai mengkhawatirkan kondisi manufaktur dalam negeri yang mulai menunjukkan tanda-tanda pelemahan, imbas dari melemahnya ekonomi global. Oleh karena itu, diperlukan langkah mitigasi semua pihak untuk mengantisipasi penurunan lebih lanjut.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan pertumbuhan ekonomi global yang melambat akan diikuti oleh penurunan kinerja manufaktur di berbagai negara. Terlebih pada bulan lalu laju manufaktur di beberapa negara sudah turun lebih rendah dari Indonesia.

Adapun laju manufaktur Indonesia November tercatat masih di level ekspansif yakni 50,3, namun sudah mengalami penurunan dibandingkan posisi Oktober sebesar 51,8. Sementara itu Myanmar PMI-nya kontraksi di level 44,6, Malaysia di level 47,9 dan Vietnam sebesar 47,4.

"Kemarin PMI Indonesia 50,3 dan ada 11 sektor kontraksi dan juga penurunan purchasing order terutama untuk sektor manufaktur," ucap Airlangga dalam Rapat Koordinasi Nasional Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah, Selasa (6/12/2022).

Dengan demikian, kondisi penurunan ini menjadi catatan tersendiri, Airlangga mengimbau kepala daerah, gubernur, bupati dan wali kota untuk membantu memitigasi pelemahan 11 sektor, terutama pada padat karya.

Sebelumnya, Airlangga menyatakan terdapat 11-12 sektor yang mengalami kontraksi imbas konflik geopolitik dan krisis global salah satunya industri tekstil dan produk tekstil, alas kaki, dan pakaian.

"Sektor-sektor tertentu kita sudah petakan ada sektor yang kontraksi dan ada sektor yang ekspansif. Di sektor yang kontraksi ada 12 termasuk di sektor TPT, maupun sepatu dan apparel," ucapnya pekan lalu.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI