Logo BeritaSatu

Peluang Investasi Masih Terbuka di Tengah Ancaman Resesi

Sabtu, 10 Desember 2022 | 14:04 WIB
Oleh : Herman / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Berbagai lembaga memprediksi dan memberi peringatan akan kemungkinan terjadinya resesi yang diperkirakan dapat memangkas pertumbuhan ekonomi. Tantangan ekonomi tersebut tidak hanya dihadapi oleh Indonesia namun juga negara-negara lainnya.

Head of Distribution Sales BNP Paribas Asset Management Andy Chandra melihat peluang investasi di 2023 akan tetap terbuka di tengah adanya ancaman resesi ekonomi.

Advertisement

"Kita jangan terlalu pesimistis, namun tidak juga terlalu optimistis," ungkap Andy Chandra dalam webinar Market Outlook 2023 “Cuantastic Saat Resesi” yang digelar Phillip Sekuritas Indonesia, Sabtu (10/12/2022).

Menurut Andy, sebenarnya opportunity atau kesempatan ketika terjadinya resesi itu ada. Cash, aset-aset yang sifatnya safe haven akan diuntungkan.

"Orang akan cenderung ya ngapain ambil risiko, suku bunganya lagi tinggi, ambil saja risk free-nya, itu peluangnya. Karena ketika suku bunga cenderung diturunkan atau di-hold, di situ obligasi akan menarik, jadi obligasi juga akan menjadi cuan pada waktu itu,” imbuhnya.

Ketika banyak investor yang berbondong-bondong masuk ke obligasi, lanjut Andy, nantinya yield atau imbal hasilnya menjadi kecil. Obligasi lalu sudah tidak lagi dilihat sebagai instrumen investasi yang menarik, sehingga kemudian market mulai masuk ke saham.

“Kalau yield-nya yang mereka sekarang dari 3,5% tiba-tiba orang semua berbondong-bondong masuk karena melihat resesi, ada perlambatan, begitu semua orang masuk yield-nya jadi 2%. Ini sudah tidak menarik lagi, sehingga akan melirik pasar saham. Jadi, apa yang harus disiapkan ketika terjadi resesi? Jangan terlalu pesimistis dan optimistis, di tengah-tengah saja. Siapkah cash untuk melakukan pembelian secara bertahap, tetapi jangan terlalu agresif juga,” kata Andy.

Resesi sendiri dilihat Andy bukan suatu kondisi yang buruk. Secara umum resesi terjadi saat ekonomi di suatu negara tumbuh negatif pada dua kuartal beruntun.

“Kalau kita lihat, resesi ekonomi itu perlambatan pertumbuhan ekonomi dua kuartal berturut-turut, itu teoritikalnya. Jadi sebenarnya resesi bukan hal yang buruk, tidak juga. Karena akibat inflasi yang tinggi, itu harus direm dengan kenaikan suku bunga yang akhirnya memberikan dampak terhadap tingkat pertumbuhan atau GDP yang melambat,” kata Andy.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Jokowi Minta Bank Jangan Ragu Biayai Pembangunan Smelter

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta sektor perbankan tidak ragu agar menyalurkan pembiayaan/kredit untuk membangun smelter.

EKONOMI | 1 Februari 2023

Bursa Calon Gubernur BI: Perry Warjiyo Calon Kuat, Sri Mulyani Layak

Direktur Eksekutif Segara Research Institute Piter Abdullah menilai sosok Perry Warjiyo layak dipilih kembali sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI).

EKONOMI | 1 Februari 2023

Jokowi: Hilirisasi Tambah PDB Rp 10.485 Triliun

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa langkah hilirisasi yang kini sedang dilakukan akan mendatangkan banyak manfaat bagi Indonesia.

EKONOMI | 1 Februari 2023

Jokowi: Banyak Negara Berebut Ingin Investasi di Indonesia

Presiden Jokowi memaparkan banyak negara yang rebutan ingin berinvestasi di Indonesia karena pembangunan infrastruktur di Tanah Air merata.

EKONOMI | 1 Februari 2023

Bisnis Kemasan Diproyeksikan Cerah, Flexypack Jajal IPO

PT Solusi Kemasan Digital atau yang dikenal dengan FlexyPack berencana melakukan IPO 20% saham di harga Rp 162 per lembar.

EKONOMI | 1 Februari 2023

Jokowi Sindir Sekaligus Apresiasi Kinerja Bank Mandiri

Jokowi apresiasi laba Bank Mandiri tumbuh 47%, "tetapi jangan-jangan bunganya tinggi banget".

EKONOMI | 1 Februari 2023

Pengguna Mobil Listrik Ingin SPKLU Diperbanyak

Pengalihan kendaraan bermotor menjadi kendaraan listrik menjadi salah satu alternatif solusi yang tengah dirancang oleh pemerintah

EKONOMI | 1 Februari 2023

Minyakita Langka di Gowa, Harganya Tembus Rp 18.000

Untuk harga Minyakita juga mengalami kenaikan, yang awalnya dijual HET Rp 14.000 per liternya, kini naik menjadi Rp 15.000 hingga Rp 18.000 per liternya.

EKONOMI | 1 Februari 2023

Jokowi: Hilirisasi adalah Kunci Indonesia Menjadi Negara Maju

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut hilirisasi menjadi kunci yang dapat membuat Indonesia menjadi negara maju.

EKONOMI | 1 Februari 2023

BNI Ventures Raih Izin Usaha dari OJK

PT BNI Modal Ventura (BNI Ventures) akhirnya meraih izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai perusahaan modal ventura (PMV).

EKONOMI | 1 Februari 2023


TAG POPULER

# Serial Killer


# Mahasiswa UI Ditabrak


# Tukang Becak Bobol BCA


# Biaya Haji 2023


# Pembunuhan di Depok


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Surya Paloh Ungkap Suasana Pertemuan dengan Jokowi

Surya Paloh Ungkap Suasana Pertemuan dengan Jokowi

NEWS | 10 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE