Apegti: Ratusan Ribu Ton Gula Rafinasi Merembes ke Pasar Konsumsi
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Apegti: Ratusan Ribu Ton Gula Rafinasi Merembes ke Pasar Konsumsi

Senin, 20 Januari 2014 | 17:11 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / FMB

Jakarta - Asosiasi Pengusaha Gula Terigu Indonesia (Apegti) meminta Kementerian Perdagangan (Kemendag) agar serius memberikan sanksi kepada perusahaan industri rafinasi yang jelas terbukti melakukan perembesan gula rafinasi yang seharusnya diperuntukkan untuk industri.

Ketua Apegti, Natsir Mansyur, di Jakarta, Senin (20/1), mengatakan, gula rafinasi ini diperuntukan untuk kebutuhan industri makanan minuman, bukan untuk konsumsi.

Natsir menegaskan, gula rafinasi tidak boleh dikonsumsi langsung. Perundang-undangan seperti Inpres, serta Keputusan Menperindag 527 sudah jelas memberikan sanksi hukum pidana ekonomi apabila gula rafinasi masuk pasaran umum (merembes).

"Jadi kalau Kemendag dan Kemenperin hanya memberikan sanksi administrasi itu perlu dipertanyakan. Apalagi perembesan ini sudah tiga tahun berturut turut. Jika terus begini bukan insidentil namanya tapi penjualan terencana,” kata Natsir.

Menurut dia, perembesan gula rafinasi mempengaruhi industri gula kristal putih (GKP) untuk konsumsi sehingga berdampak negatif terhadap para petani tebu. “Pabrik gula kristal putih konsumsi tutup, minat pengusaha bangun pabrik gula komsumsi tidak ada, swasembada gula tidak tercapai. Pengusaha gula konsumsi anggota Apegti tutup usaha, karena tidak mampu bersaing dengan gula rafinasi yang lebih murah. Penyelundupan gula konsumsi di perbatasan pun tetap terjadi,” ungkap Natsir.

Berdasarkan laporan anggota Apegti, jumlah gula rafinasi yang merembes mencapai 850.000 ton (2013) dan 650.000 ton (2012). Sementara menurut Kemendag temuan perembesan gula rafinasi itu sudah terjadi penurunan.

“Bagi Apegti perembesan gula rafinasi turun atau naik ini adalah menyalahi aturan yang ada. Pencabutan izin dan sanksi pidana ekonomi jelas, supaya ada efek jera,” kata Natsir.

Perembesan yang terjadi, tambah dia, dapat merontokkan industri gula kristal putih untuk konsumsi. Pihaknya berharap agar Dewan Gula Indonesia lebih aktif merespon perembesan ini. “Kalau tidak peka sebaiknya DGI dibubarkan saja,” kata dia.

Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

PLN Kembali Fungsikan Pembangkit Listrik Bertenaga Sawit

Penggunaan sawit sebagai bahan bakar mengurangi ketergantungan BBM, impor, dan ramah lingkungan

EKONOMI | 20 Januari 2014

Rupiah Menguat Tipis 25 Poin di BCA

Nilai tukar rupiah ada pada posisi kurs beli Rp 11.950 per dolar AS dan kurs jual Rp 12.250.

EKONOMI | 20 Januari 2014

Harga Produk Daihatsu Naik, Ayla Tetap Bertahan

ADM sebagai mitra pemerintah dalam program LCGC ini berkomitmen menjaga harga Ayla paling tidak hingga setahun ke depan.

EKONOMI | 20 Januari 2014

Apindo Minta Kenaikan Tarif Listrik Dilakukan Bertahap Hingga 3 Tahun

"Kami sepakat dengan ada penaikan tarif. Tetapi lakukan secara bertahap saja. Kalau dinaikkan dalam satu tahun ini, kami tidak sanggup," kata Sofjan.

EKONOMI | 20 Januari 2014

Banjir Melanda Indonesia, Pemerintah Optimistis Inflasi Terkendali

Ekonom Fauzi Ichsan memperkirakan banjir bisa mengangkat inflasi di atas 1 persen

EKONOMI | 20 Januari 2014

Pertama di Perusahaan Kertas, IKPP Raih Sistem Jaminan Halal

Indah Kiat Pulp & Paper Tbk - Serang Mill dinilai telah menerapkan SJH dengan sangat baik, atau kategori A.

EKONOMI | 20 Januari 2014

Firmanzah: Pemilu 2014, Ekonomi Indonesia Tetap Tumbuh

Berkaca dari tahun Pemilu sebelumnya,2004, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,13 persen.

EKONOMI | 20 Januari 2014

Kurs Jual Rupiah di BRI Cenderung Melemah

Data call center BRI pukul 13.30 WIB, rupiah berada pada posisi kurs beli Rp 12.070 per dolar AS, sementara posisi kurs jual Rp 12.180 per dolar AS.

EKONOMI | 20 Januari 2014

Imbas Banjir, PLN Padamkan 440 Gardu Distribusi Jakarta dan Tangerang

Pelanggan PLN untuk memastikan semua peralatan elektronik maupun instalasi dalam keadaan kering, jangan sampai air masih menempel di peralatan tersebut.

EKONOMI | 20 Januari 2014

Larangan Ekspor Mineral Pengaruhi Defisit Transaksi Berjalan 0,3%

Dengan kebijakan larangan ekspor ini tetap membuat neraca transaksi berjalan mengalami defisit, namun masih bisa dikendalikan.

EKONOMI | 20 Januari 2014


TAG POPULER

# Bumi Cikarang Makmur


# Lockdown Lokal


# Ebrahim Raisi


# Varian Delta


# India



TERKINI

The Hitman's Wife's Bodyguard Kuasai Puncak Box Office

HIBURAN | 7 menit yang lalu










TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS