Rabu, 29 Maret 2023

Dear Warga! Kuota Pertalite 2023 Ditambah Jadi 32,56 Juta KL

Mashud Toarik / WBP
Minggu, 8 Januari 2023 | 07:24 WIB

Jakarta, Beritasatu.com- Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyatakan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) tahun 2023, Jenis Bahan Bakar Tertentu (JBT) untuk minyak tanah (kerosene) sebesar 0,5 juta Kilo Liter (KL), minyak solar sebesar 17 juta KL. Sedangkan untuk Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP) atau kuota Pertalite sebesar 32,56 juta KL, atau naik dari 2022 sebesar 29,91 juta KL. Sebagai informasi, kuota Pertalite 2022 juga sudah naik 30% dari kuota awal 23,05 juta KL.

"Untuk JBKP (Pertalite) kuotanya mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, kurang lebih 2,6 juta KL, hal ini didasari oleh tren konsumsi bulanan BBM tahun 2022 yang sudah mendekati normal setelah mengalami penurunan saat pandemi," jelas Kepala BPH Migas, Erika Retnowati Sabtu (7/1/2023).

Erika menjelaskan perhitungan ini masih mengacu Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 191 Tahun 2014, yang belum menetapkan perincian konsumen pengguna dan titik serah untuk Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan.

Saat ini, BPH Migas dan para pemangku kepentingan lainnya sedang mengusulkan Revisi Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak, hal ini dimaksudkan agar JBT dan JBKP tepat sasaran.

Dalam penjelasannya, Erika menuturkan agar solar dan Pertalite dapat didistribusikan dengan tepat sasaran. Selain perbaikan regulasi melalui revisi Perpres 191/2014, juga ditingkatkan pengendalian penyaluran BBM dengan pemanfaatan teknologi informasi, melalui pendaftaran konsumen pada web subsidi tepat, yang juga dapat diakses melalui aplikasi My Pertamina.

Hal ini sesuai ketentuan dalam Perpres 191/2014 bahwa pendistribusian JBT dan JBKP dilakukan secara tertutup. Nantinya hanya konsumen yang terdaftar yang dapat dilayani untuk memperoleh JBT dan JBKP.

Sebagai gambaran, selama Januari-November 2022 realisasi penyeraan Pertalite sebesar 29,23 juta KL. Prognosa sampai dengan Desember 2022 sebanyak 29,48 juta KL, atau di bawah prognosa sebesar 29,91 juta KL.



Sumber: Investor Daily

Saksikan live streaming program-program BTV di sini


Bagikan

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

1035329
1035328
1035327
1035326
1035325
1035324
1035323
1035321
1035320
1035318
Loading..
Terpopuler Text

Foto Update Icon