Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Belajar Dari Pengalaman, Fraksi PKS Wanti-wanti Beras Impor Bisa Membusuk

Kamis, 8 Desember 2022 | 14:00 WIB
Oleh : Freddy Wally / FW
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Lampung, Etik Yulianti

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS, Slamet meminta kebijakan impor beras yang akan dilakukan dalam waktu dekat dapat dipertimbangkan secara matang. Sebab menurutnya, belajar dari pengalaman yang lalu, Indonesia pernah mengimpor beras namun di saat yang sama produksi dalam negeri turut melimpah sehingga beras impor membusuk dan tak bisa dikonsumsi.

"Bulog jangan sampai kasus pemusnahan dengan alasan turunnya mutu ini terulang lagi kalau kemudian kita terus impor terlepas dari alasannya dulu adanya perubahan dari raskin menjadi apa dan lain-lain," ujar Slamet dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Bulog, Kementan, Bappenas dan Id Food pada Rabu, 7 Desember 2022.

Slamet mengatakan, kasus ketika itu harus menjadi catatan agar pemerintah tidak salah langkah. Sebab kalau tidak, Indonesia hanya akan merugi karena dikuasai oleh pejabat tertentu yang inginnya impor terus.

"Ini harus menjadi catatan kita berapa banyak milyar uang yang dibakar dengan pemusnahan beras itu setiap tahun, itu kan kejadian berulang. Makanya kalau ini impor terjadi Kita lihat nanti kalau terjadi pemusnahan lagi berarti ini memang niatnya impor bukan karena untuk memenuhi beras cadangan pemerintah," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Demokrat, Nur Aini meminta Badan Urusan Logistik (Bulog) fokus melakukan penyerapan dibanding bersuara melakukan impor beras di saat petani akan melakukan panen raya. Aini menambahkan jangan sampai kebijakan impor tahun ini dianggap sebagai settingan karena menurut rencana awal Indonesia akan melakukan ekspor.

Baca Juga:
Polemik Beras, Komisi IV DPR Minta Kementan dan Bulog Kompak

"Jangan sampai rencana impor beras ini seperti sudah didesain sehingga data data yang bapak ibu sampaikan tadi hanya sebatas pendukung saja dan membuat kami di DPR selaku mitra juga berpikir yang sama. Saya berpesan bahwa hati-hati jangan sampai di saat petani kita panen nanti alasan lagi dengan kondisi kualitas gabah yang kurang bagus maka Bulog tidak mampu menyerap," tambahnya.

Berikutnya, Nur Aini meminta agar Bulog terus melakukan pengecekan pada perusahan besar yang menyimpan beras dengan skala besar. Hal ini penting dilakukan mengingat selama ini pengecekan dilakukan pada perusahan berskala kecil.

"Kalau saya lihat perusahaan-perusahaan yang memang dilacak oleh Bulog dan tim pangan nasional itu kan perusahaan yang pesan skala kecil-kecil. Apakah Bulog saat ini sudah memeriksa juga perusahaan besar?" katanya. (ADV)



Saksikan live streaming program-program BTV di sini


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI