2015, perusahaan CPO bersertifikat ISPO

2015, perusahaan CPO bersertifikat ISPO
Produksi sawit/Antara
Senin, 26 September 2011 | 18:56 WIB

Untuk diakui Eropa perlu kerja keras.

Kementerian Pertanian [Kemtan] menargetkan, pada 2015 semua perusahaan kelapa sawit di Indonesia sudah memiliki sertifikat Indonesia Sustainable Palm Oil [ISPO].

Pada tahun ini diharapkan 10 perusahaan sudah memperoleh sertifikat itu.

"Sejauh ini sudah 7 perusahaan," ujar Direktur Tanaman Tahunan Kemtan, Rismansyah Danasaputro, di Jakarta, hari ini.

Diakuinya, jumlah itu memang jauh dari harapan ideal mengingat total perusahaan kelapa sawit di tanah Air mencapai 2.000 perusahaan. Untuk mencapai target tersebut memang dibutuhkan kerja keras.

Menurut dia, ISPO tidak jauh berbeda dengan sertifikasi kelapa sawit versi Eropa yakni Roundtable on Sustainable Palm Oil [RSPO]. Sayangnya hingga kini, sertifikat kelapa sawit ramah lingkungan asal Indonesia itu belum diakui penuh. Namun pemerintah terus melakukan pendekatan kepada negara-negara Eropa untuk mengakui ISPO.

"Masih ada keraguan mengenai standar ISPO kita di negara-negara Eropa. Kita perlu meyakinkan kalau ISPO memenuhi kriteria pembangunan minyak kelapa sawit yang berkelanjutan," tambahnya.