Kemudahan Visa Hasilkan Kontribusi US$ 89 Juta

 Kemudahan Visa Hasilkan Kontribusi US$ 89 Juta
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan belakang) dan Presiden Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Xi Jinping (kiri belakang) menyaksikan pertukaran naskah Nota Kesepahaman tentang kerja sama pariwisata antara Kementerian Pariwasata dan Ekonomi Kreatif RI dengan Administrasi Pariwisata Nasional Tiongkok yang ditandatangani oleh Menparekraf Mari Elka Pangestu (kedua kanan) dan Menlu Tiongkok Wong Yi di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (2/10). ( Foto: Antara / Andika Wahyu )
Novy Lumanauw / FER Sabtu, 5 Oktober 2013 | 06:54 WIB

Nusa Dua - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu menyatakan, kemudahan pengurusan visa bagi wisatawan antar ekonomi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (Asia Pacific Economic Cooperation/APEC) berpotensi menghadirkan pemasukan sebesar US$89 juta dan membuka 2,6 juta lapangan kerja baru di 21 negara anggota APEC.

Saat ini, 21 ekonomi yang tercatat sebagai anggota APEC adalah Australia, Brunei Darussalam, Kanada, Cile, Tiongkok, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Filipina, Peru, Papua Nugini, Rusia, Singapura, Taiwan, Thailand, Amerika Serikat, dan Vietnam.

Kerja sama di lingkup APEC bersifat nonpolitis, yang ditandai dengan keanggotaan Hong Kong dan Taiwan. Selain itu, bentuk kerja sama difokuskan pada ekonomi, perdagangan, dan investasi.

Selain ke-21 ekonomi, APEC juga memiliki tiga anggota pengamat (observer) yang terdiri atas Sekretariat ASEAN, Dewan Kerja Sama Ekonomi Pasifik (Pacific Economic Cooperation Council/PECC), dan Sekretariat Forum Kepulauan Pasifik (Pacific Islands Forum/PIF).

Laporan dari Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO) dan World Travel & Tourism Council (WTTC) menyebutkan pada tahun 2016, kemudahan pengurusan visa bagi wisatawan antarekonomi APEC berpotensi membuka 2,6 juta lapangan kerja baru dan pemasukan US$89 juta dari 57 juta wisatawan di Asia Pasifik.

"Memang banyak tantangan untuk membangun kerjasama lintasfora di bidang pariwisata, keuangan, bea cukai, imigrasi, keamanan, perhubungan, dan otoritas bandara. Kami berharap pada forum APEC akan dihasilkan rencana aksi pengurusan visa dan perjalanan,” kata Mari di Nusa Dua, Bali, Jumat (4/10) malam.

Mari mengakui bahwa sektor pariwisata memainkan peranan penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di kawasan Asia Pasifik. Hal itu juga diakui jpara pemimpin APEC, yang ditandai peluncuran APEC Travel Facilitation Initiative pada tahun 2011 lalu.

Hal senada juga diungkapkan Sekretaris Jenderal UNWTO Taleb Rifai. Dia berharap para pemimpin ekonomi APEC dapat melihat potensi-potensi ekonomi yang muncul dari kemudahan pengurusan visa wisatawan.

"Kemudahan pengurusan visa dapat mendatangkan manfaat sosial-ekonomi, baik dari segi pendapatan, maupun penyerapan tenaga kerja akibat pertumbuhan permintaan wisata,” katanya.

Sumber: Investor Daily
CLOSE