RNI Bangun Pabrik Air Mineral dan Penggilangan Padi Rp 500 M
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

RNI Bangun Pabrik Air Mineral dan Penggilangan Padi Rp 500 M

Selasa, 19 Agustus 2014 | 17:56 WIB
Oleh : C-07 / WBP

Jakarta - Perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) di sektor pangan, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) meluncurkan produk air mineral bernama Raja Air dan produk beras bernama Raja Beras.

Perusahaan pelat merah ini akan membangun tiga pabrik air mineral senilai Rp 150 miliar serta empat pabrik penggilan (rice mill) padi dan gabah senilai Rp 350 miliar.

"Untuk produk air mineral bernama Raja Air, sumber airnya di pengunungan Padalarang, Jawa Barat, Ungaran, Jawa Timur dan Singaraja, Bali. Sementara untuk Raja Beras merupakan hasil produksi kerja sama petani di Kabupaten Oku Timur, Sumatera Selatan," ujar Direktur Utama RNI Ismed Hasan Putro dalam acara peluncuran produk Raja Air dan Raja Beras di kantornya, Jakarta, Selasa (19/8).

Dia mengaku sedang menyiapkan pembangunan pabrik air minum di Padalarang melalui kerja sama dengan Koperasi Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) yang memiliki sumber air. "Kerja samanya dalam bentuk teknologi dan manajemen," kata Ismed.

RNI juga akan membangun pabrik air di Ungaran Jawa Tengah serta di Singaraja, Bali dengan menggandeng BUMD Bali yang memilki sumber air. "Sumber airnya dimiliki oleh BUMD Bali yang mengelola air Buleleng. Buat masyarakat Bali ini air suci.

Ismed mengatakan, pembangunan pabrik di tiga lokasi tersebut membutuhkan investasinya Rp 150 miliar. RNI menargetkan, pada 2017 mendatang kapasitas air perseroan mencapai 100.000 galon per tahun. "Untuk saat ini, Raja Air memasok 25.000 galon untuk lima jenis kemasan," kata dia.

Dia mengatakan, alasan perseroan menggarap segmen air minum mineral dalam kemasan berdasarkan pertimbangan bisnis sekaligus mengamanatkan Pasal 33 dalam UUD 1945 yang menyatakana, bahwa bumi dan air dikuasai negara. Untuk itu BUMN sebagai instrumen negara masuk ke bisnis air.

Ismed menjelaskan, dengan masuknya RNI ke segmen ini, otomatis memudahkan pemasaran produk air mineral dan beras. Pasalnya, RNI memiliki jaringan distribusi dan pasar yang cukup luas. Adapun produksinya dalam bentuk gelas ukuran 330 mililiter (ml), botol 600 ml dan 1.500 ml serta ukuran galon.

Sementara untuk produk Raja Beras, Ismed mengatakan progam ini merupakan amanat pemerintah untuk menuju swasembada pangan nasional. Manfaat lain adalah meningkatkan produktivitas sawah non teknis, menciptakan lapangan pekerjaan, efek ganda dalam peningkatan perputaran roda perekonomian serta meningkatkan pemasukan pajak daerah.

Ismed mengatakan, sebelum RNI masuk, petani hanya menghasilkan gabah kering panen (GKP) sebanyak 2,5 ton per hektar (ha) sekali panen dalam setahun. Kini setelah kerja sama dengan RNI, produksi GKP meningkat rata-rata 6 ton per ha atau 18 ton per tahun.

Ismed mengatakan perseroan akan membangun pabrik rice mill di perkebunan sawit PT Laras Astra Kartika di Baturaja Sumatera Selatan dengan kapasitas 50.000 ton. Nantinya akan menggunakan teknologi impor dari Taiwan dan Jepang

Selain di Baturaja, RNI juga membangun rice mill di Jatitujuh Indramayu seluas 10 ha dengan kapasitas 150.000 ton per tahun. Di Sabang juga akan dibangun pabrik gabah (PG) dengan kapasitas 150.000 ton. Kemudian tahun berikutnya PT RNI akan membangun pabrik gabah Krebet, Malang berkapasitas 100.000 ton per ha.

"Total investasi itu kami perkirakan Rp 350 miliar untuk empat pabrik dengan total kapasitas 450.000 ton. Nanti kami tingkatkan sampai 500.000 ton per tahun," ujar Ismed.

Ismed menjelaskan produk Raja Beras adalah beras premium dan medium. Saat ini sudah terjual ke beberapa segmen pasar seperti koperasi BUMN yang ada di Sumatera Selatan dan ke pasar umum maupun langsung ke konsumen. "Harga besar dijual dengan kisaran Rtp 10.000 per kg," pungkas Ismed

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily


BERITA LAINNYA

Waspada, Ini Modus Penipuan Perdagangan Berjangka Komoditi

Sejak Januari – Agustus 2021, Bappebti tercatat telah memblokir sebanyak 954 domain.

EKONOMI | 18 September 2021

Bappebti Blokir 249 Domain Situs Perdagangan Berjangka Komoditi Tanpa Izin

Bappebti Kemdag telah memblokir 249 domain situs web entitas di bidang perdagangan berjangka komoditi (PBK) yang tidak memiliki perizinan dari Bappebti.

EKONOMI | 18 September 2021

Kempupera Lanjutkan Pembangunan Jalan Pintas Mengwitani-Singaraja

Kempupera terus melanjutkan pembangunan Jalan Pintas (Shortcut) ruas Mengwitani-Singaraja.

EKONOMI | 18 September 2021

Tingkatkan Penghasilan Saat Pandemi dengan Memaksimalkan Media Sosial

Menemukan peluang dan memaksimalkan penggunaan media sosial untuk mengembangkan bisnis.

EKONOMI | 18 September 2021

Menteri BUMN: Jadikan Pandemi Momentum Indonesia Bangkit dalam Persaingan Global

"Intinya, memang saat Covid-19 ini merupakan saat yang tepat bagi Indonesia untuk harus mereposisi dan bangkit di persaingan global," ujar Erick Thohir.

EKONOMI | 18 September 2021

CIPS: Holding BUMN Pangan Berpotensi Hambat Investasi

Pembentukan holding BUMN klaster pangan berpotensi menghambat investasi.

EKONOMI | 18 September 2021

Pemerintah Gelar Karpet Merah untuk Investor Vaksin

Pemerintah Indonesia menawarkan berbagai insentif, baik fiskal maupun non fiskal, kepada calon investor vaksin di Indonesia.

EKONOMI | 18 September 2021

Aturan Unit Link bakal Diperketat, AAJI Setuju dengan Syarat...

AAJI setuju dengan pengetatan PAYDI atau unit link, selama syarat aturan baru PAYDI menguntungkan semua elemen.

EKONOMI | 18 September 2021




TAG POPULER

# Muhammad Kece


# Sonny Tulung


# Vaksinasi Covid-19


# Ideologi Transnasional


# Lucinta Luna



TERKINI
Waspada, Ini Modus Penipuan Perdagangan Berjangka Komoditi

Waspada, Ini Modus Penipuan Perdagangan Berjangka Komoditi

EKONOMI | 12 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings