SBY Beberkan Prestasi Ekonomi dalam 1 Dekade Terakhir
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

SBY Beberkan Prestasi Ekonomi dalam 1 Dekade Terakhir

Jumat, 15 Agustus 2014 | 14:04 WIB
Oleh : Ridho Syukro / WBP

Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membeberkan sejumlah prestasi di bidang ekonomi selama satu dekade (10 tahun) terakhir di masa kepemimpinanya.

Hal itu disampaikan dalam Pidato Kenegaraan dalam rangka HUT ke 69 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di depan sidang bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, di Jakarta, Jumat (15/8).

"Selama satu dekade terakhir Indonesia telah menunjukkan perkembangan positif dalam pembangunan," kata SBY.

Pertama, Indonesia dapat menjaga stabilitas dan kondisi makro ekonomi dengan relatif baik. Kedua, Indonesia terus mencetak pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi. Pada periode 2009-2013 secara rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,9 persen jauh lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS), Eropa dan Jepang.

"Pada semester I-2014, perekonomian memang mengalami perlambatan menjadi 5,2 persen tetapi di antara negara G-20 Indonesia masih menempati pertumbuhan tertinggi setelah Tiongkok," kata Presiden.

Ketiga, utang negara juga berada dalam situasi yang aman. Dibandingkan negara maju, rasio utang Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) jauh lebih kecil. Sebut saja Jepang dengan rasio utang terhadap PDB sebesar 227,2 persen, AS 104 persen dan Jerman 78,4 persen.

Keempat, Indonesia berhasil mencetak prestasi ekonomi dimana anggaran pembangunan Indonesia mencapai Rp 1.842 triliun tertinggi dalam sejarah Indonesia. Cadangan devisa saat ini telah mencapai US$ 110,5 miliar setelah sebelumnya mencapai US$ 124,6 miliar.

Volume perdagangan dalam 10 tahun terakhir mencapai US$ 400 miliar, nilai investasi baik dari luar negeri dan dalam negeri mencapai Rp 2.296 triliun. Sementara itu pendapatan per kapita Indonesia meningkat hampir tiga setengah kali lipat dari Rp 10,5 juta tahun 2004 menjadi Rp 36,6 juta tahun 2013.

Kelima, Indonesia telah menjadi anggota G-20 yang menandakan Indonesia menjadi negara berkembang. "Pemerintahan yang akan datang harus mampu meningkatkan pembangunan Indonesia," ujar dia

SBY mengatakan pemerintah juga telah membuat program program kesejahteraan rakyat yang bertujuan untuk menurunkan angka kemiskinan. Sebut saja Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri yang menyasar lebih dari 60 juta jiwa masyarakat.

Pemerintah juga terus menggiatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari 6 bank menjadi 33 bank. Selama 7 tahun terakhir penyaluran KUR sudah mencapai Rp 150 triliun yang disalurkan kepada 11 juta debitur.

SBY mengatakan tantangan yang akan dihadapi pemerintahan baru ke depan adalah bagaimana mengentaskan kemiskinan serta meningkatkan kualitas pendidikan. Tantangan lain adalah lapangan kerja mengingat sekitar 49 persen angkatan kerja Indonesia masih berpendidikan rendah.

Sumber: Investor Daily


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Semester I, Wall's Kuasai 20 Persen Pasar Es Krim di Indonesia

Pencapaian tersebut seiring peluncuran sejumlah produk baru tahun ini.

EKONOMI | 15 Agustus 2014

Unilever Luncurkan Es Krim Magnum Pink dan Black

Peluncuran inovasi baru itu melibatkan desainer Sebastian Gunawan dan Tex Saverio.

EKONOMI | 15 Agustus 2014

SBY: Indonesia Capai Prestasi Ekonomi Tertinggi

Anggaran pembangunan kini mencapai Rp 1.842,5 triliun, tertinggi dalam sejarah Indonesia.

EKONOMI | 15 Agustus 2014

SBY: Utang Indonesia Aman

"Utang adalah faktor penting karena berkaitan dengan rasa percaya diri dan harga diri suatu bangsa.”

EKONOMI | 15 Agustus 2014

69 Tahun Merdeka, Indonesia Tumbuh Menjadi Ekonomi ke-16 Terbesar Dunia

Bahkan menurut Bank Dunia telah masuk dalam 10 besar ekonomi dunia jika dihitung dari purchasing power parity.

EKONOMI | 15 Agustus 2014

MS Hidayat: Prinsipnya Subsidi BBM Harus Dikurangi

Hidayat bisa berbicara banyak terkait subsidi BBM setelah ada kepastian siapa kepala negara terpilih yang baru.

EKONOMI | 15 Agustus 2014

Jepang Bantu Program Pengayaan Raskin Pemerintah

Kegiatan pengayaan raskin akan memproduksi raskin sebanyak 5.000 ton untuk 230.000 jiwa

EKONOMI | 15 Agustus 2014

Melonjak Tajam, Taspen Cetak Laba Semester I Rp 1,75 T

Taspen menargetkan laba akhir tahun Rp 1,98 triliun

EKONOMI | 15 Agustus 2014

Semester I, TMLI Bukukan Premi Rp 29 Miliar

Perolehan premi semester I baru 18 persen dari target akhir tahun

EKONOMI | 14 Agustus 2014

BUM Desa Diproyeksikan Sebagai Kekuatan Ekonomi Baru

Sinergi antara BUMDes dan KUD akan menjawab kekhawatiran terkikisnya peran koperasi sebagai salah satu instrumen untuk menyejahterakan masyarakat desa.

EKONOMI | 14 Agustus 2014


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS