Bappenas: RPJMN 2015-2019 Bisa Kejar Pertumbuhan Ekonomi 7%

Bappenas: RPJMN 2015-2019 Bisa Kejar Pertumbuhan Ekonomi 7%
Ilustrasi pembangunan proyek properti dalam rangka pertumbuhan ekonomi. ( Foto: Antara )
Ridho Syukro / FMB Kamis, 23 Januari 2014 | 17:30 WIB

Jakarta - Wakil Kepala Bappenas Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan saat ini Bappenas tengah membahas poin-poin penting yang akan dimasukkan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Menurut dia RPJMN yang tengah dibahas ini masih bersifat teknokratis.

Beberapa poin tersebut adalah memastikan angka kemiskinan turun, kondisi politik stabil, pembangunan infrastruktur semakin ditingkatkan, dan mengurangi angka pengangguran.

“ RPJMN ini kan amanat, Bappenas diminta tugas untuk menyusun rencana pembangunan untuk 5 tahun ke depan, setiap minggu kami selalu mengadakan pembahasan yang intensif,” ujar dia ketika ditemui di kantornya, Gedung Bappenas, Jakarta, Kamis (23/1).

Dia mengatakan dengan adanya RPJMN yang baru ini mampu mendongkrak laju perekonomian pada level 7% hingga 5 tahun ke depan, jika perekonomian sudah bisa tumbuh 7% maka Indonesia bisa keluar dari yang namanya middle income trap country.

Lukita mengatakan Indonesia tergolong negara yang mempunyai pendapatan menengah dimana pendapatan Indonesia saat ini mencapai US$ 4000 per kapita per tahun, sedangkan negara maju pendapatannya sudah mencapai US$ 12.500 per kapita per tahun, agar Indonesia bisa menjadi negara maju maka kuncinya ada pada pertumbuhan ekonomi yang stabil di 7%.

“ Kami benar benar bekerja keras untuk menyusun RPJMN 2015-2019, agar pertumbuhan ekonomi 7% bisa dicapai, RPJMN ini juga dijadikan acuan atau referensi bagi Presiden Baru,” ujar dia

Dia mengatakan dalam RPJMN 2015-2019 ini pemerintah terus meningkatkan kualitas infrastruktur termasuk dalam akses pendanaan berupa obligasi daerah atau Surat Berharga Negara (SBN) untuk pembangunan infrastruktur.

Lukita mengatakan kunci dari kesuksesan RPJMN 2015-2019 terletak pada kualitas reformasi yang hebat baik itu pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, jika sudah berkoordinasi dalam menciptakan reformasi maka RPJMN sukses, pertumbuhan ekonomi 7% pun bisa dengan mudah dicapai.

Sumber: Investor Daily