Minggu, 26 Maret 2023

30% dari 57 Juta Pelaku Mikro Ditargetkan Raih Akses Perbankan

Imam Suhartadi / WBP
Kamis, 9 Februari 2023 | 13:02 WIB

Jakarta, Beritasatu.com– Pemerintah menargetkan pada 2024 sekitar 30% pelaku usaha mikro sudah bisa mendapatkan akses kredit perbankan. Adapun saat ini dari 57 juta pelaku usaha mikro, baru 12 juta atau sekitar 21% yang mendapatkan akses ke bank.

"UMKM kita masih di bawah negara-negara tetangga, seperti Jepang. Sebab usaha UMKM kita masih sangat kecil, berbeda dengan mereka yang sudah menengah," kata Direktur Sistem Manajemen Investasi Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Syafriadi yang diwakili Taufik Damhuri dalam Focus Group Discussion (FGD), di Jakarta, Rabu (8/2/2023).

Taufik menjelaskan, pemerintah terus mendorong kredit investasi untuk produksi.

Chief Economist PT Bank Permata Tbk Josua Pardede, Josua Pardede mengatakan, resesi ekonomi sangat berdampak pada semua negara. Bahkan inflasi di Amerika mencapai angka tertinggi saat ini, sehingga berdampak pada suku bunga perbankan.

Josua menuturkan, proyeksi 2023 ekonomi global akan turun. Hal ini dipengaruhi perlambatan ekonomi negara maju. Kendati, menurut dia, data IMF pertumbuhan ekonomi Indonesia positif. "Kita harus cermati pertumbuhan ekonomi global seperti di India, Amerika dan Tiongkok. Karena berpengaruh pada kebijakan ekonomi dalam negeri seperti ekspor misalnya," tuturnya.

Di tempat yang sama anggota Komisi XI DPR Kamrussamad mengatakan, dampak pandemi Covid-19 bukan hanya pada bidang kesehatan, tetapi juga bidang ekonomi. Dari pandemi, Indonesia bisa belajar mencari sumber pendanaan. Salah satunya untuk kebijakan fiskal. Selain itu, dari pandemi ada hikmah positif, sistem keuangan bertransformasi ke digital.

Dalam kesempatan yang sama anggota Komisi XI DPR Eriko Satarduga mengatakan, kondisi pandemi Covid-19 telah memaksa seluruh elemen masyarakat berubah melakukan aktivitasnya. Maka proses digitalisasi tak bisa terhindarkan. Penggunaan gawai tak harus melihat aktivitas netizen di saluran media sosial, melainkan bisa memanfaatkan teknologi digital untuk melakukan wirausaha.

Selain bentuk pemasaran yang sudah dilakukan digitalisasi, pembayaran digital melalui fasilitasi penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di pasar-pasar dan pusat perbelanjaan telah diberlakukan. "Di awal tahun 2020 baru ada sekitar 600.000 penggunaanya. Namun di akhir tahun 2022 sudah ada 30 juta. 20 setengah juta adalah UMKM. UMKM kita 64 juta, berarti 30% atau hampir sepertiga sudah dihubungkan dengan QRIS," ujar Eriko.

Sementara Direktur Utama PT Indonesia Digital Pos, Syarif Hidayatullah mengingatkan agar potensi resesi global harus dihadapi dengan semangat optimistis.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini


Bagikan

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

1034757
1034756
1034755
1034754
1034752
1034751
1034750
1034748
1034745
1034746
Loading..
Terpopuler Text

Foto Update Icon