Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

DPR Pertanyakan Serapan Beras Bulog

Rabu, 7 Desember 2022 | 19:00 WIB
Oleh : Freddy Wally / FW
Gudang Bulog Subang

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDIP, Sutrisno mempertanyakan berapa serapan Bulog yang telah dilakukan selama masa panen raya di bulan Maret dan April lalu sehingga pada tahun ini Indonesia masih memiliki isu kekurangan beras untuk memenuhi cadangan beras pemerintah atau CBP.

Pasalnya, menurut data BPS, selama ini persediaan beras nasional mencapai 8.727.752 ton. Dengan angka sebesar itu maka dapat dipastikan beras saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun.

"Kalau benar data 8.727.752 persediaan beras kita maka seharusnya cukup sampai akhir tahun. Persoalannya adalah berapa serapan yang telah dilakukan oleh Bulog untuk memprediksi manakala ada kebutuhan-kebutuhan yang sangat mendesak seperti penanganan bencana," ujar Sutrisno dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) Komisi IV DPR pada Rabu, 7 Desember 2022.

Menurut Sutrisno, fungsi Bulog saat ini mencakup dua hal. Pertama, untuk menjelaskan cadangan beras pemerintah dan kedua menyiapkan beras untuk operasi pengendalian harga di pasaran.

"Pertanyaannya adalah berapa stok beras yang dimiliki oleh Bulog, baik itu untuk cadangan beras pemerintah atau untuk operasi pasar sesuai dengan bisnisnya sebagaimana juga dilakukan yang lainnya termasuk juga ID food sehingga kita bisa mengetahui berapa sesungguhnya dan perlukah kita mengimpor," katanya.

Memang selama delapan bulan sebelumnya Indonesia mengalami defisit namun apabila melihat data yang ada maka Indonesia sebenarnya tak perlu khawatir karena pada bulan Februari mendatang akan tertutupi oleh panen raya.

"Memang ada delapan bulan itu defisit tapi kalau dari data ini sesungguhnya enggak perlu khawatir," katanya.

Dalam rapat yang sama, Anggota Komisi IV lainya, Yohanis Fransiskus Lema, mempertanyakan mengapa serapan Bulog rendah. Padahal, kata dia, saat itu petani di sejumlah sentra tengah menggelar panen raya, yaitu pada periode bulan Maret-April.

"Saya punya tanya, pada saat surplus itu Bulog menyerap apa enggak? Kalau dilihat data Maret April itu semestinya serapnya besar ya, Pak? Tapi di sini saya simpulkan daya serapnya kecil pak. Pertanyaan selanjutnya tentang serapan ini apakah karena Bulog tidak ada uang dalam kaitannya pinjaman berupa bunga komersil? Atau ada penjelasan lain supaya kita bisa menelusuri satu persatu sebabnya?," kata Lema.

Lema mengatakan bila dari penelusuran yang dilakukan ini ternyata ada hal lain, maka bisa dipastikan masalah beras tahun ini bukan berada di Kementerian Pertanian dan juga bukan di Bulog. "Dengan demikian berarti ini masalahnya bisa saja tidak ada di Bulog tidak ada juga di Kementan, tetapi ada di pihak luar dan dampaknya ke mitra-mitra kita juga. Jadi kenapa kok sarapannya kecil dan ini apa pangkal persoalannya?", katanya lagi.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI