Dampak Beras Sintetis, Masyarakat Makin Paham yang Berkualitas
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-4)   |   COMPOSITE 5975 (-54)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-17)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (-0)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-16)   |   IDXHIDIV20 416 (-2)   |   IDXINDUST 956 (-20)   |   IDXINFRA 871 (-2)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-4)   |   IDXPROPERT 877 (-10)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-2)   |   IDXTECHNO 3348 (-19)   |   IDXTRANS 1056 (-5)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-10)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-5)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-2)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Dampak Beras Sintetis, Masyarakat Makin Paham yang Berkualitas

Minggu, 24 Mei 2015 | 22:29 WIB
Oleh : HS

Jakarta - Pemberitaan dan meluasnya publikasi terkait dugaan beras sintetis (plastik) menjadi momentum yang baik bagi masyarakat Indonesia dalam memilih beras berkualitas. Selama ini, edukasi bagi masyarakat untuk memilih beras yang baik dan sehat itu nyaris tidak ada.

“Ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk memilih beras berkualitas,” kata Achmad Subagio selaku pakar pangan Universitas Jember, Jawa Timur, yang juga perintis beras dari singkong yang dikenal dengan Beras Cerdas.

Achmad menjelaskan, selama ini terjadi kesalahpahaman masyarakat dalam memilih beras sehat dan baik untuk memenuhi kebutuhan gizi. Salah satu contoh adalah kekeliruan memilih beras harus berwarna putih.

“Pada dasarnya beras itu bukan putih, tetapi putih kecoklatan. Jadi kalau pilih beras putih itu sudah keliru dan menyalahi beras yang sebenarnya. Kekeliruan inilah dimanfaatkan pihak lain untuk membuat beras yang putih sekali atau menambahkan bahan perekat atau yang lainnya agar semakin putih,” katanya kepada Beritasatu.com.

Secara terpisah, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendorong DPR membentuk panitia khusus (Pansus) untuk mengusut peredaran beras sintetis yang ditemukan di beberapa daerah.

Wakil Sekjen DPP PKB Daniel Johan menegaskan, pembentukan Pansus diperlukan mengingat persoalan beras sintetis butuh penanganan komprehensif yang melibatkan banyak pihak dan menyangkut hajat hidup masyarakat luas.

"Langkah ini perlu dilakukan untuk memastikan masyarakat Indonesia dapat memasuki masa puasa dan Idul Fitri dengan tenang," katanya.

Sumber: Antara


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Merger Bank Syariah, Pemerintah Bisa Gandeng IDB

Jika setelah merger modal inti bank BUMN Syariah belum mencapai Rp 30 triliun tidak masalah.

EKONOMI | 24 Mei 2015

Merger Bank Syariah Perlu Modal Suntikan Rp 10 Triliun

Dana suntikan modal tidak harus APBN, bisa dana pensiun atau perusahaan BUMN lain.

EKONOMI | 24 Mei 2015

Menkeu: Desentralisasi Harus Jadi "Success Story" RI pada Dunia

Rangkul pengusaha swasta untuk berinvestasi dan harus diberi kemudahan perizinan usaha.

EKONOMI | 24 Mei 2015

BPJS Ketenagakerjaan Targetkan Dana Jamsos Rp 500 Triliun

Para pengusaha masih menganggap membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan sebagai beban biaya.

EKONOMI | 24 Mei 2015

Asbisindo Tuntut Keberpihakan pada Bank Syariah

Regulator perlu membedakan uang muka antara FTV bank syariah dan bank konvensional.

EKONOMI | 24 Mei 2015

SMF Optimistis "Outstanding" Repo KPR Bertambah

Akumulasi aliran dana yang disalurkan melalui sekuritisasi mencapai Rp 6,5 triliun.

EKONOMI | 24 Mei 2015

Revisi PP Tarif PNBP Perhubungan Masih dalam Proses

Kemhub belum memberikan respons atas keberatan yang sudah dilayangkan INSA sejak April 2015 tentang penyesuaian tarif PNBP yang baru di lingkup Kemhub.

EKONOMI | 24 Mei 2015

OJK-BNP2TKI Gelar Edukasi Keuangan dan Kewirusahaan bagi TKI di Tokyo

Gaji TKI di Jepang Rp 15 juta sampai Rp 30 juta sebulan.

EKONOMI | 24 Mei 2015

Transmigrasi Perbatasan, Disiapkan Pola Usaha Perkebunan dan Kehutanan

Transmigran diusahakan memperoleh lahan dengan status hak milik yang berada di luar kawasan hutan.

EKONOMI | 24 Mei 2015

Pemerintah Dorong Kredit Perkapalan

“Fasilitas kredit kapal sedang kami upayakan ke lembaga keuangan, dalam hal ini perbankan."

EKONOMI | 24 Mei 2015


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS