Gandeng Antam dan KS, LIPI Kembangkan Produk Baja

Gandeng Antam dan KS, LIPI Kembangkan Produk Baja
Ilustrasi pabrik industri baja ( Foto: Antara / Asep Fathulrahman )
Mohamad Rahmalio / WBP Rabu, 29 April 2015 | 19:55 WIB

Jakarta - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menggandeng PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) melakukan uji coba pembuatan baja laterit.

"Kita melihat Antam memiliki wilayah yang mengandung nikel laterit di Pomala, Sulawesi Tenggara. Sementara Krakatau Steel, memang industri baja dan kita bisa uji coba teknologi," kata Kepala LIPI Iskandar Zulkarnain kepada Beritasatu.com di Jakarta, Rabu (29/4).

Ia mengatakan, untuk tahap awal, LIPI melakukan uji coba 100 ton. Setelah itu, dilanjutkan dengan produksi 100.000 ton. "Uji coba di Krakatau Steel, tapi teknologi dari LIPI," tuturnya.

Menurutnya, baja tersebut memiliki sejumlah keunggulan karena dibuat dari bijih besi dan karbon seperti lebih kuat, tahan karat dan mudah dilas. "Kita memiliki formula lain, bahan baku ada besi, dan nikel," tandas Iskandar.

Ia mengatakan, nantinya baja tersebut dapat digunakan PT Krakatau Steel. Selama ini KS harus mengimpor bahan baku yang didatangkan dari Brazil. "Krakatau Steel butuh waktu enam bulan untuk dapat bahan baku dari Brazil. Kalau sekarang, sudah ada di Indonesia, Sulawesi. Lebih dekat jarak tempuhnya. Lebih efisien," kata Iskandar.

Iskandar berharap dengan kontribusi LIPI di sektor manufaktur, Indonesia bisa lebih mandiri, dan tidak tergantung impor. "LIPI di sini hadir untuk membantu riset produk. Dengan kerja sama dengan LIPI, industri bisa lebih efisien dan signifikan," kata dia.