Ketua BPS: Inflasi September Jauh Lebih Rendah dari Agustus

Ketua BPS: Inflasi September Jauh Lebih Rendah dari Agustus
Ilustrasi petani dan tanaman kedelai. ( Foto: Antarafoto )
Ridho Syukro / WBP Rabu, 25 September 2013 | 16:36 WIB

Jakarta - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin memperkirakan laju inflasi bulan September jauh lebih rendah dibandingkan inflasi bulan Agustus yang mencapai 1,12%.

Turunnya sejumah komoditas menjadi pemicunya.

Suryamin menjelaskan, harga delapan komoditas dari 20 komoditas inti yang dipantau BPS mengalami penurunan sehingga mempengaruhi laju inflasi pada September. Adapun dua komoditas yang harganya masih tinggi yaitu kedelai dan emas.

"September kemungkinan terjadinya inflasi masih ada, tetapi jauh lebih rendah jika dibandingkan Agustus," ujar dia saat ditemui dalam acara "Dialog BPS Mengenai Data BPS Untuk Mencerdaskan Bangsa" di Swiss Bell Hotel, Jakarta, Rabu (25/9).

Dia menjelaskan berdasarkan pantauan BPS, delapan komoditas yang mengalami penurunan di 66 kota antara lain harga daging sapi, minyak goreng, cabe, bawang merah, dan bawang putih, sedangkan harga tempe dan tahu masih mahal menyusul tingginya harga kedelai.

Dia mengatakan salah satu penyebab tingginya harga kedelai karena mayoritas masih impor, sedangkan nilai tukar rupiah masih melemah sehingga menyebabkan harga kedelai melonjak.

"Harga kedelai masih tinggi makanya mempengaruhi inflasi pada September, tapi secara umum inflasinya stabil dan tidak tinggi," ungkap dia

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Kecuk Hariyanto memperkirakan laju inflasi September masih dalam koridor yang aman dan lebih rendah dari laju inflasi Agustus.

Menurutnya, memasuki September harga komoditas pangan andalan seperti bawang merah, bawang putih dan cabai sudah mengalami penurunan ditambah dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sudah tidak terasa lagi.

Dia mengatakan kemungkinan puncak inflasi akan terjadi lagi pada bulan Desember karena saat itu ada Natal dan tahun baru. Jika inflasi Desember tinggi, maka inflasi yang ditargetkan pemerintah sebesar 7,2% dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2013 akan terlampaui karena laju inflasi Januari-Agustus saja sudah mencapai 8,79%

Kecuk mengatakan, agar inflasi tetap terkendali, maka menjaga pasokan pangan dan harga pangan adalah solusi paling ampuh yang dilakukan pemerintah. Jika harga dan pasokan pangan sudah aman, maka inflasi dapat diredam.

Lihat Juga Video BPS Prediksi Inflasi September Menurun

Sumber: Investor Daily