Tambah Personel, RAPP Fokus Pemadaman Kebakaran Lahan

 Tambah Personel, RAPP Fokus Pemadaman Kebakaran Lahan
Kabut asap masih menyelimuti kota Pekanbaru, Riau, Rabu (5/3). Satuan Tugas Tanggap Darurat Bencana Asap Riau menyiapkan 25 ton garam untuk modifikasi cuaca hujan buatan dalam pemadaman kebakaran lahan dan hutan di Riau. ( Foto: Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao )
INA / FER Minggu, 16 Maret 2014 | 17:25 WIB

Jakarta - Asia Pacific Resources International Limited (APRIL) yang merupakan Produsen pulp dan kertas terbesar kedua di Asia, melalui unit usahanya PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) menerjunkan tambahan 130 karyawan operasional yang terlatih memadamkan kebakaran untuk membantu penanganan kebakaran lahan di sekitar konsesi perusahaan. Hingga kini, jumlah Tim Reaksi Cepat Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran mencapai 875 personel dan tambahan bantuan 400 orang Masyarakat Peduli Api (MPA).

"RAPP telah mengambil sejumlah langkah darurat untuk menghadapi situasi yang terjadi. Langkah tersebut termasuk menambah personel pemadam kebakaran sebanyak 200 orang sehingga jumlahnya mencapai 875 orang termasuk juga memobilisasi lebih dari 200 pompa, dan pompa apung berkekuatan 675 liter serta 30 peralatan berat untuk memadamkan api,” kata Presiden Direktur RAPP, Kusnan Rahmin di Jakarta, minggu (16/3/2014).

Langkah agresif RAPP tersebut diambil seiring dengan keadaan genting akibat musim kemarau yang datang lebih awal. Di bumi Lancang Kuning, hujan sudah tidak turun sejak lebih dari dua bulan lalu.

Pada musim kemarau, pembakaran untuk membuka lahan secara ilegal kerap dilakukan. Pemerintah provinsi Riau sudah mengumumkan status darurat seiring kabut asap hasil pembakaran lahan yang menyebabkan gangguan pernafasan ribuan masyarakat.

Perusahaan telah menerapkan kebijakan pengelolaan lahan tanpa bakar secara ketat (no-burn policy) di seluruh wilayah hutan tanaman industri (HTI) miliknya.

"Kami mengerahkan seluruh kemampuan perusahaan dalam mendukung operasi yang dipimpin Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Bapak Syamsul Maarif. Kami juga berkomitmen membantu dalam operasi pemadaman kebakaran lahan sesuai perintah Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono," kata Kusnan.

RAPP telah menerapkan kebijakan pengelolaan lahan tanpa bakar secara ketat (no-burn policy) di seluruh wilayah hutan tanaman industri (HTI) miliknya. Perusahaan juga telah mengembangkan situs pelaporan lewat jaringan internet untuk mengetahui status bahaya kebakaran lewat www.aprildialog.com. Situs ini melaporkan kondisi titik api dan upaya penanganannya yang terkini kepada publik.

Sumber: Investor Daily