Harga Garam Lokal Kalah Bersaing Dibanding Impor
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Harga Garam Lokal Kalah Bersaing Dibanding Impor

Rabu, 12 Maret 2014 | 16:40 WIB
Oleh : C07 / YUD

Jakarta - Manager Marketing PT Garam Ismail Muda Nasution mengatakan harga garam lokal kalah bersaing dengan harga garam impor. Hal itu membuat petani garam tidak bergairah untuk meningkatkan kualitas produksi.

PT. Garam sendiri merupakan BUMN yang dipercaya untuk mengurusi soal bisnis garam nasional.

"Garam impor jauh lebih murah dari garam lokal. Untuk jenis K1 dihargai Rp 750, K2 Rp 550. Padahal untuk garam lokal paling tinggi K1 Rp 400 sampai Rp 450 karena berhadapan dengan garam impor yang mengatasnamakan industri pangan," jelas Ismail dalam diskusi dengan tema 'Quo Vadis Swasembada Garam' di Aula Gedung RNI, Mega Kuningan Jakarta Selatan, Rabu (12/3).

Dia menyebutkan garam impor dari Australia yang masuk sebanyak 270 ribu ton dijual dengan harga Rp 650 per Kg, sedangkan garam produksi petani Madura dijual Rp 750. Sebab, spesifikasi kadar air garam impor lebih rendah.

"Lokal masih diatas 5 persen. Kalau impor cuma sekitar 2 atau 3 persen diterima di sentra-sentra distribusi," jelasnya.

Menurut Ismail aneka industri pangan menjadi jalan masuk impor garam merembes ke pabrik garam konsumsi. Untuk itu, perlu adanya perbaikan kembali Permendag nomor 58 tahun 2012 tentang aturan impor garam agar mencapai swasembada pangan naik.

Ismail mengatakan pemerintah yang berkoar-koar untuk menertibkan impor garam industri pangan hanya dibuat-buat. Sebab, sampai saat ini regulasi mengenai impor garam tidak jelas.

"Ini kan masuk dalam kategori garam konsumsi. Kalau terjadi permasalahan selalu PT. garam yang disalahkan," jelasnya.

Ismail mengaku PT. garam pernah dipercaya sebagai pemegang stok nasional. Artinya ada dana yang diberikan dari pemerintah untuk PT. Garam, tapi tahun 1993 dibubarkan, diserahkan ke pasar.

"Posisi PT garam terjepit, rakyat dan petani tahunya PT garam. Kalau harga turun yang disalahkan PT. garam. Petani garam 32 ribu harus ditingkatkan kesejahteraannya," ujarnya.

Bahkan, protes terhadap pemerintah pernah dilakukan sebab regulasi impor garam antara kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan berbeda. Dimana, 5 perusahan besar diistimewakan untuk hak impor industri pangan. "Kita protes ke pemerintah,"tegasnya.

Sayangnya Ismail tidak menjelaskan lebih rinci perusahaan-perusahaan mana saja yang diistimewakan.

Sumber: Investor Daily


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

BPH Migas: Hak Khusus Kalija I di Tangan KJG

Investasi proyek pipa Kalija tahap I atau ruas Kepodang-Semarang mencapai sekitar Rp1,6 triliun dengan kapasitas alir sebesar 100-200 juta kaki kubik per hari.

EKONOMI | 12 Maret 2014

PLN Bangun Pembangkit Berkapasitas 8,7 Gigawatt Hingga 2022

"Pembangunan ini merupakan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) hingga 2022."

EKONOMI | 12 Maret 2014

Swasembada Garam Secara Teknis Hanya Cita-cita

"Infrastruktur kita kalah jauh dibanding dengan negara lain. Teknologi kita belum mampu bersaing dari tingkat harga."

EKONOMI | 12 Maret 2014

Tahun Depan Diharapkan Swasembada Garam

Kendala yang paling dikhawatirkan saat ini adalah ketidakmampuan melanjutkan tren peningkatan produksi dan harga jual petani yang menurun.

EKONOMI | 12 Maret 2014

Industri "Laundry" di Indonesia Berkembang Pesat, Tenaga Kurang

"Teknologi pendukung sudah banyak, tapi kebutuhan tenaga kerja juga semakin besar."

EKONOMI | 12 Maret 2014

Pengelolaan Garam Masih Pakai Cara Tradisional

Rendahnya produksi garam karena kendala tata niaga dan indikasi praktik mafia garam.

EKONOMI | 12 Maret 2014

Indocement Gelar Penghargaan bagi Insan Konstruksi

Kategori Indocement Awards 2014 yang dilombakan adalah, Contractor Award, Developer Award, Writing Competion Award, dll

EKONOMI | 12 Maret 2014

Perlu, Peningkatan Laboratorium Uji untuk Pengamanan Pangan

Industri pangan merupakan salah satu sektor yang akan dipercepat proses integrasinya untuk menghadapi pasar tunggal ASEAN.

EKONOMI | 12 Maret 2014

Bank ANZ Indonesia Targetkan Penjualan 20 Ribu Kartu ANZ MasterCard Titanium

ANZ Mastercard Titanium menyasar masyarakat berusia 25-35 tahun dengan pendapatan Rp 4,5 juta per bulan

EKONOMI | 12 Maret 2014

Melemah, Kurs Jual Rupiah di BRI Rp 11.515

Rupiah berada pada posisi kurs beli Rp 11.325 per dolar AS, sementara posisi kurs jual Rp 11.515 per dolar AS.

EKONOMI | 12 Maret 2014


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS