Fakta Tentang Rokok Putih yang Mengancam Industri Kretek Nasional

Fakta Tentang Rokok Putih yang Mengancam Industri Kretek Nasional
Ilustrasi rokok. ( Foto: Istimewa / Istimewa )
INA / MUT Selasa, 3 Juni 2014 | 09:30 WIB

Jakarta- Koordinator Nasional Komunitas Kretek Indonesia, Abhisam DM menilai keberadaan rokok putih yang ekspansi ke Indonesia berpotensi mengancam keberlangsungan industri rokok kretek nasional. Menurutnya, ini karena terdapat empat fakta soal rokok putih.

Pertama, menurut Abhisam rokok putih menggunakan tembakau impor atau bukan tembakau lokal Indonesia. Kedua, rokok putih tidak menggunakan cengkih dan bahan perisa lain yang aromatik.

"Hal ini berpotensi mengancam nasib petani cengkih Indonesia," kata Abhisam dalam keterangan pers di Jakarta.

Fakta ketiga, produksi rokok putih menggunakan mesin dari proses awal sampai akhir. Hal ini berimplikasi mengancam nasib buruh pembuat kretek tangan yang saat ini jumlahnya mencapai 800.000 pekerja.

Keempat, bisnis rokok putih dimiliki asing sehingga keuntungan yang diperoleh dari pasar Indonesia akan dibawa ke negara asal tempat perusahaan tersebut tinggal.

“Perusahaan rokok asing di Indonesia seperti PT HM. Sampoerna dan PT Phillips Morris, keuntungannya akan dibawa ke Amerika, dan KT & G keuntungannya akan dibawa ke Korea,”  ujarnya.

Karena itulah, Komunitas Kretek mendorong pemerintah atau kementerian terkait untuk membuat regulasi yang memihak keberlangsungan industri rokok kretek nasional. “Rokok kretek merupakan heritage Indonesia, sudah sepatutnya dilindungi keberadaannya,” kata Abhisam.

Sumber: Investor Daily