SBY: Indonesia Capai Prestasi Ekonomi Tertinggi
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

SBY: Indonesia Capai Prestasi Ekonomi Tertinggi

Jumat, 15 Agustus 2014 | 10:58 WIB
Oleh : Lona Olavia / YS

Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyebutkan, Indonesia, telah berhasil mencetak sejumlah prestasi ekonomi.

Anggaran pembangunan kini mencapai Rp 1.842,5 triliun, tertinggi dalam sejarah Indonesia. Cadangan devisa saat ini telah mencapai US$ 110,5 miliar, setelah sebelumnya pernah mencapai US$ 124,6 miliar yang juga tertinggi dalam sejarah.

"Volume perdagangan dalam 10 tahun terakhir mencapai sekitar US$ 400 miliar, tertinggi dalam sejarah, walaupun terjadi penurunan nilai ekspor. Nilai investasi baik dari luar negeri maupun dalam negeri dalam 10 tahun terakhir mencapai Rp 2.296,6 triliun, juga tertinggi dalam sejarah," kata SBY dalam Pidato Kenegaraan Presiden RI dalam rangka HUT Ke-69 Proklamasi Kemerdekaan RI di depan sidang bersama DPR dan DPD di gedung DPR, Jakarta, Jumat (15/8).

Dijelaskan, dalam waktu sembilan tahun, pendapatan per kapita rakyat Indonesia meningkat hampir tiga setengah kali lipat dari sekitar Rp 10,5 juta tahun 2004 menjadi sekitar Rp 36,6 juta pada tahun 2013.

Itu semua, lanjut Presiden SBY di pidato kenegaraannya yang ke-10 kali ini, patut disyukuri karena faktanya di tengah gejolak dan krisis ekonomi global yang sering terjadi, tidak banyak bangsa di dunia yang bisa melakukan hal ini.

Terkait anggota G-20, ini menandakan bahwa posisi Indonesia dalam peta ekonomi dunia sudah jauh berubah. G-20 di abad ke-21 telah menjadi forum utama untuk melakukan kerja sama ekonomi internasional.

“Dalam forum itu, kita berdiri sejajar dan duduk setara dengan negara-negara maju dan ekonomi besar lainnya. Indonesia tidak lagi melihat proses keputusan ekonomi dunia dari luar atau di pinggiran, kini kita ikut membuat keputusan ekonomi dunia tersebut dari dalam sebagai anggota G-20. Pendek kata, Indonesia telah menjadi salah satu pemain inti dalam ekonomi internasional. Kita tidak punya alasan menjadi bangsa yang rendah diri, yang gemar menyalahkan dunia atas segala per-masalahan yang terjadi. Kita harus meyakini bahwa Indonesia di abad ke-21 adalah bagian dari solusi dunia,” paparnya.

Namun, SBY menegaskan agar pemerintah dan masyarakat tidak boleh berpuas diri dan takabur melihat semua ini. Sebab, tantangan dan permasalahan yang dihadapi bangsa kita masih banyak. Salah satunya adalah bagaimana mengubah nasib puluhan juta rakyat Indonesia yang masih hidup di bawah atau di sekitar garis kemiskinan.

Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

SBY: Utang Indonesia Aman

"Utang adalah faktor penting karena berkaitan dengan rasa percaya diri dan harga diri suatu bangsa.”

EKONOMI | 15 Agustus 2014

69 Tahun Merdeka, Indonesia Tumbuh Menjadi Ekonomi ke-16 Terbesar Dunia

Bahkan menurut Bank Dunia telah masuk dalam 10 besar ekonomi dunia jika dihitung dari purchasing power parity.

EKONOMI | 15 Agustus 2014

MS Hidayat: Prinsipnya Subsidi BBM Harus Dikurangi

Hidayat bisa berbicara banyak terkait subsidi BBM setelah ada kepastian siapa kepala negara terpilih yang baru.

EKONOMI | 15 Agustus 2014

Jepang Bantu Program Pengayaan Raskin Pemerintah

Kegiatan pengayaan raskin akan memproduksi raskin sebanyak 5.000 ton untuk 230.000 jiwa

EKONOMI | 15 Agustus 2014

Melonjak Tajam, Taspen Cetak Laba Semester I Rp 1,75 T

Taspen menargetkan laba akhir tahun Rp 1,98 triliun

EKONOMI | 15 Agustus 2014

Semester I, TMLI Bukukan Premi Rp 29 Miliar

Perolehan premi semester I baru 18 persen dari target akhir tahun

EKONOMI | 14 Agustus 2014

BUM Desa Diproyeksikan Sebagai Kekuatan Ekonomi Baru

Sinergi antara BUMDes dan KUD akan menjawab kekhawatiran terkikisnya peran koperasi sebagai salah satu instrumen untuk menyejahterakan masyarakat desa.

EKONOMI | 14 Agustus 2014

Amankan Stok Premium Agustus, Pertamina Impor 9,5 Juta Barel Minyak

Naiknya harga minyak dunia dipicu konflik Timur Tengah dan Rusia serta menurunnya Stok minyak Amerika Serikat.

EKONOMI | 14 Agustus 2014

Konsep Pendulum Nusantara Lebih Menguntungkan

Dengan konsep Pendulum Nusantara biaya per satuan barang atau per kontainer akan jadi lebih murah

EKONOMI | 14 Agustus 2014

17 Agustus, Uang Pecahan 100.000 Baru Diedarkan

Perbedaan utama antara lain dikenali dari frasa " Negara Kesatuan Republik Indonesia" pada bagian muka dan belakang uang.

EKONOMI | 14 Agustus 2014


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS