Musim Panen Belum Tiba, Harga Beras Melonjak di Pasaran
Palu, Beritasatu.com- Harga beras di pasar berbagai daerah terus melonjak termasuk di Sulawesi Tengah (Sulteng). Kenaikan beras khusus di Kota Palu dipicu belum mulainya musim panen beras di petani.
Pemimpin Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Sulawesi Tengah, David Susanto, mengatakan, kenaikan harga mencapai hingga Rp 10 ribu per kilogram (kg). "Kalau harga bervariasi, paling murah ada yang Rp 9.000. Namun rata-rata harga yang paling murah itu Rp 10.000. Kalau beras Bulog dijual tidak boleh lebih dari HET (harga eceran tertinggi) Rp 9.450 per kg," kata David, Kamis (2/2/2023).
David mengakui, kenaikan harga beras karena kekurangan suplai di pasaran. Apalagi musim panen di Sulawesi Tengah awal tahun ini baru akan dimulai pada akhir Februari. Ada dua daerah penyuplai beras di Sulteng yakni Kabupaten Parigi Moutong dan Banggai.
Bulog, lanjut David, selanjutnya akan membentuk tim satuan kerja yang turun ke lapangan pada saat panen. Mereka nantinya bertugas membeli beras di penggilingan. Dengan langkah ini Bulog meyakini harga beras turun secara perlahan.
"Nanti harga beras turun, tetapi pelan-pelan karena pada bulan Maret juga bersamaan dengan puasa, April Lebaran," katanya.
David menambahkan, untuk mengendalikan kenaikan harga beras pihaknya sudah memasok beras kepara pedagang maupun turun langsung menggunakan mobil milik Bulog untuk menjual beras langsung.
Sumber: BeritaSatu.com
Saksikan live streaming program-program BTV di sini
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA TERKINI
Istana Maimun, Ikon Kota Medan yang Punya Nilai Sejarah Tinggi
Polisi Bekuk Pelaku Pencurian Mobil dengan Modus Parkir Valet
Kecelakaan di Lumajang, Korban dan Warga Setempat Sempat Cekcok
KPK Sebut Lukas Enembe Hanya 2 Hari Mogok Minum Obat
PAN Minta Larangan Bukber bagi Pejabat dan ASN Dimaknai Positif
Banjir, Jalan Utama di Soreang Bandung Nyaris Lumpuh
