Pemerintah Minta Kadin dan Apindo Tidak Tahan Investasi
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 478 (-0)   |   COMPOSITE 5970 (-5)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1399 (2)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 167 (-0)   |   IDX30 472 (-0)   |   IDX80 128 (-0)   |   IDXBASIC 1238 (-5)   |   IDXBUMN20 362 (-1)   |   IDXCYCLIC 737 (0)   |   IDXENERGY 740 (1)   |   IDXESGL 129 (-0)   |   IDXFINANCE 1333 (-3)   |   IDXG30 133 (-0)   |   IDXHEALTH 1280 (3)   |   IDXHIDIV20 418 (-0)   |   IDXINDUST 960 (-1)   |   IDXINFRA 873 (1)   |   IDXMESBUMN 103 (-0)   |   IDXNONCYC 731 (0)   |   IDXPROPERT 875 (0)   |   IDXQ30 135 (-0)   |   IDXSMC-COM 281 (0)   |   IDXSMC-LIQ 334 (-0)   |   IDXTECHNO 3345 (-4)   |   IDXTRANS 1045 (-2)   |   IDXV30 126 (-0)   |   INFOBANK15 959 (-2)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 407 (-0)   |   ISSI 175 (0)   |   JII 573 (0)   |   JII70 204 (-0)   |   KOMPAS100 1132 (-2)   |   LQ45 888 (-1)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1591 (-2)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 302 (-0)   |   PEFINDO25 291 (1)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-0)   |   SRI-KEHATI 341 (-0)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pemerintah Minta Kadin dan Apindo Tidak Tahan Investasi

Selasa, 21 Januari 2014 | 13:38 WIB
Oleh : Wahyu Sudoyo / WBP

Jakarta – Pemerintah meminta agar para pengusaha tidak menahan investasi pada tahun 2014 ini di tengah perhelatan politik lima tahunan memilih anggota legislatif (DPR) dan Presiden.

Pemerintah menilai banyak kesempatan berinvestasi di berbagai sektor potensial seiring pertumbuhan ekonomi dan perubahan gaya hidup masyarakat.

"Saya meminta para pelaku usaha domestik kita, terutama di Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), untuk jangan terlalu menahan diri melakukan investasi walaupun ini tahun politik tapi saya mengatakan juster oportunity ada di dalam challenge tersebut,” kata Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Hatta Rajasa dalam acara Indonesia Investor Forum 2013 bertajuk “Pemerintah, Investor Dan Masyarakat Demi Kesejahteraan Bersama, Solusi atas Kegelisahan Investor dan Masyarakat Menyongsong Tahun Politik 2014” di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (21/1).

Hatta menjelaskan tren investasi di Indonesia terus menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun ke tahun. Dia mencontohkan pada 2004, total investasi baru sebesar Rp 56,63 triliun. Rinciannya, penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp 30,6 triliun dan penanaman modal asing (PMA) sebesar US$ 9 miliar.

Kemudian meningkat pada 2009 menjadi Rp 135,1 triliun yang terdiri atas Rp 37,8 triliun untuk PMDN dan PMA US$10 miliar, lalu pada 2012 meningkat jadi Rp 220,9 triliun dimana Rp 92 triliun adalah PMDN dan US$ 24 miliar adalah PMA.

Pada 2013, katanya, pemerintah menargetkan investasi sebesar Rp 390 triliun dan terealisasi Rp 398,6 triliun atau meningkat sekitar 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Saya sebutkan (investasi 2013) akan diumumkan BPKM jadi Rp 398 triliun atau meningkat 25%an jika dibandingkan dari 2012. Tren ini akan terus berlanjut di 2014, dimana kita targetkan Rp 506,9 triliun PMDN dan PMA, trennya terlihat belum menunjukkan surut," kata Hatta.

Hatta menjelaskan persiapan investasi pada tahun ini penting untuk dilakukan karena 2015 akan menjadi tahun basis produksi. Dia mengharapkan investor lokal jangan sampai tertinggal dengan investor asing.

Menurut Hatta, pada 2013 sektor-sektor investasi yang diminati adalah pertambangan, termasuk minyak dan gas (migas) 21 persen, kendaraan bermotor dan alat transportasi 13 persen, industri mesin dan elektronik 13 persen, industri kimia dan farmasi 11 persen, industri makanan dan minuman 8 persen dan industri lainnya 34 persen.

Selain di sektor industri, imbuh Hatta, investor juga bisa melihat pola konsumsi masyarakat kelas menengah dalam menentukan arah investasinya, dimana pengeluaran terbesar saat ini pada sektor pendidikan dan kesehatan.

Merujuk data lembaga konsultan internasional Mc Kenzie, Hatta menjelaskan, pada 2025 jumlah kelas menengah atau kelas konsumsi (consuming class) akan meningkat dari 58 juta pada 2013 menjadi 154 juta, atau dalam versi Bank Dunia angka masyarakat dengan pengeluaran antara US$ 2-20 per hari mencapai 154 juta orang.

“Adapun midlle class membelanjakan US$ 1,8 triliun per tahun di RI dengan pola hidup yang berubah. Spending utamanya di situ (data Bank Dunia) disebutkan pendidikan dan kesehatan. Jadi kalau Pak James Riady (Chairman Group Lippo) rajin keliling Indonesia bikin pendidikan, kesehatan, itu membaca tren. Kenapa? Karena manusia Indonesia ingin kualitas hidupnya meningkat, pendidikan dan kesehatan berkualitas,” jelas Hatta.

Selain kedua sektor itu, Hatta menjelaskan, makanan dan minuman juga dinilai menjadi sektor investasi potensial. Pengeluaran masyarakat kelas menengah di kedua sektor itu dipastikan semakin meningkat pada tahun-tahun berikutnya seiring peningkatan kesejahteraan dan jumlah kelas menengah yang memiliki gaya hidup makan di luar rumah.

Dia menghimbau supaya investor lokal meingkatkan investasi di kedua sektor ini supaya produk makanan dan minuman asing tidak membanjiri pasar domestik. Pemerintah juga tengah merancang daftar negatif investasi (DNI) yang akan mampu melindungi sektor potensial tersebut.

“Sekarang kita lihat anak muda kita pola makannya tidak lagi di rumah karena berbagai soal, karena macet dan lainnya, makan diluar semua. Jadi restoran diserbu semua. Ada satu life style berubah. Saya titip pesan jangan sampai makanan dan minuman justru dibanjiri barang-barang dari luar dalam iklim keterbukaan ini, tapi penuhilah produk nasional kita. Untuk ini kita sama-sama mendesain bagaimana DNI kita memberikan semacam perlindungan tanpa harus bertentangan dengan creativity,” pungkasnya.

Sumber: Investor Daily


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sriwijaya Air Akan Jelajahi 3 Kota di Tiongkok

Agus melihat, permintaan ke Tiongkok cukup bagus, apalagi dengan titik poin Denpasar.

EKONOMI | 21 Januari 2014

Hatta: Perekonomian 2014 Seharusnya Lebih Baik dari 2013

Ada tiga pilar utama yang harus diterapkan pemerintah pada tahun 2014 agar perekonomian domestik bisa terjaga.

EKONOMI | 21 Januari 2014

Kurs Jual Rupiah di BRI Siang Ini Melemah 30 Poin

Rupiah berada pada posisi kurs beli Rp 12.020 per dolar AS, sementara posisi kurs jual Rp 12.210 per dolar AS.

EKONOMI | 21 Januari 2014

Alfamidi Tawarkan Koleksi Tivoli Cookware Series

Program "Coloring Your Kitchen with Tivoli" ini akan berlangsung selama 3 bulan, mulai 16 Januari hingga 15 April 2014.

EKONOMI | 21 Januari 2014

PT Berdikari Bertekad Pasok Kebutuhan Daging Sapi Nasional

Lakukan peluncuran logo baru, PT Berdikari sekaligus meresmikan Meat Gallery.

EKONOMI | 21 Januari 2014

Electronic City Akan Tambah Tiga Toko "Stand Alone"

Electronic City mengakuisisi tiga lahan lain di lokasi-lokasi yang strategis dan satu di antaranya sedang dalam tahap konstruksi di Jalan Sultan Agung, Jakarta

EKONOMI | 20 Januari 2014

Industri TPT Terus Berikan Surplus Neraca Perdagangan

Sampai Oktober 2013, produk TPT memberikan kontribusi nilai ekspor sebesar US$ 10,62 miliar atau meningkat 2,18 persen.

EKONOMI | 20 Januari 2014

Standard Chartered: Pembatasan Ekspor Mineral, BI Rate Berpotensi Naik Lagi

Ada potensi BI rate naik 50 basis poin menjadi 8,0% karena defisit transaksi berjalan belum banyak berubah

EKONOMI | 20 Januari 2014

Genjot Ekspor, Asosiasi Produsen Listrik dan Elektronik India Akan Gelar Pameran

Pameran Elecrama 2014 di Bangalore, India bertujuan untuk meningkatkan perdagangan elektronik dan kelistrikan dengan India

EKONOMI | 20 Januari 2014

Apegti: Ratusan Ribu Ton Gula Rafinasi Merembes ke Pasar Konsumsi

Pabrik gula kristal putih konsumsi tutup, minat pengusaha bangun pabrik gula komsumsi tidak ada, swasembada gula tidak tercapai.

EKONOMI | 20 Januari 2014


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS