Laju Kekayaan Orang Jepang Tercepat di Asia-Pasifik

Laju Kekayaan Orang Jepang Tercepat di Asia-Pasifik
Ilustrasi Bursa Asia ( Foto: AFP )
Bloomberg/WYU / WBP Selasa, 21 Oktober 2014 | 19:30 WIB

Singapura - Peningkatan harta miliarder Jepang menjadi yang tercepat di kawasan Asia-Pasifik pada tahun lalu di tengah kampanye Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe untuk menggenjot perekonomian sehingga mendorong kenaikan pasar saham.

Laporan Royal Bank of Canada dan Cap Gemini SA menyatakan individu Jepang berpenghasilan tinggi, didefinisikan sebagai orang dengan aset yang bisa diinvestasikan minimal US$ 1 juta, meningkatkan kekayaan mereka 24 persen dari tahun sebelumnya menjadi US$ 5,5 triliun. Jumlah miliarder di Jepang dilaporkan naik 22 persen menjadi 2,3 juta orang.

"Pertumbuhan ekonomi dan harga real estate yang kuat di pasar utama mendorong pertumbuhan kekayaan yang sehat secara keseluruhan," ujar Kepala Kelompok Manajemen Kekayaan dan Unit Asuransi RBC M. George Lewis di Singapura, Selasa (21/10).

Dia mengatakan, Asia-Pasifik diperkirakan akan terus memimpin pertumbuhan global sekaligus melampaui Amerika Utara hingga akhir 2014 dan 2015.

Indeks saham Topix melonjak 51 persen tahun lalu menyusul kebijakan pelonggaran moneter Bank Sentral Jepang (BoJ) yang belum pernah terjadi sebelumnya ketika Abe meluncurkan paket pertumbuhan yang dikenal sebagai Abenomics. Tahun ini, indeks itu berkurang 8 persen karena investor berspekulasi kampanye Abe kehabisan amunisi. Investor juga khawatir, kenaikan pajak penjualan kedua tahun depan akan menekan konsumsi negara itu setelah kenaikan pajak April lalu juga mengalami hal serupa.

Laporan itu juga menunjukkan para miliarder Tiongkok mengembangkan kekayaan mereka di laju tercepat kedua di Asia Pasifik. Kekayaan mereka meningkat 20 persen menjadi US$ 3,8 triliun, karena jumlah individu berpendapatan tinggi di negara ini meningkat 18 persen menjadi 758.000.

Total populasi miliarder wilayah Asia-Pasifik, kata laporan itu, meningkat 17 persen menjadi 4,3 juta, atau di atas tingkat pertumbuhan global sebesar 13 persen. Kekayaan mereka meningkat 18 persen menjadi US$ 14,2 triliun, atau di atas kenaikan seluruh dunia sebesar 12 persen.

RBC dan Cap Gemini menyatakan pertumbuhan jumlah miliarder di Jepang dan Tiongkok menyumbang 85 persen dari total kenaikan di Asia. Data itu mencakup orang-orang dengan aset yang bisa diinvestasikan minimal US$ 1 juta, tidak termasuk tempat tinggal utama, koleksi, barang konsumsi dan barang-barang tahan lama.

Sumber: Investor Daily