Tahun Ini, Pasar Logistik Bisa Tembus Rp 2.100 Triliun
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Tahun Ini, Pasar Logistik Bisa Tembus Rp 2.100 Triliun

Selasa, 27 Januari 2015 | 11:21 WIB
Oleh : Lona Olavia / WBP

Jakarta - Pasar logistik Indonesia tahun 2015 ini disinyalir akan menembus angka Rp 2.100 triliun atau tumbuh 14-14,7 persen dibandingkan tahun lalu.

Menariknya bisnis logistik di Tanah Air, bahkan menyamai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2015 yang sebesar Rp 2.039,5 triliun.

Direktur Eksekutif Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Express, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) Syarifuddin mengatakan, logistik telah menjadi primadona negeri ini. Bahkan, potensi sebenarnya lebih dari kisaran 14 persen, jika sistem logistik nasional (sislognas) sudah mendukung.

"Pasar logistik Indonesia adalah yang terbesar di ASEAN. Makanya, dalam era MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN), bukan hanya ASEAN yang melirik Indonesia, tapi juga global. Dengan ekonomi Indonesia sekarang, logistik pun sudah jadi primadona dan potensinya menyamai APBN," ujarnya di Jakarta, Senin (26/1).

Dalam kondisi ekonomi saat ini, Syarifuddin menyebutkan pasar logistik akan tembus Rp 2.100 triliun. Dia optimistis jika infrastruktur dan regulasi mendukung, maka industri logistik akan menopang pertumbuhan ekonomi lebih besar lagi.

"Untuk wilayah Timur belum semua tergali, di sana besar, tapi transportasinya kurang mendukung. Jadi, pembenahan infrastruktur itu mutlak, peraturan pemerintah juga jangan tumpang tindih dan jangan menyulitkan dunia usaha, lalu kebijakan di pusat dan daerah tak berbenturan," ungkap dia.

Sementara implementasi cetak biru Sislognas, sedang dikerjakan bertahap hingga tahun 2025 mendatang. Langkah itu, ucapnya menjadi fokus pemerintah karena logistik merupakan bisnis yang amat menjanjikan.

Seperti diketahui, pemerintah menargetkan investasi di sektor logistik pada tahun ini tumbuh 20 persen, menyusul adanya komitmen investasi di sektor tersebut. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengungkapkan, saat ini ada enam daerah yang akan dikembangkan menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK). Daerah tersebut menawarkan investasi yang menggiurkan, khususnya di bidang usaha logistik.

Tren pertumbuhan investasi sektor logistik sudah terjadi beberapa tahun terakhir. Pada 2013, tercatat investasi di sektor tersebut mencapai US$ 1,4 miliar untuk penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDM) tercatat sebesar Rp 13,17 triliun. Lalu, hingga kuartal III 2014, PMA mencapai US$ 2,8 miliar, sedangkan PMDM-nya sebesar Rp 9,82 triliun.

Bahkan, disebutkan Ketua Umum Asosiasi Logistik Nasional Zaldi Masita, setidaknya tiap tahun ada 20-30 perusahaan logistik baru di Indonesia. Misalnya saja, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk yang menyiapkan dana hingga US$ 150 juta untuk investasi di bisnis barunya, yakni logistik di tahun ini.

Saat ini, tercatat ada 5.000 perusahaan yang bergerak di bidang logistik. Di mana, 250 di antaranya merupakan perusahaan asing. Menangkap potensi logistik, JNE yang sudah spin off divisi logistik menjadi JNE Logistik akhir 2013 lalu telah menyiapkan berbagai persiapan. JNE berencana membangun 3-4 pusat sortir barang lagi di Jakarta yang diharapkan sudah dapat beroperasi tahun ini. Tahun berikutnya, pusat sortir juga akan dibangun di kota-kota besar lain seperti Medan, Padang, Palembang dan Bengkulu.

Selain itu, dengan investasi Rp 1,5 triliun, JNE sedang meningkatkan kapabilitas berupa penambahan infrastruktur penunjang logistik. Infrastruktur tersebut berupa pembangunan dan perluasan hub atau pos-pos logistik seluas 2.000 meter hingga 5.000 meter untuk konektivitas antar daerah yang saat ini sudah ada seperti di Sumatera, Jawa dan Kalimantan. Khusus di Jawa, JNE berencana dalam waktu dekat dapat membangun terminal logistik besar untuk truk di Karawang seluas 20.000 meter.

"Potensi bisnis logistik Indonesia sangat besar, hal ini terlihat dari pertumbuhannya yang mencapai 14,7 persen di tahun 2014 dan mengalami peningkatan lebih dari Rp 100 triliun per tahunnya dalam 3 tahun terakhir. Namun, pelaku usaha di bidang ini masih sedikit. Dari total Rp 1.400 triliun pada tahun 2011, hanya Rp 287,4 triliun yang berhasil digarap perusahaan logistik di Indonesia. Artinya, masih ada Rp 1.112,6 triliun yang memiliki peluang untuk digarap," ungkap Managing Director JNE Johari Zein seraya menambahkan, omzet penjualan nasional JNE mampu tumbuh 40 persen secara berturut-turut selama empat tahun terakhir ini.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kasus KPK vs Polri Bisa Berimbas ke Ekonomi

Para investor butuh kepastian hukum.

EKONOMI | 27 Januari 2015

Hari Ini Asumsi Makro dan Target Pembangunan Dibawa ke Banggar

Target pembangunan nasional yang disepakati yakni tingkat pengangguran 5,6 persen.

EKONOMI | 27 Januari 2015

Rencana Pengenaan PPnBM untuk Ritel Tuai Kritik

Jenis barang yang dianggap mewah bisa jadi bahan perdebatan.

EKONOMI | 27 Januari 2015

Petani Jamur Tiram Lebak Untung Rp 400.000 per Hari

Produksi jamur tiram Kabupaten Lebak sudah dipasok ke Serang, Pandeglang dan Tangerang.

EKONOMI | 27 Januari 2015

S&P Pangkas Peringkat Kredit Rusia Menjadi "Sampah"

Penurunan peringkat ini diakibatkan oleh menurunnya harga minyak dunia hingga 50 persen. Kini, eksportir minyak terbesar dunia tersebut berada di ambang resesi.

EKONOMI | 27 Januari 2015

SOHO Global Health Jalin Kemitraan dengan Quadria Capital

Menandai investasi Private Equity yang pertama kali di perusahaan farmasi Indonesia

EKONOMI | 27 Januari 2015

Target Pertumbuhan Ekonomi Ditetapkan di 5,7%

Nilai tukar rupiah dipatok sebesar Rp 12.500 per dolar dan inflasi 5%

EKONOMI | 26 Januari 2015

Target Pertumbuhan Ekonomi Pemerintah Dinilai Tidak Realistis

Standard Chartered menilai target pertumbuhan ekonomi domestik yang realistis antara 5,2-5,5 persen

EKONOMI | 26 Januari 2015

Stanchard: Rupiah Bisa Kembali ke Rp 12.200

Rupiah bisa menembus Rp 13.000 sebelum Bank Sentral Eropa mengeluarkan stimulus, dan menguat ke Rp 12.200 setelahnya

EKONOMI | 26 Januari 2015

Jasindo Bertekad Jadi "Market Leader" Asuransi Syariah

Kebutuhan akan perlindungan untuk perjalanan bertambah seiring dengan bertumbuhnya masyarakat kelas menengah di Indonesia.

EKONOMI | 26 Januari 2015


TAG POPULER

# IHSG


# Akidi Tio


# UMKM


# Greysia Polii


# Pesawat Kepresidenan



TERKINI

Ditekan Orangtua Murid, TK di Cipayung Jaktim Gelar Pembelajaran Tatap Muka di Masa PPKM Level 4

MEGAPOLITAN | 3 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS