Ini Permasalahan yang Dihadapi BPJS Kesehatan
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.321 (-2.12)   |   COMPOSITE 6289.65 (-47.85)   |   DBX 1346.19 (-12.68)   |   I-GRADE 181.205 (-1.35)   |   IDX30 507.3 (-3.78)   |   IDX80 137.13 (-1.34)   |   IDXBUMN20 404.453 (-5.99)   |   IDXESGL 139.923 (-0.37)   |   IDXG30 143.928 (-0.43)   |   IDXHIDIV20 446.912 (-3.18)   |   IDXQ30 145.336 (-0.95)   |   IDXSMC-COM 297.691 (-2.23)   |   IDXSMC-LIQ 363.216 (-3.08)   |   IDXV30 137.088 (-3.12)   |   INFOBANK15 1041.31 (-5.34)   |   Investor33 435.377 (-2.34)   |   ISSI 184.679 (-1.32)   |   JII 634.506 (-3.05)   |   JII70 224.071 (-1.43)   |   KOMPAS100 1224.8 (-8.57)   |   LQ45 952.541 (-7.79)   |   MBX 1705.32 (-12.44)   |   MNC36 322.487 (-1.62)   |   PEFINDO25 325.966 (4.31)   |   SMInfra18 310.375 (-3.1)   |   SRI-KEHATI 370.053 (-2.69)   |  

Ini Permasalahan yang Dihadapi BPJS Kesehatan

Jumat, 15 Agustus 2014 | 15:19 WIB
Oleh : nabila aulia / B1

Jakarta - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan merupakan badan hukum publik yang dibentuk pemerintah untuk mewujudkan terlaksananya program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang ditunjukkan bagi seluruh masyarakat di Indonesia.

Meskipun demikian, aspek permasalahan kepersertaan menjadi tren tersendiri dan menjadi isu yang hangat bagi masyarakat. Hal tersebut dikarenakan kurangnya sosialisi terhadap masyarakat sekitar. Selain itu, kepedulian dan kesadaran masyarakat yang mendaftarkan diri juga minim.

"Berkaitan dengan kepesertaan, jika dia telah terdaftar sebelumnya di jamsostek secara formal, maka dia sudah terdaftar di BPJS Kesehatan, akan tetapi dalam proses pendaftaran, peserta masih banyak yang belum mendaftarkan dirinya", ujar Chazali H. Situmorang selaku Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) saat ditemui di Media Center BPJS Kesehatan, Jakarta (15/8).

"Berbeda halnya dengan status kepesertaan gelandangan seperti penyakit kusta, pengemis, orang terlantar, sakit jiwa dan penghuni lapas, jika mereka belum terdaftar dalam BPJS, berarti mereka tidak mempunyai hubungan dengan BPJS Kesehatan", tambahnya.

Chazali mengatakan, jika dilihat pada semester pertama ini, diindikasikan belum optimalnya pelayanan terhadap peserta, adanya pembatasan pemberian obat terhadap penderita penyakit kronis, rujukan berjenjang dan rujukan berbalik belum memadainya kapasitas fasilitas kesehatan serta.

"Penerapan tarif INA CBG'S belum berjalan efektif dan belum ada pengaturan mekanisme CoB," kata Chazali.

Chazali berharap agar pihak pemerintahan juga ikut serta dalam meningkatkan kinerja pelayanan dan fasilitas kesehatan dalam BPJS serta pengaturan mekanisme CoB (Coordination of Benefit) juga ditingkatkan.

Sedangkan Punawarman Basundoro selaku Direktur Hukum, Komunikasi dan Hubungan Antar Lembaga mengatakan, kesadaran masyarakat yang sehat dan mampu sangat kurang, padahal mereka juga diharuskan dan wajib untuk mendaftar.

Selain itu, aspek pelayanan, manfaat dan iuran juga terbilang masih kurang baik.


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

SBY Beberkan Prestasi Ekonomi dalam 1 Dekade Terakhir

Dibandingkan negara maju, rasio utang Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) jauh lebih kecil.

EKONOMI | 15 Agustus 2014

Semester I, Wall's Kuasai 20 Persen Pasar Es Krim di Indonesia

Pencapaian tersebut seiring peluncuran sejumlah produk baru tahun ini.

EKONOMI | 15 Agustus 2014

Unilever Luncurkan Es Krim Magnum Pink dan Black

Peluncuran inovasi baru itu melibatkan desainer Sebastian Gunawan dan Tex Saverio.

EKONOMI | 15 Agustus 2014

SBY: Indonesia Capai Prestasi Ekonomi Tertinggi

Anggaran pembangunan kini mencapai Rp 1.842,5 triliun, tertinggi dalam sejarah Indonesia.

EKONOMI | 15 Agustus 2014

SBY: Utang Indonesia Aman

"Utang adalah faktor penting karena berkaitan dengan rasa percaya diri dan harga diri suatu bangsa.”

EKONOMI | 15 Agustus 2014

69 Tahun Merdeka, Indonesia Tumbuh Menjadi Ekonomi ke-16 Terbesar Dunia

Bahkan menurut Bank Dunia telah masuk dalam 10 besar ekonomi dunia jika dihitung dari purchasing power parity.

EKONOMI | 15 Agustus 2014

MS Hidayat: Prinsipnya Subsidi BBM Harus Dikurangi

Hidayat bisa berbicara banyak terkait subsidi BBM setelah ada kepastian siapa kepala negara terpilih yang baru.

EKONOMI | 15 Agustus 2014

Jepang Bantu Program Pengayaan Raskin Pemerintah

Kegiatan pengayaan raskin akan memproduksi raskin sebanyak 5.000 ton untuk 230.000 jiwa

EKONOMI | 15 Agustus 2014

Melonjak Tajam, Taspen Cetak Laba Semester I Rp 1,75 T

Taspen menargetkan laba akhir tahun Rp 1,98 triliun

EKONOMI | 15 Agustus 2014

Semester I, TMLI Bukukan Premi Rp 29 Miliar

Perolehan premi semester I baru 18 persen dari target akhir tahun

EKONOMI | 14 Agustus 2014


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS