Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

IHSG Sempat Anjlok ke Level Terendah 2022, Ini Penyebabnya

Kamis, 8 Desember 2022 | 12:12 WIB
Oleh : Indah Handayani / FMB
Aktivitas pialang di galeri sekuritas di Jakarta.

Jakarta, Beritasatu.com - IHSG dilanda koreksi cukup agresif. Alhasil, IHSG terjun bebas hingga sempat sentuh level intraday terendah dalam 11 bulan pada sejam perdagangan Kamis (8/12/2022). Pada pukul 10.00 WIB, IHSG anjlok 128,18 poin (1,88%) ke level 6.690.

Akhirnya pada penutupan sesi I, IHSG ditutup terkikis 66,28 poin (0,97%) ke level 6.752,46. IHSG hari ini bergerak bervariasi dengan rentang 6.683 – 6.821.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, pergerakan IHSG hari ini masih cukup inline dengan analisa teknikalnya.

"Namun, koreksi cukup agresif dan menembus support 6.747, dengan demikian IHSG nampaknya akan menguji 6.677," ungkapnya kepada Investor Daily, Kamis (8/12/2022).

Analis yang akrab disapa Didit ini menambahkan, koreksi IHSG ini berada di tengah pergerakan bursa global yang bergerak variatif, namun kalau mencermati dari outflow asing, selama sepekan ini sudah keluar Rp 6 triliun. Sedangkan jika dilihat dari sektoral, pemberat IHSG hari ini dari dari IDX Energi dipimpin BYAN yang auto rejection bawah (ARB).

"Dari bursa AS masih dalam sentimen The Fed yang nampaknya masih akan mempertahankan kenaikan suku bunganya," tutup Didit.

Sementara itu, Analis Kiwoom Sekuritas Abdul Azis menyebut, penurunan IHSG kali ini masih dipengaruhi oleh faktor domestik. Terlebih, adanya aksi taking profit investor di beberapa saham big caps yang memiliki bobot cukup besar.

“Sebut saja seperti BYAN, GOTO, dan beberapa saham perbankan,” tutupnya.

Selama sesi I, nilai perdagangan mencapai sekitar Rp 7,6 triliun, dan frekuensi perdagangan mencapai 744.110 kali transaksi. Sebanyak 131 saham mencatatkan kenaikan, 423 saham terkoreksi, dan 126 saham stagnan.

Saham-saham unggulan rontok pada penutupan perdagangan sesi I. Berdasarkan website IDX pada pukul 11.30 WIB, saham-saham blue chip yang tergabung dalam LQ45 anjlok 0,9%, Investor33 terkikis 0,59% dan saham-saham syariah tergabung dalam JII terkoreksi 1,01%.

Seluruh sektor saham jatuh dan tak berdaya pada perdagangan sesi I. Terutama saham sektor transportasi yang jatuh paling dalam dibandingkan sektor-sektor saham lainnya pada perdagangan sesi I. Karena saham sektor transportasi anjlok 2,24%. Disusul penurunan saham sektor industri 1,63%, sektor energi 1,52%, sektor Kesehatan 1,52%, sektor konsumen primer 1,37%.

Pada penutupan sesi I, mayoritas bursa saham Asia bergerak positif. Straits Times (Singapura) naik 0,33%, Shanghai (Tiongkok) terkerek 0,14%, dan Hang Seng (Hong Kong) melonjak 2,18%. Sedangkan dan Nikkei (Jepang) menurun 0,50%.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Investor Daily


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI