OJK Catat Kredit Macet 21 Fintech Lending di Atas 5 Persen

Selasa, 7 Februari 2023 | 21:49 WIB
Prisma Ardianto / FER
Karyawan mengakses informasi perusahaan Fintech Lending yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada perangkat smartphone di Jakarta, Jumat (2/10/2020).

Jakarta, Beritasatu.com - Sebanyak 21 penyelenggara fintech lending mencatat pembiayaan bermasalah atau tingkat wanprestasi 90 hari (TWP 90) di atas 5%. Jika ditemukan bisnis tidak berkelanjutan, perusahaan terkait berpotensi mendapatkan sanksi tegas dari pihak regulator.

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ogi menyampaikan, penanganan terhadap penyelenggara fintech lending dengan pembiayaan bermasalah di atas 5% dilakukan sesuai dengan POJK 10/2022 tentang Layanan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (Fintech P2P Lending). Dalam hal ini OJK akan terlebih dahulu melakukan tindakan pengawasan (supervisory action).

"Jadi kita lihat bukan hanya TWP 90 saja, tetapi kondisi ekuitasnya, kemudian kondisi operasional perusahaan seperti apa? Nah (barulah) kita bisa melakukan tindakan-tindakan secara bertahap," ungkap Ogi dalam konferensi pers, Senin (6/2/2023).

Dia menerangkan, supervisory action yang dilakukan OJK itu akan menghasilkan kesimpulan tentang kondisi suatu perusahaan. Apabila indikator kesehatan perusahaan menunjukkan bisnis tidak berkelanjutan, maka OJK dapat memberikan tindakan yang lebih tegas terhadap beberapa perusahaan yang dimaksud.

"Terkait fintech lending dengan tingkat TWP 90 di atas 5%, posisi per akhir Desember 2022 itu berkurang menjadi 21 (penyelenggara)," beber Ogi.

Berdasarkan catatan Investor Daily, jumlah tersebut relatif menurun dibandingkan awal Desember 2022, dimana OJK sempat memberi perhatian khusus terhadap 22 entitas fintech lending dengan pembiayaan bermasalah di atas 5%. Adapun sampai saat ini terdapat sebanyak 102 penyelenggara fintech lending yang telah berizin OJK.

Dikutip dari laman salah satu fintech lending, memang tidak mudah untuk mempertahankan rasio TKB 90 di posisi ideal 650 hanya dari satu sisi saja. Penerima dana (borrower) yang bertanggung jawab dapat memaksimalkan pencapaian TKB 90 suatu perusahaan fintech lending.

Lebih lanjut, ada sejumlah strategi untuk fintech lending mewujudkan rasio TKB 90 tetap terjaga di level yang sesuai. Pertama dari sisi internal, tim bisnis dapat memilih segmen pasar dengan mengutamakan aspek kehati-hatian. Dengan begitu, borrower yang layak mendapatkan pendanaan adalah perusahaan-perusahaan dengan risikonya cukup minim dan memiliki karakteristik yang baik, sehingga ideal untuk didanai.

Kedua, tim analisis risiko melakukan analisis risiko dengan cermat sehingga menghindari borrower yang bermasalah atau tidak sesuai dengan RAC (Risk Acceptance Criteria). Analisis risiko ini termasuk dengan memahami karakter pemohon pinjaman, sehingga keseimbangan dan tingkat kepercayaan pun terwujud antara pihak terkait.

Ketiga, mengoptimalkan peran collection. Dalam hal ini, collection team dapat turut membantu proses teknis/operasional untuk meningkatkan kelancaran angsuran. Termasuk peran tim tersebut dalam rangka menagih apabila terdapat potensi ketidaksesuaian waktu pelunasan.



# Fintech Lending# OJK# Pinjaman Online# Pinjol# Beritasatu Bisnis
Bagikan

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI