DBS Bank Proyeksikan Ekonomi Indonesia Pada Level 5,8 %
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

DBS Bank Proyeksikan Ekonomi Indonesia Pada Level 5,8 %

Minggu, 10 November 2013 | 14:07 WIB
Oleh : Ridho Syukro / MUT

Jakarta - DBS Bank memperkirakan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2013 berada pada level 5,8% year on year. Economist Group Research DBS Bank untuk Indonesia, Thailand dan Filipina, Gundy Cahyadi mengatakan faktor utama penyebab melemahnya pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah surutnya laju investasi di dalam negeri.

Jika merujuk pada tingginya laju investasi pada 2012, perlambatan iklim investasi tahun 2013 sebenarnya tidak terlalu mengherankan. Menurutnya perlambatan iklim investasi pada tahun ini disebabkan oleh pendapatan negatif (negative income effect) karena pelemahan nilai tukar rupiah.

"Pelemahan nilai tukar rupiah merupakan salah satu faktor yang menyebabkan melambatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia sehingga mempengaruhi laju iklim investasi," kata Gundy kepada Investor Daily, di Jakarta, Sabtu (9/11).

Dia memproyeksikan pertumbuhan iklim investasi masih akan melambat pada 2014 karena ketidakpastian di pasar finansial serta dampak kenaikan suku bunga yang dilakukan Bank Indonesia pada 2013.

Satu-satunya faktor positif dari perekonomian Indonesia adalah masih kuatnya pertumbuhan konsumsi domestik di Indonesia. Di mana pertumbuhan konsumsi domestik meningkat ke 5,5% year on year di kuartal III dari sebelumnya 5,1%. Gundy mengatakan kontribusi dari pertumbuhan konsumsi domestik terhadap pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) juga berada di atas 50%.

" Ini merupakan kenyataan bahwa pertumbuhan konsumsi domestik masih merupakan pilar penting bagi perekonomian Indonesia," ujar Gundy.

Pertumbuhan konsumsi domestik masih akan terus tumbuh positif di beberapa kuartal ke depan karena tingkat keyakinan konsumen terlihat membaik di bulan Oktober. Menurut Gundy, konsumsi akan meningkat pada periode pra pemilu.

Selain itu tuntutan kenaikan upah buruh juga dapat mempengaruhi meningkatnya pendapatan mereka di tahun 2014 karena tuntutan tersebut merupakan faktor penunjang tingginya pertumbuhan konsumsi domestik di Indonesia.

" Kami memprediksi pertumbuhan eekonomi Indonesia tahun depan berada pada level 6% bukanlah sesuatu yang mustahil," ungkap Gundy.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily


BERITA LAINNYA

Meski IHSG Ambles 71 Poin, KIAS Kasih Cuan Tinggi

KIAS jadi saham paling cuan (top gainers) pascaharganya melesat 26% saat IHSG melemah.

EKONOMI | 20 September 2021

Presiden Ingatkan Industri Mebel Kedepankan Pembangunan Berkelanjutan

Presiden sebut komitmen pembangunan berkelanjutan tidak kalah pentingnya dari kualitas produk mebel yang dihasilkan.

EKONOMI | 20 September 2021

379 Saham Turun, IHSG Sesi Siang Terpangkas 71 Poin ke 6.061

IHSG pada sesi I siang Senin (20/9/2021) melemah 71,8 poin (1,17%) ke level 6.061.

EKONOMI | 20 September 2021

PPKM Dilonggarkan, Bahana Proyeksi IHSG Tembus 6.500 di Akhir Tahun

Pelonggaran PPKM berimbas positif pada pemulihan ekonomi di kuartal IV 2021 terutama di sektor riil dan bursa saham.

EKONOMI | 20 September 2021

Pasar Cermati Sentimen Surplus Neraca Perdagangan Agustus

Pelaku pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mencermati sentimen positif tren surplus neraca perdagangan bulan Agustus.

EKONOMI | 20 September 2021

Resmikan Rusun Pasar Rumput, Jokowi Harap Warga Mudah Beraktivitas Ekonomi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan rumah susun (Rusun) Pasar Rumput, Jakarta.

EKONOMI | 20 September 2021

Waskita Karya Restrukturisasi Utang Rp 29,2 Triliun dari 21 Bank

PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) berhasil bernegosiasi dengan 21 bank pada proses restrukturisasi utang dengan total Rp 29,2 triliun.

EKONOMI | 20 September 2021

Rupiah dan Mata Uang Asia Terkoreksi Pagi Ini

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.251-Rp 14.274 per dolar AS.

EKONOMI | 20 September 2021

Teknologi Keamanan Dukung Bisnis Finansial Go Digital

Keamanan jaringan dan ICT solution sangat penting untuk terlindung dari upaya peretasan yang merugikan bisnis dan nasabah.

EKONOMI | 20 September 2021

Bagaimana Gerak IHSG? Cermati WEGE, BRIS, UNTR, dan EXCL

IHSG berpeluang menguat ke level 6.170 apabila mampu bertahan di atas level support 5.982, 5.938 dan resisten 6.170 dan 6.263.

EKONOMI | 20 September 2021


TAG POPULER

# Myanmar


# Napoleon Bonaparte


# Mourinho


# Manchester United


# KKB



TERKINI
Surat Terbuka Napoleon Bonaparte Justru Bantu Penyidik Ungkap Motif Aniaya Muhammad Kece

Surat Terbuka Napoleon Bonaparte Justru Bantu Penyidik Ungkap Motif Aniaya Muhammad Kece

MEGAPOLITAN | 6 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings