Hatta: Fundamental Ekonomi RI Masih Kuat Hadapi "Tapering"
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Hatta: Fundamental Ekonomi RI Masih Kuat Hadapi "Tapering"

Selasa, 21 Januari 2014 | 17:03 WIB
Oleh : Wahyu Sudoyo / B1

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengaku, tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun ini masih terjadi, terutama dari sisi eksternal yakni dari adanya penarikan stimulus sektor keuangan oleh Bank Sentral AS (tapering off). Namun dia mengaku optimistis, ekonomi RI masih akan tetap tumbuh walau tak setinggi target di APBN 2014 karena didukung faktor internal dan eksternal.

Faktor internal pendukungnya antara lain karena pertumbuhan kelas menengah yang makin pesat, sehingga mendorong kenaikan konsumsi domestik. Sedangkan faktor eksternalnya adalah perbaikan ekonomi negara-negara tujuan ekspor RI, yakni AS, Tiongkok, dan India.

“Kita optimistis karena memiliki sejumlah peluang, kesempatan, dan resources. Pertumbuhan 2014 masih didukung oleh faktor domestik dan eksternal yang masih baik. Walaupun ada ketidakpastian global, tapi kelas menengah tumbuh. Kita optimis karena membaiknya demand global. AS membaik, Tiongkok, India membaik,” ujar Hatta dalam acara Indonesia Investor Forum 3 di JCC, Jakarta, Selasa (21/1).

Hatta juga yakin neraca perdagangan 2014 akan terus membaik seiring mulai terasanya dampak kebijakan fiskal yang bertujuan untuk menghambat impor pada akhir tahun lalu. Di samping itu, katanya, tahun pemilu ini juga justeru akan meningkatkan permintaan domestik yang akan mampu mendorong sektor riil.

Lebih lanjut Hatta menjelaskan, ada sejumlah faktor lain yang akan menjadi penopang pertumbuhan ekonomi pada tahun ini. Penopang tersebut antara lain adanya keterlepasan antara situasi politik dengan investasi dan kegiatan ekonomi yang dibuktikan dari peningkatan investasi di tengah situasi politik yang memanas di sejumlah daerah selama musim pemilihan kepala daerah sepanjang 2012-2013 lalu. Kemudian Jepang, dalam pertemuan terakhir dengan pemerintah, menempatkan RI sebagai tujuan investasi utama, inflasi yang terjaga dan dukungan kebijakan stablitas ekonomi yang cukup banyak, termasuk DNI baru, memberi stimulus, dan mendorong ekspor.

“Saya ingin sampaikan, optimisme didukung oleh data-data. Misalkan 53% calon investor mengatakan Indonesia memiliki iklim investasi terbaik di ASEAN. Indonesia dalam OECD dikatakan masuk 10 negara tujuan investasi. Jepang yang selama ini menempatkan RI di urutan kedelapan kemudian naik kelima, sekarang nomor satu. Korea juga. Oleh sebab itu MP3EI menjadi terakselerasi,” jelas dia.

Sedangkan untuk tantangannya, Hatta mengungkapkan secara internal tantangan utamanya adalah ketersediaan infrastruktur, memperbaiki birokrasi perizinan yang panjang, defisit neraca transaksi berjalan, perlemahan nikai kurs rupiah, beban subsidi energi yang besar, serta struktur industri yang masih lemah.

Untuk masalah infrastruktur dia menyatakan pemerintah sudah berupaya mempercepat pembangunannya melalui Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Untuk perizinan pemerintah dinilai akan menerapkan reformasi birokrasi dan sanksi (punishment) yang akan menganggap izin jadi jika hingga target batas waktunya tidak kunjung diselesaikan aparat terkait.

Terkait hambatan defisit neraca transaksi berjalan dan penurunan nilai kurs rupiah, pemerintah dinilai sudah mengambil langkah yang tepat (on the track). Beban subsidi energi yang besar dinilai terjadi karena penurunan produksi energi dan adanya tren peningkatan konsumsinya.

Sumber: Investor Daily


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Investasi Asing dan Dalam Negeri Serap 1,8 Juta Tenaga Kerja

Modal asing masih menjadi penyerap tenaga kerja terbanyak.

EKONOMI | 21 Januari 2014

Realisasi Investasi 2013 Lampaui Target

Realisasi investasi 2013 sebesar Rp 398,6 triliun, melebihi target Rp 390,3 triliun.

EKONOMI | 21 Januari 2014

ESDM Usulkan Kenaikan Tarif Listrik Industri Mulai Mei

Knaikan mulai diterapkan pada Mei nanti dengan pertimbangan situasi dan kondisi menjelang Pemilihan Umum 2014.

EKONOMI | 21 Januari 2014

Kenaikan Tarif Listrik I3 dan I4 Ditentukan Hari Ini

Pelanggan I4 yang berjumlah 74 memperoleh subsidi Rp 4,9 triliun dan pelanggan I3 sebanyak 10.486 masih menikmati subsidi sebesar Rp 13,29 triliun.

EKONOMI | 21 Januari 2014

Pemerintah Minta Kadin dan Apindo Tidak Tahan Investasi

Pemerintah menilai banyak kesempatan berinvestasi di berbagai sektor potensial seiring pertumbuhan ekonomi dan perubahan gaya hidup masyarakat.

EKONOMI | 21 Januari 2014

Sriwijaya Air Akan Jelajahi 3 Kota di Tiongkok

Agus melihat, permintaan ke Tiongkok cukup bagus, apalagi dengan titik poin Denpasar.

EKONOMI | 21 Januari 2014

Hatta: Perekonomian 2014 Seharusnya Lebih Baik dari 2013

Ada tiga pilar utama yang harus diterapkan pemerintah pada tahun 2014 agar perekonomian domestik bisa terjaga.

EKONOMI | 21 Januari 2014

Kurs Jual Rupiah di BRI Siang Ini Melemah 30 Poin

Rupiah berada pada posisi kurs beli Rp 12.020 per dolar AS, sementara posisi kurs jual Rp 12.210 per dolar AS.

EKONOMI | 21 Januari 2014

Alfamidi Tawarkan Koleksi Tivoli Cookware Series

Program "Coloring Your Kitchen with Tivoli" ini akan berlangsung selama 3 bulan, mulai 16 Januari hingga 15 April 2014.

EKONOMI | 21 Januari 2014

PT Berdikari Bertekad Pasok Kebutuhan Daging Sapi Nasional

Lakukan peluncuran logo baru, PT Berdikari sekaligus meresmikan Meat Gallery.

EKONOMI | 21 Januari 2014


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS