HSBC Bank: Krisis 2008 Terulang Lagi pada Kuartal III 2013
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

HSBC Bank: Krisis 2008 Terulang Lagi pada Kuartal III 2013

Minggu, 10 November 2013 | 15:55 WIB
Oleh : Ridho Syukro / FMB

Jakarta - HSBC Bank menyatakan perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2013 sebesar 5,6 persen lebih banyak disebabkan oleh pengaruh kondisi perekonomian global yang masih belum stabil.

Perlambatan perekonomian tersebut merupakan pertumbuhan ekonomi terendah yang pernah dicapai Indonesia, sebelumnya perekonomian Indonesia pernah mencapai level 5 persen pada 2008, setelah 2008 perekonomian Indonesia selalu stabil di 6 persen.

HSBC Bank Asean Economist Su Sian Lim mengatakan pada awalnya HSBC bank memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2013 berada pada level 5,5 persen, perkiraan itu muncul karena kondisi perekonomian global masih belum pulih sehingga berdampak pada penurunan kinerja ekspor Indonesia.

Dia menjelaskan realisasi penyerapan belanja pemerintah pada kuartal III juga sangat kecil dimana realisasi penyerapan belanja pemerintah hanya 0,6 persen. Menurut dia minimnya realisasi penyerapan belanja pemerintah juga mempengaruhi laju pertumbuhan ekonomi nasional.

Dia mengatakan satu-satunya yang masih menjadi fundamental perekonomian Indonesia adalah kuatnya permintaan domestik meskipun pemerintah menaikan harga Bahan Bakar Minyak bersubsidi pada pertengahan Juni lalu,

" Permintaan domestik di Indonesia cukup kuat dapat dilihat dari tingkat pertumbuhannya sebesar 5,5 persen year on year, permintaan domestik inilah yang sangat kuat menopang perekonomian Indonesia," ujar dia dalam siaran persnya yang diterima Investor Daily, di Jakarta, Minggu (10/11).

Su menuturkan kinerja ekspor Indonesia juga terlihat semakin melambat, pada kuartal III kontribusi kinerja ekspor terhadap PDB hanya 1,1 persen. Menurut dia kinerja ekspor bisa saja meningkat asalkan pemerintah merubah pola ekspor dengan mengandalkan produk produk yang bernilai tambah dan mencari pasar baru tujuan ekspor.

Dia menjelaskan pada kuartal III sembilan sektor perekonomian juga mengalami perlambatan jika dibandingkan dengan kuartal II yaitu pertanian tumbuh 3,0 persen dari 3,2 persen, manufaktur 4,9 persen dari 5,8 persen, konstruksi 6,2 persen dari 6,9 persen, perdagangan 6,0 persen dari 6,5 persen, transportasi dan komunikasi 10,5 persen dari 11,5 persen.

Su mengatakan pemilihan umum juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian, jika pemilu berjalan lancar maka akan bisa mendongkrak perekonomian sebesar 0,5 persen.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Siang Ini Rupiah Turun di Tengah Bervariasinya Mata Uang Asia

Transaksi rupiah siang ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.256-Rp 14.270 per dolar AS.

EKONOMI | 28 September 2021

Sesi Siang, IHSG Turun Tipis Menuju 6.119

IHSG pada sesi I siang Selasa (28/9/2021) melemah 2,5 poin (0,04%) ke level 6.119.

EKONOMI | 28 September 2021


Setelah Kasus Evergrande, Tiongkok Dihantam Krisis Energi

Setelah kasus gagal bayar Evergrande, kali ini Tiongkok mengalami krisis energi.

EKONOMI | 28 September 2021

Analis Prediksi LPKR Raih Pra-Penjualan Rp 4,2 Triliun

Analis memprediksi PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) sanggup meraih pra-penjualan Rp 4,2 triliun.

EKONOMI | 28 September 2021

IHSG Rawan Terkoreksi, Simak Saham Pilihannya

Support IHSG berada di 5.996, 5.982 dan level resisten berada di 6.170, 6.263.

EKONOMI | 28 September 2021

Awal Sesi, Rupiah dan Mata Uang Asia Terkoreksi

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.257-Rp 14.270 per dolar AS.

EKONOMI | 28 September 2021

Awali Perdagangan IHSG di Sekitar Garis Datar

Pukul 09.10 WIB, IHSG naik 2,0 poin (0,05%) menjadi 6.125.

EKONOMI | 28 September 2021

KSPSI: Hampir 100% Buruh di Bekasi Sudah Divaksin

KSPSI dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus menggenjot vaksinasi Covid-19 gratis bagi para buruh.

EKONOMI | 28 September 2021

Presiden Tanam Mangrove Bersama Masyarakat di Riau dan Kepri

Presiden Jokowi akan menanam mangrove di Provinsi Riau dan Provinisi Kepulauan Riau (Kepri).

EKONOMI | 28 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Jalur Puncak 2


# PSI


# SBY


# PKI



TERKINI
Sekjen PBB Serukan Senjata Nuklir Dimusnahkan

Sekjen PBB Serukan Senjata Nuklir Dimusnahkan

DUNIA | 7 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings