Ini Alasan Jokowi Pecat Dirut Bulog
INDEX

BISNIS-27 538.843 (9.76)   |   COMPOSITE 6321.86 (107.9)   |   DBX 1200.53 (9.93)   |   I-GRADE 184.241 (6.4)   |   IDX30 532.439 (13.05)   |   IDX80 142.581 (3.74)   |   IDXBUMN20 424.518 (18.32)   |   IDXESGL 148.639 (1.84)   |   IDXG30 144.207 (3.69)   |   IDXHIDIV20 468.297 (10.48)   |   IDXQ30 151.63 (3.41)   |   IDXSMC-COM 289.047 (5.63)   |   IDXSMC-LIQ 360.181 (16.02)   |   IDXV30 145.782 (3.85)   |   INFOBANK15 1071.04 (26.84)   |   Investor33 457.812 (8.8)   |   ISSI 186.628 (3)   |   JII 657.942 (12.88)   |   JII70 230.141 (4.83)   |   KOMPAS100 1272.98 (29.01)   |   LQ45 989.051 (25.8)   |   MBX 1747.76 (32.18)   |   MNC36 338.242 (6.45)   |   PEFINDO25 338.749 (2.41)   |   SMInfra18 324.227 (7.63)   |   SRI-KEHATI 391.331 (7.38)   |  

Ini Alasan Jokowi Pecat Dirut Bulog

Senin, 8 Juni 2015 | 17:01 WIB
Oleh : YUD

Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno memutuskan untuk memecat Dirut Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Lenny Sugihat dan menggantikannya dengan Djarot Kusumayakti.

Ditanya alasan pemecatan tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan hal itu dilakukan untuk membenahi kinerja Bulog menjadi lebih baik dan optimal.

"Bulog ini posisinya sangat strategis dalam mengelola ketahanan pangan kita. Sesuai undang-undang memang akan segera di-perum-kan dan ke depan memang kita siapkan agar Bulog tidak hanya mengurus urusan beras. Dalam rangka kesiapan itu, dirutnya diganti," ungkap Jokowi, Senin (8/6).

Ke depannya, lanjut Jokowi, Bulog akan lebih ditekankan ditekankan sebagai badan berbentuk perum (perusahaan umum) yang tidak mengejar profit (keuntungan) semata.

Secara terpisah, salah satu Tim Komunikasi Presiden Teten Masduki menambahkan bahwa di masa depan Bulog bertindak sebagai penyangga yang tidak mengejar profit.

Seperti diketahui, selama enam bulan dibawah pimpinan Lenny Sugihat, Bulog dianggap kurang kinerjanya. Terutama, terkait penyerapan gabah dari petani.

Deputi BUMN Bidang Usaha Agro dan Industri Strategis Muhamad Zamkhani, mengungkapkan selama musim panen, yaitu dua hingga tiga bulan seharusnya sudah menghasilkan angka 4 juta ton beras. Namun, hingga saat ini baru terkumpul sebesar 1,2 juta ton beras.

Ditambah lagi, kinerja Bulog memang kerap menjadi sorotan pasca melambungnya harga beras mencapai diatas Rp 11.000 per liter.

Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel sendiri pernah mengatakan bahwa daya serap Bulog terhadap beras petani menjelang bulan Ramadan, lebih kecil dibandingkan daya serap pedagang.

"Saya belum dapat laporan terakhir (serapan Bulog), tetapi yang saya tahu memang ini cukup kurang. (Beras) sudah lebih banyak dibeli oleh pedagang," kata Gobel yang ditemui di Istana Wakil Presiden (Wapres), Jakarta, Jumat (8/5).

Akibatnya, pemerintah membuka opsi impor beras untuk menjaga kestabilan harga beras di masyarakat menjelang bulan Ramadhan. Meskipun, diakuinya itu adalah opsi terakhir.

Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Investor Prancis Minati Sektor Infrastruktur

Investor asal Prancis tersebut tengah menjajaki peluang investasi di sektor infrastruktur khususnya transportasi dan pembangkit listrik.

EKONOMI | 8 Juni 2015

Djarot Kusumayakti Resmi Diangkat sebagai Dirut Perum Bulog

Djarot menggantikan Lenny Sugihat yang dicopot sebagai Dirut Perum Bulog.

EKONOMI | 8 Juni 2015

DPR Ingatkan Pemerintah Jaga Nilai Tukar Rupiah

Selama periode Juni-Juli, terjadi siklus lonjakan kebutuhan mata uang dolar AS untuk pembayaran dividen dan bunga.

EKONOMI | 8 Juni 2015

Peruri Bahas Aspek Pengamanan Pencetakan Uang Logam

Hadir pula 23 negara lain seperti Afrika Selatan, Australia, Amerika Serikat (AS), Rusia dan negara-negara Uni Eropa

EKONOMI | 8 Juni 2015

Transaksi Dolar di Mandiri Siang Ini Menguat

Pukul 11.16 WIB, rupiah berada di kurs beli Rp 13.273 per 1 dolar AS. Adapun kurs jual rupiah per 1 dolar AS Rp 13.437.

EKONOMI | 8 Juni 2015

Mentan Benarkan Dirut Bulog Diberhentikan

Bukan pemecatan tapi diperhalus, penyegaran.

EKONOMI | 8 Juni 2015

Siang Ini Rupiah Belum Tunjukan Penguatan

Bank Indonesia (BI), rupiah Rabu (8/6) berada di posisi Rp 13.288 per dolar AS atau melemah 45 poin dari posisi akhir pekan lalu sebesar Rp 13.243 per dolar AS.

EKONOMI | 8 Juni 2015

APP dan APRIL Raih Sertifikasi Internasional PEFC

Sebanyak 306.400 ha konsesi yang telah tersertifikasi IFCC-PEFC ini dioperasikan dua pemasok APP di Riau.

EKONOMI | 8 Juni 2015

APBI: Kajian Kenaikan Royalti Hendaknya Libatkan Pelaku Usaha

Kami bayar royalti oke, tapi kalau kemudian mati (tidak beroperasi) bagaimana?

EKONOMI | 8 Juni 2015

Bahas Pembangunan PLTU, Presiden Panggil Bupati Cilacap

"Cilacap siap mendukung kebutuhan nasional."

EKONOMI | 8 Juni 2015


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS