Ini Upaya dan Strategi Kemdag Dukung Bisnis Network Marketing
Logo BeritaSatu

Ini Upaya dan Strategi Kemdag Dukung Bisnis Network Marketing

Kamis, 28 Januari 2021 | 06:19 WIB
Oleh : B1

Jakarta, Beritasatu.com Berdasarkan data Laporan Tahunan Kegiatan Perusahaan yang dirilis Kementerian Perdagangan Republik Indonesia periode 2019, diperoleh angka signifikan dari transaksi bisnis pemasaran jaringan.

Bisnis direct selling dinilai memiliki potensi kontribusi bagi perekonomian nasional. Data ini menjadi acuan dan alasan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyampaikan dukungannya terhadap bisnis penjualan langsung di Indonesia. Mendag menyatakan akan terus membantu dan mendorong iklim bisnis di Indonesia.

Agus Suparmanto mengatakan bahwa Kemdag akan berupaya mendorong iklim usaha direct selling di Indonesia agar tumbuh positif dan terus memberikan kontribusi yang baik bagi perekonomian nasional.

Agus mengatakan salah satu kendala utama yang dihadapi pelaku usaha direct selling di masyarakat adalah citra atau persepsi negatif masyarakat bahwa usaha ini cenderung dilakukan dengan cara yang negatif, rawan penipuan dan lain sebagainya.
Padahal jika dikembangkan dengan baik, bisnis ini memiliki potensi yang sangat menjanjikan. Lalu bagaimana upaya pemerintah untuk membantu bisnis direct selling di Indonesia tumbuh dan berjalan dengan baik?

Mendidik Bisnis Penjualan Langsung di Masyarakat
Kementerian Perdagangan telah melakukan survei terhadap permasalahan bisnis direct selling di lapangan adalah pandangan negatif masyarakat terhadap bisnis ini akibat kesalahan aturan bisnis oleh oknum tertentu.

Hal Ini membuat orang tidak percaya dan merasa tidak tertarik pada bisnis. Untuk mengatasi hal tersebut, Kementerian Perdagangan berkomitmen untuk mengedukasi dan memahami literasi yang baik tentang bisnis direct selling di masyarakat.
Langkah ini bertujuan untuk mengembalikan citra bisnis direct selling sebagai salah satu bisnis terbaik yang menjanjikan potensi kemandirian ekonomi bagi pribadi, keluarga dan orang-orang tersayang.

Sebagai contoh bisnis QNET misalnya, bisnis direct selling ini terbukti mampu mewujudkan motto membangun kemandirian ekonomi bagi anggotanya. Bisnis yang sudah berjalan lebih dari 20 tahun di 23 negara di dunia dengan pencapaian bisnis berskala dunia.

Edukasi yang melibatkan pemerintah cukup penting dilakukan untuk memastikan bahwa opsi bisnis penjualan langsung memang solusi yang aman dan sesuai dengan regulasi yang ada.

Masyarakat diajak untuk lebih pandai memahami potensi bisnis direct selling, mengetahui bagaimana bisnis tersebut dikelola dengan baik dan mana yang dilakukan secara curang dan tidak sesuai aturan. Literasi yang memadai di sektor ekonomi akan membantu masyarakat untuk membedakan mana bisnis direct selling yang dijalankan secara profesional dan mana yang hanya palsu.

Mendorong Inovasi dan Adaptasi Penjualan Digital
Bisnis direct selling perlu segera beradaptasi dengan tren ekonomi digital saat ini. Kementerian Perdaganganterus mendorong perusahaan direct selling di Indonesia agar cepat beradaptasi dan berinovasi sesuai tren bisnis yang ada.

Perkembangan teknologi informasi saat ini mendorong para pelaku bisnis direct selling untuk lebih cepat terhubung dengan mitra bisnisnya. Secara fleksibel di setiap waktu dan tempat, dapat terhubung kapanpun dan dimanapun.

Inovasi seperti inilah yang saat ini sedang dikembangkan di perusahaan QNET. Salah satu kegunaan media sosial adalah cara yang efisien untuk membantu meningkatkan transaksi bisnis.

Bahkan bisnis melalui teknologi informasi ini memudahkan setiap orang untuk menjalaninya. Mulai dari kalangan ibu-ibu hingga remaja usia kuliah dan sekolah. Semakin mudah para pebisnis terhubung dengan mitra bisnis, maka potensi penjualan akan semakin menjanjikan.

Bekerja sama dengan Asosiasi Penjualan Langsung
Tidak cukup hanya bekerja secara mandiri, Kementerian Perdagangan dalam upaya mendukung iklim bisnis direct selling di Indonesia juga bermitra dengan Asosiasi Perusahaan Penjualan Langsung Indonesia (AP2LI) untuk mengedukasi dan menggenjot transaksi penjualan secara lebih signifikan.

Salah satu kegiatan AP2LI yang didukung oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia sebagai upaya untuk meningkatkan iklim usaha direct selling di Indonesia melalui inovasi teknologi informasi adalah dengan diadakannya Virtual Direct Selling 4.0 Expo.

Acara ini sangat membantu dalam menambah wawasan bagi banyak orang yang penasaran dengan bisnis direct selling.
Perusahaan penjualan langsung QNET yang juga merupakan bagian dari asosiasi turut serta mengikuti tren beradaptasi dengan ekonomi digital yang dinikmati masyarakat saat ini.

Asosiasi ini akan memberikan garansi bisnis direct selling yang lebih terpercaya, bebas dari risiko penyalahan aturan seperti yang sering terjadi karena tindakan oknum tertentu.

Upaya pemerintah bekerjasama dengan asosiasi juga dilakukan sebagai salah satu cara edukasi yang efektif bagi masyarakat.
Upaya memberikan informasi dan literasi terkait dunia direct selling menjadi sangat penting bagi pihak terpercaya, baik dari pemerintah maupun asosiasi. Hal ini untuk memastikan bahwa usaha yang diikuti masyarakat memang dijamin regulasi.

Dukungan Peraturan untuk Bisnis Penjualan Langsung di Indonesia
Tidak hanya mendukung urusan teknis dan kebijakan, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan juga memberikan regulasi regulasi terkait bisnis direct selling di Indonesia.

Ketentuan mengenai bisnis penjualan langsung di Indonesia tertuang dalam Permendag 70 tahun 2019 tentang distribusi barang secara langsung. Aturan yang tertuang dalam Permendag 70 Tahun 2019 juga memuat larangan hal-hal yang tidak boleh dilakukan perusahaan direct selling di Indonesia.

Hal ini memberikan jaminan dan garansi keamanan bagi masyarakat yang ingin aktif di bisnis tersebut.

Sebagai contoh misalnya dalam peraturan tersebut dinyatakan larangan untuk menjual barang yang dilakukan dengan cara pemaksaan, menimbulkan gangguan berupa fisik maupun psikis kepada target konsumen.

Hal seperti ini yang biasanya kerap terjadi akibat penyalahgunaan aturan yang dilakukan oleh oknum. Aturan ini perlu disosialisasikan kepada masyarakat guna meyakinkan kembali bahwa bisnis direct selling menjadi bisnis menjanjikan untuk dijalani. Seperti halnya Direct Selling QNET yang saat ini sudah diakui dunia. Meraih prestasi bisnis di tingkat Asia Pasifik pada tahun 2020.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

CT Akan Panggil Perwakilan Freeport dan Newmont Bahas Bea Keluar

PT. Freeport dan PT. Newmont masih keberatan dengan tarif bea keluar yang ditetapkan pemerintah.

EKONOMI | 21 Mei 2014

CT : Pemerintah Terus Buka Opsi Kebijakan BBM Bersubsidi

Menurut dia pengambilan opsi akan dilakukan setelah pembahasan APBN-P 2014 telah disetujui DPR.

EKONOMI | 21 Mei 2014

Jaga Inflasi, SBY Minta Perkuat Koordinasi Pemerintah Pusat dan TPID

Inflasi yang terus naik menyebabkan daya beli masyarakat mengalami penurunan sehingga berpotensi menambah angka kemiskinan.

EKONOMI | 21 Mei 2014

Mari Elka Pangestu: "Fashion" Sumbang Rp 182 T Tahun Lalu

"Sektor ini adalah sektor kedua terbesar di negara kita."

EKONOMI | 21 Mei 2014

ESDM tidak Akan Ajukan Tambahan Kuota BBM Subsidi

Kuota BBM subsidi yang ditetapkan dalam APBN 2014 sebesar 48 juta kilo liter.

EKONOMI | 21 Mei 2014

Citi Permudah Transaksi Korporasi dengan Layanan Mobile

Layanan yang dioperasikan pada 2013 tersebut telah membukukan nilai transaksi sebesar US$ 11 miliar.

EKONOMI | 21 Mei 2014

BPH Migas Akan Terapkan Sistem "Tagging" di BBM

Hal ini dilakukan dalam rangka menekan angka penyalahgunaan penyaluran BBM subsidi.

EKONOMI | 21 Mei 2014

Kurs Jual Rupiah di BRI Rp 11.580

Rupiah berada pada posisi kurs beli Rp 11.420 per dolar AS, sementara posisi kurs jual Rp 11.580 per dolar AS.

EKONOMI | 21 Mei 2014

Kadin Genjot Perdagangan dan Investasi dengan Italia

Indonesia mencatat surplus perdagangan US$ 433 juta dengan Italia

EKONOMI | 21 Mei 2014

Rupiah Melemah 66 Poin

Nilai tukar rupiah terhadap dolar melemah 66 poin menjadi Rp 11.507 per dolar

EKONOMI | 21 Mei 2014


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS