Pemerintah Klaim Telah Salurkan KUR Sebesar Rp137 Triliun

Pemerintah Klaim Telah Salurkan KUR Sebesar Rp137 Triliun
Syarief Hasan. ( Foto: ANTARA FOTO )
Agustiyanti Rabu, 15 Januari 2014 | 18:18 WIB

Jakarta - Pemerintah mengaku telah menyalurkan KUR sebesar Rp137 triliun. Menteri Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Syarief Hasan menuturkan, sejak program itu digulirkan hingga akhir Desember 2013, KUR telah tersalurkan kepada sekitar 10 juta UMKM, dengan total penyaluran kredit mencapai Rp137 triliun. Sepanjang tahun 2013 sendiri, menurut dia, pemerintah telah menyalurkan KUR sebanyak Rp36,5 triliun, atau melampaui target yang telah ditetapkan sebesar Rp36 triliun.

"Tahun 2014, kita targetkan penyaluran KUR sebesar Rp38 triliun, dengan catatan diversifikasi skema kredit yang semula KUR hanya untuk modal kerja, menjadi dapat dimanfaatkan untuk investasi. Dengan demikian, bisa meningkatkan kesempatan ke wirausaha, karena juga tidak dibutuhkan agunan," ujar Syarief, di Jakarta, Rabu (15/1).

Menurut Syarief, plafon penyaluran KUR juga ditetapkan sebesar Rp20 juta, atau tidak terdapat perubahan pada aturan terkait plafon. Hal tersebut menurutnya sesuai dengan hasil evaluasi pemerintah, di mana pemerintah saat ini lebih akan menekankan penyaluran KUR pada penyerapannya.

Sementara itu, menurut Syarief pula, rata-rata rasio kredit macet (non performing loan) pengaluran KUR secara keseluruhan, saat ini masih cukup bagus, yakni berada di bawah 3% untuk NPL nett dan berada di bawah 5% untuk NPL gross. "Pada dasarnya menurut pemerintah, NPL KUR saat ini masih dalam tahap aman," terangnya.

Namun, Syarief mengakui, NPL penyaluran KUR oleh BPD saat ini masih cukup tinggi. Meski demikian menurutnya, hal tersebut sejauh ini tidak menimbulkan masalah, karena memang penyaluran KUR tersebut dijaminkan oleh pemerintah.

"BPD memang agak tinggi, karena ada 26 BPD yang kita juga beri otoritas penyaluran kredit KUR. Tapi memang BPD ini lebih banyak channeling. Tapi kan KUR ini dijaminkan pemerintah. Jadi bisa diklaim, dan klaim itu akan menurunkan NPL mereka," ungkapnya.

Sedangkan untuk suku bunga KUR, menurut Syarief, pada tahun ini diputuskan tetap akan berada pada kisaran 0,9% untuk kredit mikro per bulan dengan tarif flat. Hal ini menurutnya dilakukan guna memudahkan pengusaha yang membutuhkan pinjaman dengan jangka waktu yang pendek.

"Karena memang kadang mereka butuh pinjaman hanya 1 bulan, 3 bulan, atau 6 bulan," terang Syarief.

 

Sumber: Investor Daily