Gandeng Perusahaan Perancis, Nias Utara Bangun PLTS 10 MW
Logo BeritaSatu

Gandeng Perusahaan Perancis, Nias Utara Bangun PLTS 10 MW

Kamis, 7 Agustus 2014 | 14:14 WIB
Oleh : Rangga Prakoso / WBP

Jakarta - Pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Nias Utara menandatangani nota kesepahaman dengan R20-Region dan perusahaan asal Perancis, Akuoenergy terkait pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 10 megawatt (MW) dan pemanfaatan bahan bakar nabati asal kemiri sunan senilai US$ 40 juta

Penandatangan dilakukan oleh Bupati Nias Utara Edward Zega, Direktur Asia Pasicif R20 Nico Barito, dan Direktur Akuoenergy Eric Scotto, yang disaksikan oleh Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Susilo Siswoutomo dan Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM. Penandatangan berlangsung di kantor Kementerian ESDM.

Rida mengatakan penandatangan ini merupakan langkah awal kerja sama pengembangan energi terbarukan di Nias Utara. Rencananya, PLTS dan pengembangan kemiri sunan berada di lahan 10.000 hektar (ha). "Pemerintah menyambut baik inisiatif pemerintah daerah untuk mengembangkan potensi yang ada dalam memenuhi kebutuhan energi," kata Rida usai penandatanganan nota kesepahaman di Jakarta, Kamis (7/8).

Ditempat yang sama Bupati Edward menerangkan ratio elektrifikasi di wilayahnya hanya sebesar 19 persen, lebih rendah ketimbang elektrifikasi nasional 81 persen. Padahal penduduk di pulau yang berada di barat Sumatera itu mencapai 1 juta jiwa. Selama ini, kebutuhan listrik di Nias Utara mengandalkan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) dengan kapasitas 25 MW.

Rendahnya elektrifikasi tersebut membuat pengembangan wisata tak kunjung terwujud. Pasalnya, investor perhotelan enggan menanamkan modalnya.

Edward menyebutkan, kebutuhan listrik di Nias Utara mencapai 100 MW. Kebutuhan ini bisa meningkat hingga 200 MW apabila iklim investasi meningkat. "Melalui kerja sama ini kami harapkan mampu meningkatkan ketersediaan listrik yang kemudian bisa menarik investor," ujarnya.

Ditempat yang sama, Nico menerangkan proses pembangunan proyek ini segera dimulai pada pekan depan dengan melakukan kajian teknis lapangan. Dia menyebutkan, proyek ini akan berlangsung dua tahap yakni 5 MW untuk tahap pertama dan 5 MW tahap kedua. Adapun investasi tahap pertama mencapai US$ 20 juta. "Pendanaan sepenuhnya kami yang tanggung. Pemda hanya menyediakan lahan. Pembangunan tahap pertama membutuhkan waktu sekitar 18 bulan," jelasnya.

Nico menuturkan, R20 merupakan lembaga nirlaba yang telah mengembangkan proyek serupa di sejumlah negara seperti India dan Kepulauan Karibia. Konsep yang diterapkan di Indonesia bakal sama dengan proyek di beberapa negara itu yakni green house dan solar panel.

Pengembangan I MW membutuhkan lahan 1 hektar. Lahan yang tersedia itu akan ditanam kemiri sunan sehingga tidak hanya menghasilkan listrik tapi juga mampu menghasilkan produk tanaman organik. "Kemiri sunan nanti jadi biodiesel yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk nelayan, transportasi bahkan untuk PLTD," ujarnya.

R20 menggandeng Akuoenergy perusahaan asal Perancis yang merupakan produsen pembangkit listrik energi terbarukan. Akuoenergy sudah mengembangkan pembangkit listrik tenaga angin di Bali yang mencapai 14 MW.


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Siang Ini Kurs Jual Rupiah di BRI Menguat 45 Poin

Pukul 13.00 WIB, rupiah berada pada posisi kurs beli Rp 11.725 per dolar AS, sementara posisi kurs jual Rp 11.795 per dolar AS.

EKONOMI | 7 Agustus 2014

Sebelum Menaikkan Harga BBM, Jokowi-JK Mensyaratkan Kondisi Ini

Lalu kilang dibangun dan mafia minyak dihentikan. Termasuk juga memastikan efisiensi energi serta konversi energi BBM ke gas.

EKONOMI | 7 Agustus 2014

Freeport Pastikan "Smelter" Tembaga Bakal Dibangun

Antam lebih banyak membantu penyelesaian masalah lingkungan, perizinan. Mereka memiliki pengalaman.

EKONOMI | 7 Agustus 2014

Penyumbang Devisa Negara, TKW Akan Dibekali Literasi Keuangan

Tahun 2013 kita telah mengedukasi 1.850 orang, dimana 60 persennya merupakan ibu rumah tangga calon TKI maupun yang sudah menjadi TKI.

EKONOMI | 7 Agustus 2014

Ekspor Konsentrat Freeport ke Tiongkok Dijawalkan Sore Ini

kegiatan ekspor seharusnya sudah bisa dilakukan 6 Agustus kemarin. Namun hal itu tertunda lantaran kendala teknis dan cuaca.

EKONOMI | 7 Agustus 2014

Menperin: Subsidi BBM Kendaraan Pribadi Perlu Dihapuskan

"Keinginan saya pribadi agar suatu hari nanti akan ada peraturan soal larangan mobil pribadi menggunakan BBM subsidi."

EKONOMI | 7 Agustus 2014

Kadin: Pembatasan Solar Bersubsidi Berdampak Negatif

"Sudah pasti biaya produksi naik secara menyeluruh."

EKONOMI | 7 Agustus 2014

Kemenperin Terus Dorong Investasi Industri di Dalam Negeri

Investasi PMDN sektor industri pada Triwulan II Tahun 2014 mencapai Rp 12,07 triliun atau meningkat 8,6 persen.

EKONOMI | 6 Agustus 2014

Pemerintahan Baru Harus Serius Bangun Perumahan Rakyat

Indonesia sampai saat ini belum memiliki guidance dan road map yang jelas mengenai arah kebijakan perumahan rakyat secara nasional.

EKONOMI | 6 Agustus 2014

Smelting Diminta Gandeng Antam Bangun Pemurnian Anoda Slime

"Karena PT Smelting tidak punya kompetensi pemurnian, maka kami sarankan menggandeng Antam yang punya konsep membangun itu," kata Sukhyar.

EKONOMI | 6 Agustus 2014


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS