PLN Minta Pemerintah Tetapkan Pemanfaatan Batu Bara PLTU Mulut Tambang
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

PLN Minta Pemerintah Tetapkan Pemanfaatan Batu Bara PLTU Mulut Tambang

Kamis, 14 Agustus 2014 | 19:59 WIB
Oleh : Anselmus Bata / B1

Jakarta - PT PLN (Persero) meminta menteri ESDM menerbitkan keputusan tentang pemanfaatan batu bara untuk proyek PLTU Mulut Tambang Sumsel 9 dan 10 yang saat ini masih dalam tahap pelelangan. Sesuai surat PLN bernomor 1954 tertanggal 6 Agustus 2014 ke menteri ESDM yang salinannya diperoleh di Jakarta, pemanfaatan batu bara di Sumsel merupakan bagian dari strategi kebijakan energi nasional.

"Mohon pemerintah menetapkan keputusan khusus penggunaan cadangan batu bara di Sumsel untuk PLTU Mulut Tambang Sumsel 9 dan 10," kata Dirut PLN Nur Pamudji di Jakarta, Kamis (14/8).

Menurut Nur dalam suratnya, tender PLTU Sumsel 9 dan 10 telah menyelesaikan tahap kualifikasi dan akan masuki penyampaian proposal. Sesuai dokumen tender, kalori batu bara yang digunakan adalah di bawah 3.000 kkal/kg untuk mengoptimalkan cadangan yang besar di Sumsel.

Namun, sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 10 Tahun 2014, tidak ada pembatasan kalori batu bara untuk PLTU Mulut Tambang.

"PLN tidak dapat memutuskan sendiri, mengingat terdapat kebijakan energi nasional yang perlu diperhatikan," kata Nur.

Sejumlah pertimbangan, antara lain pemanfatan batu bara kalori di bawah 3.000 kkal/kg bakal meningkatkan royalti sekaligus pemanfaatannya. Namun, di sisi lain, penggunaan batu bara kalori di bawah 3.000 kkal/kg akan meningkatkan investasi dan biaya operasi bahan bakar.

Sebelumnya, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mempertanyakan pemanfaatan batu bara PLTU Sumsel 9 dan 10, terutama terkait besaran tarif dan subsidi listrik.

"Diketahui saat ini sedang dilakukan pelelangan PLTU mulut tambang khusus batu bara kategori 3.000 dan 4.000 kalori. Bagaimana pengaruh perhitungan cost plus margin terhadap tarif listrik dan subsidi secara keseluruhan," kata Wakil Penanggung Jawab BPK Arief Senjaya dalam surat yang ditujukan ke Kementerian ESDM dan PLN.

Tender PLTU Sumsel 9 berkapasitas 2x600 MW dan 10 1x600 MW memakai skema pengembang listrik swasta (independent power producer/IPP). Pembangunan pembangkit tersebut merupakan bagian proyek kemitraan pemerintah-swasta (KPS).

Sejumlah investor dalam dan luar negeri sudah dinyatakan lolos proses prakualifikasi proyek dengan perkiraan investasi 3 miliar dolar AS tersebut. Saat tahap prakualifikasi itu, peserta tidak dibatasi pada batu bara kategori tertentu. Namun, belakangan dalam dokumen tender request for proposal (RFP), peserta dibatasi hanya yang memiliki batu bara di bawah 3.000 kkal/kg.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Antara


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Tidak Ingin Menyandera, APBN 2015 Disusun Sederhana

Pemerintahan definitif yang baru dipersilahkan untuk melakukan perubahan di APBN Perubahan tahun depan.

EKONOMI | 14 Agustus 2014

Air Asia Siapkan Layanan Internet di Pesawat

Fasilitas tersebut rencananya akan tersedia di seluruh penerbangan AirAsia Malaysia (AK) secara bertahap mulai akhir tahun ini.

EKONOMI | 14 Agustus 2014

Menkeu Optimistis Defisit Transaksi Berjalan 2014 Dapat Ditekan

Subsidi BBM dapat dikendalikan dengan cara menaikkan harga BBM.

EKONOMI | 14 Agustus 2014

Bank Mega Dukung Gerakan Nasional Nontunai

Penggunaan Mega Cash dalam kehidupan sehari-hari merupakan layanan praktis di bidang keuangan yang aman dan nyaman.

EKONOMI | 14 Agustus 2014

BI Optimistis Target Inflasi 2014 Tercapai Meski Ada Rencana Kenaikan Harga Gas

Perry menuturkan kunci utama dalam pengendalian inflasi adalah menjaga pasokan pangan utama.

EKONOMI | 14 Agustus 2014

Subsidi BBM, Jokowi-JK Pertimbangkan Sisi Makro, Sosial, dan Politik

Ada program prioritas untuk memastikan subsidi BBM tidak jebol sampai akhir tahun.

NASIONAL | 14 Agustus 2014

Pemerintah Perlu Kaji Ulang Pembangunan Pelabuhan Cilamaya

Pelabuhan Cilamaya mengganggu akses ke lahan migas. Padahal, produksi migas harus mendapat prioritas untuk diamankan

EKONOMI | 14 Agustus 2014

Jawa Tengah dan DIY Jadi "Pilot Project" Tungku Sehat

Program ini digagas oleh pemerintah bersama Bank Dunia guna mencegah kematian dini akibat polusi udara.

EKONOMI | 14 Agustus 2014

Pemerintah dan Bank Dunia Luncurkan Program Tungku Sehat Hemat Energi

Bank Dunia akan menghibahkan dana US$ 300.000 kepada Direktorat Bioenergi dalam rangka menciptakan kriteria tungku sehat dan hemat energi.

EKONOMI | 14 Agustus 2014

BI Putuskan Pertahankan BI Rate di 7,5%

Kebijakan itu dinilai mampu menurunkan tingkat defisit transaksi berjalan ke arah yang lebih sehat.

EKONOMI | 14 Agustus 2014


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS