Logo BeritaSatu

Indonesia Bisa Gabung TPP Asal Infrastruktur Ditingkatkan

Selasa, 28 Januari 2014 | 11:47 WIB
Oleh : Ridho Syukro / FMB

Jakarta - Tidak mudah bagi suatu negara, jika ingin bergabung ke dalam Trans Pacific Partnership (TPP) atau Kemitraan Trans Pasifik. Salah satu persyaratan utama adalah negara tersebut harus memiliki kualitas infrastruktur yang hebat, satu hal yang belum dimiliki Indonesia.

Ekonom Senior World Bank Indonesia Sjamsu Rahardja mengatakan TPP adalah suatu konsep perdagangan bebas yang menjadikan lautan Pasifik sebagai wahana di mana barang, jasa dan investasi bebas bergerak. Salah satu keuntungan utama dari TPP adalah tarif perdagangan semakin murah.

Dia mengatakan potensi Indonesia untuk bergabung dalam TPP cukup besar asalkan kualitas infrastrukturnya terus ditingkatkan. Jika dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya, kontribusi infrastruktur Indonesia terhadap PDB masih relatif kecil, hanya 7%, sedangkan Malaysia, Singapura dan Thailand sudah mendekati 10% terhadap PDB.

" Untuk saat ini Indonesia memang belum join TPP, tapi chance ke arah sana masih terbuka lebar asalkan infrastrukturnya ditingkatkan," ujar dia ketika ditemui dalam acara " Diskusi Asean The Changing and Economic Strategic di Kantor Pusat Kebudayaan Amerika Mall Pacific Place, Jakarta, Senin Malam (27/1).

Sjamsu mengatakan TPP memang mempunyai standar yang cukup kuat. Tidak banyak negara yang bisa bergabung ke dalam TPP. Negara-negara yang masuk dalam TPP adalah Amerika Serikat, Australia, Brunei Darussalam, Kanada, Cile, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Peru, Singapura, Vietnam dan Jepang. Sebagian besar dari negara tersebut sudah mempunyai kualitas infrastruktur yang hebat terutama jalan tol, bandara, serta pelabuhan.

Menurut dia agar Indonesia bisa menjadi anggota baru TPP maka tugas utama Presiden terpilih adalah memastikan kualitas infrastruktur di Indonesia sudah baik karena infrastruktur merupakan modal utama dalam perdagangan lintas pasifik.

Dia menjelaskan cara untuk meningkatkan kualitas infrastruktur adalah pemerintah menjalin kerjasama dengan sektor swasta atau yang lebih dikenal dengan istilah Public Private Partnership (PPP). Saat ini Indonesia telah menerapkan konsep PPP, namun sayang implementasinya cenderung berubah-ubah. Kadang ada proyek yang berhasil, kadang ada proyek yang tidak jalan.

Menurut dia agar konsep PPP berjalan sesuai rencana maka peran pemerintah daerah harus dilibatkan khususnya dalam hal pembebasan lahan.

" PPP merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan infrastruktur disamping anggaran untuk infrastruktur juga ditambah," ujar dia

Dia mengatakan jika Indonesia sudah bergabung ke dalam negara TPP maka sektor yang akan menjadi unggulan indonesia adalah sektor UKM, otomotif dan manufaktur.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Jayamas Medica Lepas 15% Saham ke Publik, Cek Jadwalnya

PT Jayamas Medica Industri Tbk (OneMed), pemimpin pasar alat kesehatan Indonesia akan melaksanakan penawaran umum saham perdana (IPO).

EKONOMI | 7 Oktober 2022

Dow Jones Hilang 350 Poin, Investor Tunggu Data Pekerjaan

Dow Jones Industrial Average turun 346,93 poin, atau 1,15%, menjadi 29.926,94 dan S&P 500 kehilangan 1,02% menjadi 3.744,52.

EKONOMI | 7 Oktober 2022

Bursa Eropa Melemah karena Gagal Manfaatkan Momentum Positif

Pan-European Stoxx 600 di bursa Eropa turun 0,5% Kamis setelah sebelumnya sempat naik lebih 0,8%.

EKONOMI | 7 Oktober 2022

Selain Anies, Wagub DKI Kunjungi Korban Tembok Roboh MTsN 19

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengunjungi rumah duka korban runtuhnya tembok pembatas di sekitar Gedung MTsN 19 Jakarta Kamis malam.

EKONOMI | 7 Oktober 2022

Hey Coco Ajak Pelanggan Jadi Mitra

Hey Coco, produsen air minum dengan bahan dasar air kelapa dari Thailand, mengajak pelanggan menjadi mitra bisnis.

EKONOMI | 6 Oktober 2022

Kredit Usaha Rakyat Diharapkan Menyentuh Petani Kecil

Kredit usaha rakyat (KUR) diharapkan menyentuh petani kecil. Pasalnya, selama ini KUR dinilai tidak menyentuh petani kecil.

EKONOMI | 7 Oktober 2022

KHE Gandeng Sumitomo Garap Proyek PLTA Rp 270 T di Kaltara

PT Kayan Hydro Energy (KHE) menggandeng Sumitomo Corporation, pada proyek pembangunan PLTA di Kalimantan Utara (Kaltara) senilai US$ 17,8 miliar.

EKONOMI | 6 Oktober 2022

OJK Perkuat Tiga Aspek Perlindungan Konsumen di Era Digital

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau pelaku usaha terus menjaga dan meningkatkan aspek perlindungan konsumen di era digital.

EKONOMI | 6 Oktober 2022

PT Global Sukses Solusi Tbk (RUNS) Lakukan Buyback

Emiten sektor teknologi, PT Global Sukses Solusi Tbk (RUNS) mengumumkan akan melakukan aksi korporasi pembelian kembali saham (buyback) secara bertahap.

EKONOMI | 6 Oktober 2022

Bukit Asam Borong MTN PT Timah Senilai Rp 391,25 Miliar

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) membeli Medium Term Notes (MTN) I PT Timah TBK (TINS) Tahun 2022 sebanyak 25 lembar atau senilai Rp 391,25 miliar.

EKONOMI | 6 Oktober 2022


TAG POPULER

# Jokowi tak salami kapolri


# Banjir Jakarta


# MTsN 19 Jakarta


# Tersangka Tragedi Kanjuruhan


# Mamat Alkatiri


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Awas, Cuaca Hari Ini, Jaksel dan Jaktim Diprediksi Hujan Disertai Petir

Awas, Cuaca Hari Ini, Jaksel dan Jaktim Diprediksi Hujan Disertai Petir

NEWS | 1 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings