Panasonic Tawarkan AC Berteknologi R32 untuk Kurangi Dampak Penipisan Ozon

Panasonic Tawarkan AC Berteknologi R32 untuk Kurangi Dampak Penipisan Ozon
Launching Line up terbaru AC panasonic 2015, di Jakarta, Kamis (22/1) ( Foto: Beritasatu.com/M. Nurhadi Pratomo )
M.Nurhadi Pratomo / PCN Kamis, 22 Januari 2015 | 23:47 WIB

Jakarta - PT Panasonic Gobel Indonesia mengeluarkan dua puluh varian produk air conditioner (AC)  yang menggunakan teknologi R32 dan R410A. Teknologi ini diklaim lebih ramah lingkungan dibanding pendahulunya yakni R22. Teknologi yang baru ini diklaim mampu mengurangi potensi penipisan lapisan ozon hinggal nol. Sedangkan, teknologi pendahulunya yakni R22 menyebabkan penipisan sepertiga lapisan ozon.

Demikian dikatakan Presiden Direktur PT Panasonic Gobel Indonesia, Hiroyoshi Suga di Jakarta, Kamis (22/1).

Ia mengatakan, Panasonic mengusung teknologi baru ini guna mendukung kebijakan pemerintah yang mewajibkan produsen AC untuk mengadopsi teknologi R32 melalui peraturan pemerintah yang dikeluarkan pada tanggal 1 Januari 2015. Saat ini, sekitar 95 persen AC yang ada masih menggunakan teknologi R22. Teknologi tersebut mengandung Hydro Chloro Fluoro Carbon (HCFC).

Ia menjelaskan, Panasonic mengeluarkan beberapa varian AC yang mengadopsi teknologi R32 dan empat varian lagi yang mengadopsi teknologi R410A.

"Panasonic merupakan produsen pertama yang memproduksi AC berteknologi R32 di Indonesia," kata Presiden Direktur PT Panasonic Gobel Indonesia, Hiroyoshi Suga.

Product Manager AC Panasonic, Heribertus Ronny, menjelaskan, beberapa teknologi baru yang diusung Panasonic antara lain Refrigeran ramah lingkungan, ecotough, inverter dengan teknologi iAuto-X, dan teknologi econavy yang memungkinkan penghematan tenaga listrik hingga 35 persen.

"Kami sebagai perusahaan teknologi berkewajiban memberikan edukasi kepada konsumen terkait teknologi pendingin ruangan ramah lingkungan dan tak kalah penting kami berkewajiban menjaga kelestarian lingkungan," kata Ronny.

Produk AC terbaru Panasonic ini mulai dipasarkan pada Januari 2015. Konsumen dapat menikmati teknologi terbaru ini dengan harga mulai dari Rp 2.700.000.

Ronny meyakini, tren bisnis properti yang sedang tumbuh saat ini akan mampu mendongkrak penjualan AC pada tahun ini.