383 Proyek MP3EI Senilai Rp 863 Triliun Telah "Groundbreaking"

383 Proyek MP3EI Senilai Rp 863 Triliun Telah
Pekerja Indonesia membangun jembatan dan jalan tol dalam rangka pertumbuhan ekonomi dan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). ( Foto: AFP )
Ridho Syukro / WBP Jumat, 5 September 2014 | 10:24 WIB

Jakarta- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung (CT) mengatakan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) merupakan program yang bertujuan untuk menciptakan pemerataan pembangunan dan transformasi ekonomi Indonesia.

"MP3EI bertujuan untuk menciptakan pusat pertumbuhan baru di daerah dan kabupaten di Indonesia," ujar dia dalam acara "Refleksi 3 Tahun MP3EI" di JCC, Jakarta, Jumat (5/9).

Menurut CT, sejak pertama kali diluncurkan tiga tahun yang lalu atau tepatnya 27 Mei 2011 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sudah ada 383 proyek yang telah dimulai melalui pemancangan tiang pertama (groundbreaking) dengan nilai investasi Rp 863 triliun. "Proyek proyek tersebut terdiri dari proyek infrastruktur dan proyek di sektor riil," kata CT.

CT menjelaskan, dari 383 proyek itu, sebanyak 174 proyek di sektor riil dengan total investasi Rp 441 triliun, dan 209 proyek infrastruktur dengan investasi Rp 422 triliun.

CT mengatakan sumber pembiayaan proyek MP3EI berasal dari BUMN sebesar 26,2 persen, swasta 37,9 persen, pemerintah 15,6 persen dan dari pemerintah serta swasta 20,1 persen.

Menurut CT, jika program MP3EI berhasil, maka Indonesia akan menjadi negara maju dengan total produk domestik bruto (PDB) Rp 4,5 triliun pada 2025 dan pendapatan per kapita mencapai US$ 15.000.

Berikut daftar proyek MP3EI yang tersebar di enam koridor ekonomi:
1. 65 proyek di koridor Sumatera dengan nilai Rp 134 triliun.
2. 102 proyek di koridor Jawa dengan nilai Rp 309 triliun.
3. 94 proyek di koridor Kalimantan dengan nilai Rp 177 triliun.
4. 50 proyek di koridor Sulawesi dengan nilai Rp 69 triliun.
5. 33 proyek di koridor Bali, Nusatenggara dengan nilai Rp 53 triliun
6. 36 proyek di koridor Papua dan Maluku dengan nilai Rp 108 triliun.