Menaker Tangkap TKA Ilegal Sektor Pertambangan di Kalsel
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Menaker Tangkap TKA Ilegal Sektor Pertambangan di Kalsel

Minggu, 15 Maret 2015 | 23:16 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / B1

Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri bersama jajarannya menangkap tangan lima orang tenaga kerja asing (TKA) atau ekspatriat yang tidak memiliki izin kerja di Kalimantan Selatan. Lima TKA illegal yang bekerja di sektor pertambangan tersebut yang berasal dari Tiongkok/China.

Penangkapan tersebut dilakukan saat Hanif melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke PT Merge Mining Industry yang berada di kawasan pertambangan Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan pada Sabtu (14/3) kemari.

“Kita ingin semua TKA yang bekerja di indonesia harus memiliki izin yang benar dan resmi. Kami banyak mendapatkan laporan bahwa banyak TKA yang tak memiliki izin. Kita akan tertibkan semuanya. Kita ingin yang ilegal ditangkap dan dideportasi,” kata Menaker Hanif di Jakarta pada Minggu (15/3).

Dalam sidak kali ini di kawasan Industri pertambangan Kalsel Hanif tidak hanya menangkap dan menyerahkan 5 TKA yang tak memiliki Ijin Menggunakan Tenaga Asing(IMTA). Hanif pun secara langsung juga mengelandang 5 TKA yang ketangkap basah tersebut untuk dibawa dan diserahkan kepada pihak Imigrasi Kalsel agar segara dideportasi.

“Kita temukan banyak pelanggaran perusahaan terkait dengan TKA. Semua TKA disana illegal, tidak ada yg mempunyai izin kerja. Kemnaker punya kewenangan untuk mengeluarkan IMTA. Tadi tidak ada IMTAnya jadi langsung kita bawa dan kita serahkan ke kantor imigrasi untuk diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Hanif.

Selain menangkap TKA yang tak memiliki IMTA, dalam blusukan kali ini dia juga menemukan informasi adanya puluhan TKA lain yang belum tertangkap juga tidak memiliki IMTA.

Menaker Hanif dalam sidak dan blusukannya kali ini juga mendapati TKA yang tak berizin IMTA itu juga tidak bisa berbahasa Indonesia.

“Kami juga menemukan data dan informasi mengenai adanya puluhan TKA yang juga tak memiliki IMTA. Sementara yang saya tangkap ini langsung saya serahkan ke Kantor Imigrasi Banjarmasin untuk diproses deportasi,” kata Hanif.

Hanif juga meminta agar TKA lain yang tak memiliki IMTA segera ditangkap dan dideportasi segera.

Hanif menambahkan dari informasi tambahan yang di peroleh dari tenaga kerja lokal sebenarnya di terowongan tambangnya masih ada puluhan orang yang sama.

Oleh Karena itu, dia meminta kepada Dirjen Pengawasan Ketenagakerjaan di Kementerian K \etenagakerjaan agar segera mengambil langkah cepat untuk memeriksa semua perusahaan yang memperkerjakan TKA dan menangkap mereka yang tak berizin untuk kemudian dideportasi oleh Imigrasi ke negara asalnya.

“Kami tak bermaksud membatasi TKA yang ingin bekerja di Indonesia. Tetapi saya sebagai Menaker harus memastikan TKA harus memiliki IMTA dan perizinan lain sesuai peraturan yang berlaku,” kata Hanif.

Data Kementerian Ketenagakerjaan meyebutkan jumlah TKA atau ekspatriat yang masuk dan bekerja di Indonesia selama tahun 2014 mencapai jumlah 68.762 orang.

Berdasarkan daftar Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) yang diterbitkan Kemnaker, terlihat jumlah TKA 2014 menurun tipis dibandingkan tahun 2013 yang berjumlah 68.957 orang dan tahun 2012 yang mencapai 72.427 orang.

Pada tahun 2014, Jumlah TKA dari Tiongkok jumlahnya mencapai 16.328 orang, Jepang (10.838), dan Korea Selatan (8.172). Sedangkan TKA dari India (4.981), Malaysia (4.022), Amerika Serikat (2,658), Thailand (1.002 ), Australia (2.664), Philippina(2.670), Inggris (2.227), Negara Lainnya (13.200 orang).

Dilihat dari sektor kategori, sektor perdagangan dan jasa tetap mendominasi dengan jumlah TKA mencapai 36.732 orang, sektor industri 24.041 orang dan sektor pertanian 8.019 orang

Sedangkan berdasarkan level jabatan, TKA professional berjumlah 21.751 orang, advisor/konsultan 15.172, manager 13.991, direksi 9.879, supervisor 6.867 dan komisaris sebanyak 1.101 orang.

Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sulut Dorong Pengembangan Ikan Olahan

Menghadapi MEA,produk olahan ikan ini pasti laris dicari karena merupakan kebutuhan pangan yang setiap hari

NASIONAL | 15 Maret 2015

Korsel Minati Kayu Manis asal Sulut

Saat ini, belum banyak industri yang memberi nilai tambah dari kayu manis (cassiavera), sehingga Indonesia hanya mengekspor bahan mentah

NASIONAL | 15 Maret 2015

Sulut Ekspor Tepung Kelapa ke Turki

Bisa dipastikan untuk beberapa tahun ke depan, tepung kelapa menjadi satu di antara produk andalan ekspor Sulut.

NASIONAL | 15 Maret 2015

Produksi Kedelai di Bali Melimpah

Meningkatnya produksi kedelai di Bali periode 2103-2014 terjadi di Gianyar sebanyak 943 ton biji kering (179,96 persen) dan Karangasem 50 ton (125 persen)

NASIONAL | 15 Maret 2015

DKP Bangka Tengah Terbitkan Ribuan Kartu Nelayan

kartu identitas nelayan ini dapat membantu pemerintah daerah untuk mengetahui hasil tangkapan ikan para nelayan di daerah itu

NASIONAL | 15 Maret 2015

Presiden Kecewa Tak Diberi Laporan Harga Beras

Agenda rapat terbatas tersebut dilakukan untuk membahas antisipasi fluktuasi rupiah terhadap dolar AS dan kebijakan dalam rangka menentukan harga beras.

NASIONAL | 15 Maret 2015

OJK Hapuskan Rentenir Melalui Lembaga Keuangan Mikro

Menurut Aji, di Indonesia banyak berkembang lembaga keuangan non-bank yang melakukan kegiatan usaha jasa pengembangan usaha dan pemberdayaan masyarakat

EKONOMI | 15 Maret 2015

LPEI Raih Pinjaman Sindikasi US$ 750 Juta

LPEI juga berencana menerbitkan global bond US$ 500 juta, private placement US$ 300 juta, dan obligasi di dalam negeri sebesar Rp 8 triliun.

EKONOMI | 15 Maret 2015

Tak Kunjung Terima Laporan Harga Beras, Jokowi Gelar Rapat Terbatas

"Mestinya saya dilapori tapi ini saya yang menyampaikan karena saya tunggu-tunggu enggak ada yang lapor," kata presiden.

EKONOMI | 15 Maret 2015

2015, PT PAL Incar Pendapatan Rp 1,5 Triliun

Penerimaan PT PAL pada 2014 mencapai Rp 500 miliar.

EKONOMI | 15 Maret 2015


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS