Logo BeritaSatu

KKP Targetkan Produksi Bandeng 1,2 Juta Ton

Selasa, 31 Maret 2015 | 22:19 WIB
Oleh : FER

Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan produksi bandeng nasional tahun ini mencapai 1,2 juta ton. Pada 2014, produksi bandeng nasional mencapai 621.393 ton atau meningkat 10,4 persen per tahun dibanding 2010 yang hanya 421.757 ton. Guna mendukung target produksi tahun ini, KKP pun berupaya meningkatkan produksi dan kualitas benih bandeng (nener).

Dirjen Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto mengatakan, bandeng merupakan salah satu komoditas unggulan perikanan budidaya. Selain mendukung ketahanan pangan dan gizi, usaha budidaya bandeng dapat diandalkan untuk meningkatan pendapatan pembudidaya skala kecil dan menengah. Produksi bandeng nasional mengalami peningkatan cukup signifika, yakni dari 421.757 ton pada 2010 menjadi 621.393 ton pada 2014 (data sementara) atau 10,4 % per tahun.

"Peningkatan produksi bandeng ini adalah kerja keras semua stakeholder yang bekerja tak kenal lelah untuk terus membangun perikanan budidaya, khususnya budidaya bandeng. Satu hal yang perlu diperhatikan dalam peningkatan produksi ini adalah dukungan benih yang harus selalu tersedia secara cukup baik dari segi kualitas, kuantitas, dan ketepatan waktu sesuai kebutuhan pembudidaya bandeng," jelas dia dalam siaran persnya saat memberikan arahan pada Forum Perbenihan Skala Kecil di Sanur, Bali, Selasa (31/3).

Slamet menambahkan, untuk mendukung peningkatan produksi bandeng nasional, produksi benih bandeng (nener) juga di tingkatkan dan data menunjukkan peningkatan produksi nener yang cukup signifikan, yaitu 2,4 miliar ekor pada 2010 dan mencapai 3,2 miliar pada 2014 (data sementara) atau 10,8 persen per tahun.

"Produksi nener ini memang tidak sepenuhnya digunakan di dalam negeri, karena sekitar 15 persen nener diekspor khususnya Filipina. Tetapi tidak perlu khawatir akan hal ini karena pemenuhan kebutuhan nener dalam negeri masih menjadi prioritas untuk memenuhi target produksi bandeng 2015 yang mencapai 1,2 juta ton dan memerlukan nener 7,2 miliar benih," kata dia.

Lebih lanjut Slamet mengatakan, informasi tentang pelarangan impor nener adalah tidak benar, karena terbukanya pasar ekspor nener juga mendorong produksi nener secara kontinyu. Yang perlu diperhatikan saat ini terkait produksi nener adalah peningkatan kualitas nener yang dihasilkan oleh unit pembenihan. Ke depan, kualitas produksi nener harus semuanya kualitas prima, sehingga baik itu untuk pasar ekspor maupun pemenuhan kebutuhan dalam negeri, kualitasnya adalah sama, kualitas A atau kualitas prima.

"Jadi, pembenih nener akan kita dorong untuk melakukan pembenihan sesuai anjuran dan aturan, paling tidak menerapkan Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB) sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI), sehingga mampu menghasilkan nener yang berkualitas dalam jumlah yang cukup," kata Slamet.

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam peningkatan kualitas nener adalah penyediaan induk unggul bandeng melalui penguatan jejaring induk unggul bandeng. Penyediaan induk unggul bandeng sangat diperlukan agar dapat dihasilkan nener bermutu secara kontinyu. Kemudian yang perlu juga diperhatikan adalah penyediaan pakan benih yang berkualitas selama masa pembenihan. Jenis pakan, kualitas pakan, cara pemberian pakan dan hal lain yang berkaitan dengan pengelolaan pakan pada saat pembenihan harus diperhatikan, sehingga dapat menghasilkan nener yang berkualitas

Untuk menekan biaya distribusi dan meningkatkan kelulushidupan nener, pemerintah akan mendorong pengembangan unit pembenihan di sentra-sentra budidaya bandeng. Saat ini, sentra nener yang paling besar adalah di Bali, khususnya di Gondola. KKP akan mendorong pengembangan unit pembenihan di sentra budidaya bandeng di wilayah lain seperti di Lampung, Banten, Jawa Barat dan Sulawesi Selatan.

"Ini akan mengurangi biaya transportasi, menurunkan harga benih dan juga menurunkan tingkat kematian nener akibat transportasi," papar Slamet.

Peluang usaha pembenihan bandeng juga sangat terbuka dengan di kembangkannya penangkapan ikan melalui alat tangkap yang ramah lingkungan. Contoh penangkapan tuna menggunakan alat tangkap huhate atau pole and line. Untuk alat tangkap ini, umpan yang dapat digunakan adalah bandeng umpan dengan ukuran 7–8 gram per ekor (100– 150 ekor per kilogram. Dengan kebijakan penangkapan ikan yang ramah lingkungan, KKP yakin permintaan bandeng umpan ini akan meningkat. "Jadi ini akan membuka peluang usaha baru bagi pembudidaya bandeng," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Slamet menyinggung informasi tentang pelarangan ekspor benih kerapu. Menurut Slamet informasi pelarangan itu adalah tidak benar. Yang dilarang adalah bahwa Unit Pelaksana Teknis (UPT) Budidaya Payau dan Laut lingkup DJPB dilarang untuk menjual benih kepada eksportir benih. Benih produksi UPT adalah untuk dikembangkan di dalam negeri yang digunakan untuk mendukung peningkatan produksi budidaya laut nasional.

"KKP sudah buat surat edaran kepada UPT-UPT DJPB untuk melaksanakan hal ini. Benih kerapu selain kerapu hibrid produksi UPT yang tidak dapat didistribusikan harus di tebar ke alam, tidak ada alasan UPT menjual benih kerapu ke eksportir," jelas Slamet.

Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Ketum Apindo: Pemerintah Tidur Saja Ekonomi 2023 Tumbuh 5%

Hariyadi mengatakan, Apindo memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2023 antara 5,15% hingga 5,65%.

EKONOMI | 5 Desember 2022

BI Prediksi The Fed Kerek Suku Bunga di Level 6 Persen

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menilai tren suku bunga tinggi The Fed masih akan terjadi pada tahun depan dengan rentang waktu yang cukup lama.

EKONOMI | 5 Desember 2022

Apindo: Permenaker 18/2022 Bisa Tingkatkan Risiko PHK

Ketua Umum Apindo, Hariyadi Sukamdani menilai Permenaker 18/2022 bisa memperbesar risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) dan penyusutan lapangan kerja.

EKONOMI | 5 Desember 2022

Apexindo Kantongi Kontrak Baru dari PGE Rp 240 Miliar

PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) meraih kontrak baru Rp 240 miliar untuk proyek pengeboran panas bumi dari PT Pertamina Geothermal Energy (PGE).

EKONOMI | 5 Desember 2022

Kenaikan Suku Bunga The Fed Dorong Penguatan Dolar AS

Fenomena sangat kuatnya dolar AS memberikan tekanan pelemahan atau depresiasi mata uang di berbagai negara, termasuk Indonesia.

EKONOMI | 5 Desember 2022

Indef: Tahun Politik Berpotensi Ganggu Stabilitas Ekonomi

Tauhid memperingatkan tahun politik dan gejolak global di tahun depan berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi dalam negeri.

EKONOMI | 5 Desember 2022

BEI: Papan Ekonomi Baru Setara dengan Papan Utama

Bursa Efek Indonesia (BEI) meluncurkan papan ekonomi baru yang setara dengan papan utama.

EKONOMI | 5 Desember 2022

BEI: BELI, BUKA, GOTO Masuk Papan Ekonomi Baru

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan BELI, BUKA, dan GOTO masuk papan ekonomi baru yang sejajar dengan papan utama.

EKONOMI | 5 Desember 2022

Sesi I, IHSG Relatif Datar di Kisaran 7.017

IHSG ditutup turun tipis 1,89 poin (0,03%) ke level 7.017,74. IHSG hari ini bergerak bervariasi dengan rentang 6.991 – 7.053.

EKONOMI | 5 Desember 2022

Code Name Proyek Garuda, BI Matangkan Rupiah Digital

Bank Indonesia "dalam waktu dekat" akan mengimplementasikan Central Bank Digital Currency (CBDC) atau rupiah digital.

EKONOMI | 5 Desember 2022


TAG POPULER

# Erupsi Semeru


# Rizky Febian


# Bahlil Lahadalia


# Gempa Cianjur


# Piala Dunia 2022


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Yudo Tegaskan Penentuan Calon Kasal Hak Prerogatif Presiden Jokowi

Yudo Tegaskan Penentuan Calon Kasal Hak Prerogatif Presiden Jokowi

NEWS | 12 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE