Pengusaha Minta Kepastian Implementasi UU Mineral
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pengusaha Minta Kepastian Implementasi UU Mineral

Rabu, 12 Maret 2014 | 17:29 WIB
Oleh : FAB

Jakarta - Asosiasi Tembaga Emas Indonesia (ATEI) mengingatkan pemerintah tentang pemberlakuan UU No 4/2009, serta serta Peraturan Menteri Keuangan No 6/2014 tentang Bea Keluar (BK) yang dinilai kontro versial karena diduga merugikan pelaku usaha mineral.

"Waktu berjalan terus, tapi pemerintah belum punya sikap tegas untuk menunjang implementasi UU minerba. Aturan dari 2009 sampai 2014 tidak jalan, karena pemerintah justru baru bergerak di tahun 2013. Pemerintah malah menuding pengusaha mineral logam yang tidak membangun smelter. Jadi yang tidak siap itu pemerintah atau pengusaha," ungkap Ketua ATEI Natsir Mansyur, Jakarta, Rabu (12/3).

Natsir memaparkan, hingga bulan ketiga di 2014 kebijakan tentang implementasi UU mineral dinilai belum tuntas, karena masih banyak masalah yang membayanginya antara lain pertama, penerapan BK yang tinggi. Kedua, penerapan jaminan 5 persen bagi pengusaha yang akan membangun smelter merupakan kebijakan pemerintah yang justru dapat menghambat implementasi UU minerba.

Ketiga, kebijakan insentif bagi pengusaha smelter belum jelas. Keempat, masalah izin eksportir terdaftar. Kelima, usulan pengusaha untuk merevisi Permen ESDM No 1/2014 tentang bauksit dan nikel. Keenam, sisa stok mineral yang tidak bisa ekspor, tapi sudah punya surat persetujuan ekspor (SPE) dan Ketujuh, Inpres No 3 tentang hilirisasi mineral belum jalan.

"Kebijakan di bisnis mineral ini masih banyak kontroversial, sehingga bisa berdampak sistemik, kredit macet lah, PHK, ekonomi daerah tidak jalan, serta bisnis penunjang pertambangan seperti angkutan, supplier, hotel dll juga bisa tidak jalan," kata Natsir.

ATEI meminta kepada presiden agar segera turun tangan membenahi masalah bisnis mineral, karena bisnis ini bisa menjadi indikator bisnis internasional. "Jangan sampai amburadul, nanti recovery-nya (memulihkan) akan sangat berat," kata dia.


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

PLN: Pasokan Gas PLTGU Tambak Lorok Tertunda

PLTGU Tambak Lorok akan mendapat pasokan gas sebesar 116 BBTUD dari lapangan Kepodang.

EKONOMI | 12 Maret 2014

Ini 3 Penyebab Sengketa Pajak

Sengketa pajak menghabiskan waktu hingga puluhan tahun.

EKONOMI | 12 Maret 2014

Harga Garam Lokal Kalah Bersaing Dibanding Impor

"Garam impor jauh lebih murah dari garam lokal."

EKONOMI | 12 Maret 2014

BPH Migas: Hak Khusus Kalija I di Tangan KJG

Investasi proyek pipa Kalija tahap I atau ruas Kepodang-Semarang mencapai sekitar Rp1,6 triliun dengan kapasitas alir sebesar 100-200 juta kaki kubik per hari.

EKONOMI | 12 Maret 2014

PLN Bangun Pembangkit Berkapasitas 8,7 Gigawatt Hingga 2022

"Pembangunan ini merupakan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) hingga 2022."

EKONOMI | 12 Maret 2014

Swasembada Garam Secara Teknis Hanya Cita-cita

"Infrastruktur kita kalah jauh dibanding dengan negara lain. Teknologi kita belum mampu bersaing dari tingkat harga."

EKONOMI | 12 Maret 2014

Tahun Depan Diharapkan Swasembada Garam

Kendala yang paling dikhawatirkan saat ini adalah ketidakmampuan melanjutkan tren peningkatan produksi dan harga jual petani yang menurun.

EKONOMI | 12 Maret 2014

Industri "Laundry" di Indonesia Berkembang Pesat, Tenaga Kurang

"Teknologi pendukung sudah banyak, tapi kebutuhan tenaga kerja juga semakin besar."

EKONOMI | 12 Maret 2014

Pengelolaan Garam Masih Pakai Cara Tradisional

Rendahnya produksi garam karena kendala tata niaga dan indikasi praktik mafia garam.

EKONOMI | 12 Maret 2014

Indocement Gelar Penghargaan bagi Insan Konstruksi

Kategori Indocement Awards 2014 yang dilombakan adalah, Contractor Award, Developer Award, Writing Competion Award, dll

EKONOMI | 12 Maret 2014


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS