Logo BeritaSatu

O-Mayo Bidik Restoran Jepang di Indonesia

Rabu, 18 Juni 2014 | 20:33 WIB
Oleh : Amrozi Amenan / FER

Surabaya - Produsen saus mayonais dengan brand O-Mayo, PT Intan Kenkomayo Indonesia (KIK), siap bersaing dengan para kompetitor yang lebih dulu eksis untuk membidik restoran yang menyajikan menu Jepang dan banyak tersebar di beberapa kota di Indonesia.

"Kami akan menggunakan kelemahan para pesaing dalam membidik restoran Jepang dengan menunjukkan kualitas dan keunggulan produk kami melalui edukasi dan pengenalan produk," ujar General Manager KIK, Dimas Insani di Surabaya, Rabu (18/6).

Dia mengakui, potensi restoran Jepang cukup besar dan menjadi salah satu sasaran dalam memperluas pasar. Selain tersebar di banyak kota, restoran Jepang juga menyajikan menu khas dengan konsumsi mayonaise lumayan besar.

Meski demikian, Dimas menagkui bahwa perluasan pasar juga tak berkutat restoran Jepang atau hotel dan produsen roti atau burger berskala besar yang kini. Tetapi juga tak kalah penting adalah pasar ritel yang saat ini masih terbilang kecil. "Meskipun kecil, ritel memiliki tren pertumbuhan bagus," tandasnya.

Karena itu, selain membidik pemain besar seperti hotel, restoran dan produsen roti, sebagai pemain baru pihaknya juga terus melakukan penetrasi pasar ritel terutama menyasar pangsa pasar siswa sekolah dengan menghadirkan produk mayonaise dalam kemasan sachet yang harganya terjangkau.

"Sebagai pemain baru consumer good khususnya di segmen saus pelangkap makanan, kami memilih strategi khusus dengan memasarkan produk yang ramah untuk kantong anak sekolah. Ini juga sebagai salah satu cara kami mengedukasi anak-anak mengenai pentingnya jajanan dan makanan sehat," imbuh Marketing Manager KIK, Reza Rizaliungkap.

Menurut dia, meski masih baru dikenal di Indonesia, saus mayonais mempunyai potensi pangsa pasar yang luas. Rizal merujuk pada Jepang yang sukses mengenalkan mayonaise sebagai salah satu saus pelengkap makanan.

"Dulu di Jepang, mayonaise belum dikenal menjadi saus pelengkap makanan, namun kini hampir semua restoran membutuhkan mayonaise untuk produk mereka. Karenanya kami juga optimis pasar Indonesia akan bisa menerima produk ini," katanya.

Dimas menambahkan, perusahaannya merupakan patungan antara produsen snack berprotein PT So Good Food dan salah satu produsen mayonais terbesar di Jepang, Kenko Japan. Keduanya menanamkan investasi sedikitnya US$ 6 juta untuk membuat pabrik di Pulogadung, Jakarta dengan kapasitas produksi maksimal mencapai 300 ton per bulan.

Selain membidik kantin sekolah, untuk memasarkan produknya, KIK akan menggunakan jalur disribusi induk perusahannya, So Good Food yang saat ini sudah mempunyai 13 depo dan 13 ribu outlet. So good Food sendiri saat ini dikenal sebagai produsen snack dengan brand So Nice dan Sozzis.

"Kami akan terus kembangkan pasarnya ke beberapa kota di Indonesia, termasuk di Surabaya ini," kata Dimas.

Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Daikin Bangun Pabrik AC Rp 3,3 Triliun di Cikarang

Pabrik AC Daikin yang berlokasi di kawasan Cikarang memiliki kapasitas produksi 1,5 juta unit setiap tahunnya.

EKONOMI | 2 Desember 2022

200 Bankir ASEAN Kumpul di Labuan Bajo Bahas Sistem Pembayaran

Interkoneksi sistem pembayaran tanpa batas di kawasan ASEAN berpotensi mendukung pengembangan ekonomi di Indonesia.

EKONOMI | 2 Desember 2022

OJK Sebut Investor Asing Antre Minati Bank di Indonesia

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae menyampaikan, sektor perbankan nasional sangat menarik bagi para investor, khususnya dari luar negeri.

EKONOMI | 2 Desember 2022

Airlangga Rayu Eksportir Simpan Duit di Dalam Negeri

Menko Airlangga mendorong perbankan memberikan kebijakan suku bunga khusus terhadap eksportir yang menempatkan devisa hasil ekspor (DHE) di dalam negeri.

EKONOMI | 2 Desember 2022

Bank Mandiri Catat Transaksi QRIS Tembus Rp 2,6 Triliun

Bank Mandiri mencatat volume transaksi layanan QRIS mencapai Rp 2,6 triliun hingga Oktober 2022, atau meningkat 520% dibandingkan periode tahun lalu.

EKONOMI | 2 Desember 2022

OJK Pede Penyaluran Kredit Perbankan Tetap Tumbuh di 2023

Selain penyaluran kredit, OJK meyakini kinerja industri perbankan tetap tumbuh di 2023 karena pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) menunjukkan tren peningkatan.

EKONOMI | 2 Desember 2022

Pemerintah Bertekad Jaga Inflasi Hadapi Resesi, Caranya?

Pemerintah mengoptimalkan peran Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk menjaga stabilitas harga barang.

EKONOMI | 2 Desember 2022

Menko Airlangga Minta Eksportir Dapat Suku Bunga Spesial

Menko Airlangga meminta perbankan untuk memberikan suku bunga spesial kepada eksportir yang menempatkan devisa hasil ekspor (DHE) di dalam negeri.

EKONOMI | 2 Desember 2022

Lebih Optimistis, Jaya Ancol Bidik Pendapatan Rp 1,1 Triliun

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) menargetkan pendapatan Rp 1,1 triliun di pada 2023 seiring meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan.

EKONOMI | 2 Desember 2022

Bulog Serap Stok Beras di Penggilingan, Tidak Jadi Impor?

Perum Bulog telah melakukan penyerapan beras dari berbagai wilayah berdasarkan data yang disampaikan Kementerian Pertanian (Kementan).

EKONOMI | 2 Desember 2022


TAG POPULER

# Penumpang Air Asia Diseret


# Tenda Sakinah


# Piala Dunia 2022


# Paspampres Perkosa Kostrad


# Sidang Ferdy Sambo


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Lebih 200 WNI Pemetik Buah di Inggris Terkatung-katung dan Terbelit Utang

Lebih 200 WNI Pemetik Buah di Inggris Terkatung-katung dan Terbelit Utang

NEWS | 6 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE