Pembangunan PLTU Cirebon Unit 2 Ditargetkan Pertengahan 2014

Pembangunan PLTU Cirebon Unit 2 Ditargetkan Pertengahan 2014
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Swasta Cirebon ( Foto: Herman/Beritasatu.com )
Herman Kamis, 5 Desember 2013 | 18:27 WIB

Jakarta - Proses pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cirebon Unit 2 hingga saat ini masih menunggu hasil negosiasi harga listrik dan juga masalah teknis lainnya dengan PT PLN (Persero).

Wakil Direktur PT Cirebon Electric Power, Eddy Junaedy Danu mengatakan, pihaknya saat ini juga mulai melakukan negosiasi kontrak jual beli listrik (power purchase agreement/PPA) dengan PLN.

"Targetnya awal tahun 2014 sudah selesai semua, dan kita berharap bisa mulai konstruksi pada pertengahan 2014. Janji kita ke PLN, kalau mereka setuju dengan kontrak yang kita ajukan, pada awal 2018 nanti listriknya sudah bisa menyala," kata Eddy Junaidy saat ditemui di kantor PLTU Swasta Cirebon di Cirebon, Kamis (5/12).

Dijelaskan Eddy, lamanya proses negosiasi kontrak PPA dengan PLN lantaran megaproyek ini berkaitan dengan pinjaman dari luar negeri. 

Japan Bank for International Cooperation (JBIC) dan The Export-Import Bank of Korea (Korea EximBank) telah bersedia memberi pinjaman untuk pembangunan PLTU Cirebon Unit II. Pemenuhan pembiayaan (financial close) ini ditargetkan selesai pertengahan tahun 2014.

"Memang banyak sekali yang harus dibicarakan, misalnya tanggung jawab PLN dan investor, bagaimana misalnya kalau listrik kita sudah jadi, tapi ternyata PLN tidak siap menerima listrik, atau bila ternyata kitanya yang belum siap. Hal yang didiskusikan juga menyangkut denda seperti apa yang akan diberlakukan. Proyek ini kan menyangkut pendanaan dari luar negeri, mereka juga butuh persyaratan dan jaminan dari kita, sehingga memang tidak bisa
cepat," jelas dia.

Pengerjaan PLTU Cirebon Unit 2 dengan kapasitas 1.000 Mega Watt (MW) ini akan dilakukan oleh konsorsium yang sama dengan PLTU Cirebon Unit 1, yakni oleh PT Cirebon Electric Power dengan mekanisme Independent Power Producer (IPP). Konsorsium terdiri atas Indika Energy Tbk, Marubeni Corporation, Korea Midland Power Company, dan Santan Co.Ltd. Menurut Eddy, anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan PLTU unit 2 sekitar US$ 2 miliar.

"Pembangunan PLTU Cirebon Unit 2 ini juga akan dilakukan di area yang sama dengan PLTU Cirebon Unit 1 di Desa Kanci, Cirebon. Saat ini kita memiliki lahan 100 hektar dan masih ada 60 hektar lagi yang bisa dipakai," ungkap dia.

Dari sisi teknologi, PLTU Cirebon Unit 2 ini menurutnya akan lebih maju dibandingkan dengan unit 1. "Kalau unit 1 kita pakai supercritical dengan panas sekitar 560 derajat celcius, sedangkan unit 2 kita pakai ultra supercritical dengan panas sekitar 600 derajat celcius. Semakin tinggi panasnya, tekanan uapnya akan lebih tinggi lagi dan itu diperlukan untuk memutar turbin. Makin tinggi tekanananya, proses produksi akan lebih efisien, bersih dan juga lebih hemat," jelas Eddy.