Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Sektor Komoditas Diproyeksikan Jadi Pendorong Pertumbuhan IHSG 2023

Jumat, 9 Desember 2022 | 06:06 WIB
Oleh : Muhammad Ghafur Fadillah / FMB
Ilustrasi batu bara.

Jakarta, Beritasatu.com - Tahun depan, sektor komoditas diperkirakan kembali moncer berkat kenaikan harga batu bara, crude palm oil (CPO) dan komoditas lainnya di tengah perang Rusia dan Ukraina yang akan memasuki tahun kedua.

Senior Technical Portofolio Advisor Samuel Sekuritas Indonesia Muhammad Al Fatih mengatakan meski sempat terkoreksi, sektor komoditas terus mencatatkan pertumbuhan, terlebih selama 2021 dan 2022 sektor ini mendapatkan sentimen positif dari adanya perang Rusia dan Ukraina yang membuat harga komoditas semakin menguat. Ini juga diproyeksikan akan menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia dan juga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

“Faktornya adalah komoditi, kalau kita lihat komoditi sudah mulai koreksi, namun rata-rata harga komoditas pada tahun 2023 nanti akan lebih tinggi daripada harga rata-rata komoditas pada tahun 2021 dan 2022,” jelasnya dalam Economic and Capital Market Outlook 2023, Rabu (8/12/22).

Ia melanjutkan, salah satu konsumen terbesar batubara dari Indonesia adalah Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok sehingga secara long term komoditas ini masih menunjukan tren up channel. “Memang ada koreksi-koreksi terutama pada tahun 2020 lalu namun karena ada sentimen dari perang, so far masih dalam tren peningkatan jangka panjang,” ujarnya.

Selain batu bara, indeks juga akan diperkuat dengan komoditas CPO yang diperkirakan pada tahun depan harganya akan kembali lebih tinggi dari tahun 2022. Di sisi lain, potensi pembukaan kembali perekonomian Tiongkok. ”Hal ini menjadi salah satu faktor penguatan dari indeks Hong Kong, yakni Hang Seng dan juga bursa Shanghai Stock Exchange (SSC),” kata dia.

Ia melanjutkan, pada kuartal II dan III-2023 diproyeksikan kenaikan suku bunga akan segera meredam inflasi. Dengan begitu, indeks yang sebelumnya melemah mulai kembali bangkit dan indeks akan kembali stabil. “Di saat seperti itu IPO akan kembali ramai karena mereka sudah tenang, khususnya IPO perusahaan yang memiliki fundamental yang baik,” kata dia.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Investor Daily


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI